Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance

Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance
episode 12


__ADS_3

Arthur uring uringan sudah 2 hari ini . dia begitu ketika melihat surat kabar pagi di hari kemarin . aku belum sempat membacanya karena berada di ruang kerja kakek yang sekarang menjadi ruang kerja Arthur . tapi aku sangat penasaran apa yang membuatnya seperti itu . seumur hidupku aku melihat Kakakku adalah orang yang santai dan humoris .hal apa yang bisa membuat dia seperti ini .


" bibi ann .. apa sebenarnya yang bikin Arthur bisa seperti itu . apakah bibi mendengar sesuatu ? " tanyaku ketika bibi ann sedang menyisir rambutku yang panjang


" saya tidak tahu nona . bagaimana kalau nona tanya langsung ke Tuan kecil "


" Arthur sudah besar bibi Ann . bibi masih aja memanggilnya begitu. "


" iya. . maaf nona freya "


" bibi . aku ingin memotong rambutku . seperti model yang di majalah itu " kataku lagi


" nona sudah cantik seperti ini. cantik yang alami ."


" tapi alleya lebih cantik . dia bahkan memenangkan hati nathan . nathan yang selalu baik padaku " aku menunduk sedih berkata pada diriku sendiri


" nona pasti dapat yang lebih baik dari tuan muda hadiwijaya . bagaimana dengan tuan muda tjandrawijaya ? beliau anak yang baik "


" max? yang benar aja bibi ga tau betapa menyebalkannya anak itu " kataku kesal

__ADS_1


" tapi wajah nona memerah . " kata bibi ann sambil tersenyum dan seraya membereskan sisir dan peralatan lainnya dan aku memegangi wajahku yang memanas


" tapi bibi ann . aku ingat dengan jelas saat julius dan nathan pertama kali kerumah ini tapi aku tak ingat saat max datang "


" itu sudah lama sekali saat tuan muda tjandrawijaya datang . beliau selalu tak banyak bicara tapi beliau anak yang baik " sahut bibi ann sambil merapihkan tempat tidur ku. bibi ann selesai dengan acara beres beresnya dan berlalu dari kamarku


aku terduduk di depan meja rias menopangkan tangan ku di dagu. aku melihat diriku sendiri di pantulan cermin yang terlihat. berusaha mengingat kapan pertemuanku pertama kali dengannya . tapi sepertinya sia sia, aku tak mengingatnya.


aku memutuskan pergi ke ruang baca pergi ke ruang kerja Arthur . tapi ketika aku ingin mengetuk pintu aku mendengar suara ribut ribut dari dalam sana .aku membuka pintunya perlahan. di sana , Arthur dan Max . mereka berdebat. Arthur sangat gusar dan marah. bisa kulihat dari wajahnya yang memerah hingga ke telinga.


aku memutuskan untuk masuk kedalam . tepat saat arhur melemparkan surat kabar di hadapan max


" apa yang terjadi? " tanyaku lagi


tak ada yang menjawab. arhur melipat tangannya di dada, tangan yang satu lagi mengusap rambutnya risau. aku mendekat ke arah Max . yang bersandar di dinding , tangannya di masukkan ke saku celana dan satu kakinya tertekuk ke belakang .


di meja aku melihat surat kabar yang di lemparkan Arthur tadi . aku mengambilnya dan tanganku bergetar , aku masih tak percaya dengan apa yang kulihat . sebuah foto . fotoku dengan max di acara ulang tahun alleya lalu . fotoku yang sangat memalukan sedang mencium max . wajahku memerah akibat terlalu banyak minum alkohol . terpampang di halaman utama koran pagi. tertulis disana


SCANDAL PUTRI KETURUNAN BRAWIJAYA DAN CALON PENERUS KELUARGA TJANDRAWIJAYA

__ADS_1


" kak .. ini .. " kataku pada Arthur aku tak sanggup mengangkat wajahku


" Freya .. ga usah ngejelasin apa apa . orang ini udah ngakuin semua perbuatannya " kata Arthur padaku


" kak .. ini salahku . Max ngakuin apa? " aku merasa bingung . aku mengingat dengan jelas apa yang terjadi malam itu . aku patah hati dan menjadikan Max sebagai sasaranku . dilihat dari segi manapun Max adalah korbannya dan aku pelakunya . tapi apa yang dia katakan pada Arthur


" aku mengatakan kalau kita benar benar pacaran dan foto itu hanya bentuk rasa sayang aku padamu " kata max masih memasang wajah datar


" kau .. kau ... katakan sekali lagi " kata arthur dengan nada tinggi . Max tak bergeming tiba tiba dengan cepat arthur menerjang Max sampai terjatuh . memukulinya berkali kali . Max tak melawan


" kau .. menggoda adik kecilku . berani beraninya kau berbuat seperti itu di tempat umum "


" Arthur .. kakak .. sudahhh .." kataku menarik bajunya dari belakang . Arthur terduduk di atas Max dan menghujani nya dengan pukulan .Arthur tak menggubris kata kataku sampai aku mendorongnya dan menjatuhkan tubuhku di atas Max .dengan posisi terduduk aku melindungi kepalaku dengan kedua tangan ulahku berhasil membuat Arthur terdiam . dan memukul meja


" kalian berdua hentikan . dan Max , aku tahu kau kuat tapi pakai otakmu agar ga dipukuli kakak. " kataku seraya beranjak dari lantai . " trus kak .. kenapa harus memukul Max? kalian sahabat kan??" kataku kesal


" dia mengatakan sesuatu yang benar benar membuatku sangat ingin memukulnya " kata. Arthur lagi


" apa yang kau bilang pada arthur Max? "

__ADS_1


" ingin bertunangan denganmu ,untuk menyelamatkan perkebunan ini " kata max sambil mengusap darah di bibirnya dia masih di posisi terduduk sama sepertiku . kakinya yang satu nya di tekuk untuk menopang tangannya . memandang tak berkedip ke arah arthur . dia serius .


__ADS_2