
" tunangan ?? " apa maksudmu Max
Arthur dan Max tak ada yang membalas perkataanku . aku memandang mereka berdua dengan tatapan bingung dan kesal jadi satu
" kau mengatakannya pada freya , Max .. sudah ku bilang kalau aku akan menyelesaikan ini dengan caraku " kata Arthur dengan suara kesal. Max tak bergeming dan mulai bangkit
" aku akan menyelesaikan masalah kebun dan pabrikmu ,Arthur . ini cara satu satunya "
" kau sudah punya tunangan , Max "
" aku akan membatalkannya .lagi pula dia pilihan ayahku bukan aku "
" dengarkan aku sekali lagi. aku ga akan mengorbankan adikku demi orang sepertimu "
" aku ga ngerti sama apa yang kalian omongin . kak, kasi tau aku . apa ini? "
" freya .. sudah ..jangan dengerin orang ini . dan kakak melarangmu buat bergaul lagi sama orang ini . sekarang , lebih baik kamu balik ke kamar . " kata Arthur tegas
__ADS_1
" aku mau tau apa yang terjadi, kak .. " kataku ngotot . " dan kakak ga berhak nglarang aku buat berteman sama siapapun "
Arthur menghindariku , pergi mengambil setelan luar Jas nya dan pergi berlalu begitu saja . aku mendekati Max .
" aku ga akan tanya apapun sama kamu max . kamu ga akan jawab pertanyaanku . "
aku jongkok didepan Max yang menunduk memandang lantai . aku memperhatikan lukanya " tapi , kamu harus mengobati luka di muka mu ini. akan ku bantu "
" ngga usah . kamu lebih baik lakukan hal yang biasa kau lakukan . pergilah ." kata max memalingkan wajahnya
aku beranjak pergi ke ruang utama .disana ada kotak P3K di dinding. aku hampir mengosongkan sebagian isinya dan tergesa - gesa kembali ke ruang kerja Arthur . aku melihat Max di lorong . sia sia saja aku ingin dia menungguku untuk ku obati. aku tergopoh gopoh mengejarnya
" Max berhenti " kataku setelah berhasil memblokir jalan . " udah aku bilang tunggu aku . aku tau aku hanya bayangan tak terlihat dirumah ini tapi setidaknya hargai niat baikku" kataku dengan kesal .
Max menghela nafas berat . dia mendekatiku , aku mundur hingga ke tembok . dan gantian , Max yang memblokir jalanku
" M .. M.. Max apa yang kau lakukan ? " tanya ku gagap . Max hanya memandangku dengan tajam .. beberapa detik .tapi aku bisa melihat sinar di matanya penuh kesedihan . aku baru tahu kalau mata Max berwarna coklat senada dengan warna rambutnya . Max mundur dan berkata
__ADS_1
" simpan saja .. aku ga butuh semua peralatan itu " .kemudian berlalu . aku mematung beberapa saat . wajahku memanas . aku menundukkan kepalaku dan pergi dari sana . mengejar bayang Max . aku menemukannya sedang berjalan menuruni tangga menuju pintu keluar
" Max.. tunggu. " kataku dan Max berhenti berjalan . berhenti di tangga terakhir . aku tergopoh gopoh mengejarnya dengan semua peralatan P3k di dalam dekapan . aku menuruni tangga dengan cepat . Max memperlihatkan punggungnya . dia tak berusaha membalikkan badannya . aku berhasil sampai di depannya .dia lebih tinggi 20 cm karena aku berada di lantai dan dia masih berdiri di tangga terakhir .
" sudah kubilang freya aku tak butuh diobati "
" aku ga akan mengobati . aku cuma ingin bilang ke kamu . aku minta maaf "
" maaf? " tanya max menatapku tajam
" maaf untuk yang terjadi di ulang tahun Alleya " kataku cepat ." maaf jadi masalah dengan kakakku "
Max menuruni tangga terakhir dengan perlahan dan sampai ke lantai kayu rumahku . membuatku memundurkan langkah . 1 langkah , 2 langkah , 3 langkah. aku memutuskan berhenti dan memejamkan mataku dengan cepat . jika Max benar benar ingin menabrakku . maka biarlah terjadi . tapi ,dia menyentuhku . menyentuh pipiku perlahan dan menunduk . membuatku memundurkan tubuhku sedikit ke belakang dia berbisik ..
" Kalau begitu anggap saja kita impas dengan yang terjadi di kebun waktu itu"
Max menegakkan badannya lagi . menepuk kepalaku dan dia berlalu pergi . aku memandangnya tak percaya .
__ADS_1