Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance

Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance
Episode 95


__ADS_3

    kami makan ayam goreng standar dengan cemilan kentang goreng dengan kematangan medium yang renyah. tak banyak pengunjung yang datang dan kami memilih duduk diluar karena didalam ruangan dengan fasilitas AC yang membuatku tak nyaman . di rumah sakit setiap hari aku harus terpapar AC ruangan dengan bau obat yang khas membuatku mual.


    Angin malam bertiup cukup kencang diluar .. makan malam yang sama sekali kurang nyaman sebenarnya .. Aku mulai bergetar kedinginan dengan Sweater tipis yang kupakai .. untungnya aku memesan kopi hangat yang sudah mulai menjadi dingin . aku menghabiskan makanku dengan cepat ..


    " Kau beneran kelaparan? " Tanya Max sambil menatapku dengan tatapan khawatirnya .


    Aku nyengir kuda membalas pertanyaanya .. mengelap ujung bibirku yang berminyak dan menggeleng cepat .. maafkan aku Max aku bertingkah tanpa kesopanan. Aku membayangkan jika disini ada tutor Etika ku dirumah kakek .. mungkin dia akan pingsan dengan tingkahku .. Aku terlihat rakus dan tak elegan .. entah kenapa aku lelah dengan semua kepalsuan dan etika .. ingin sekali sekali aku bertindak seperti teman teman kampusku .. yang mungkin bagi kaum kami , itu adalah tingkah rakyat jelata yang tak punya sopan santun . tapi setidaknya banyak hal yang ingin aku coba juga.


    " Melihatmu seperti ini membuatku sangat khawatir, Freya .. bagaimana makan mu setiap hari? "


    " Aku baik baik aja Max .. aku kadang makan di kantin . kadang pesan online .. aku baik baik aja " kataku cuek sambil menggigit lagi ayam goreng di tanganku dan kentang goreng di tangan kiriku " mungkin terlihat menjijikkan dan tak sopan buatmu .. tapi , aku mohon .. aku ingin mencobanya .. seperti teman temanku yang lain .. ternyata rasanya memang enak "


    Max menghembuskan nafas dan menyesap kopinya .

__ADS_1


    " lakukan apa bisa membuatmu bahagia .. aku .. dengan segala kekuranganku .. aku tahu kalau aku tak bisa membahagiakanmu "


    Aku berhenti mengunyah dan meletakkan potongan ayam di tanganku , menundukkan kepala . aku meneguk minumanku .. menghabiskannya dan berdiri


    " aku sudah selesai , aku cuci tangan dulu Max .. tunggu .. " kataku padanya dan berlalu . Max memandangiku dengan tatapan herannya . Aku tahu .. aku tak menggunakan bahasa formal lagi padanya dan tingkahku yang berbeda membuatnya bertanya tanya .. tapi dengan sifatnya yang sangat aku fahami, dia tak akan banyak bertanya padaku


    Aku mencuci tanganku di wastafel disana . sepi , aku menopangkan tanganku pada pinggiran wastafelnya dan mencondongkan tubuhku pada cermin disana. menatap wajahku yang berantakan dan mata pandaku .. memikirkan kata kata Max yang mengingat sekilas tentang semua yang sudah terjadi . Aku.. dengan semua ingatanku yang sudah kembali dan tentang kesalahpahaman hati ini, jika Max merasa dia tak dapat membahagiakanku .. maka, aku . . aku ingin menjadi orang yang dapat membuatnya bahagia . Aku memandang kembali wajahku yang tampak kusam dan kelelahan . menata sekilas rambutku agar rapih dan tesenyum pada diriku sendiri , kemudian keluar menuju Max yang menunggu disana dengan riang .


    " Ayo kita kembali kerumah sakit Max .. " kataku riang memegang ujung lengan kemejanya dan menariknya lembut


    Max berdiri dan aku melepaskan peganganku , kami berjalan kembali menuju rumah sakit ..


    " Bagaimana kabar ibu ? bolehkah aku mengunjunginya Max? "

__ADS_1


    " Eh .. beliau baik .. jaga dulu kakek . konsentrasi pada beliau .. kakek adalah salah satu orang yang berharga bagiku juga Frey .. maaf aku tak bisa sering mengunjunginya .. " katanya .. ada nada berat di setiap kata yang dia ucapkan . membuat hatiku sedikit bersedih karenanya


    " Aku dengar dari Julius .. kantor sedang sibuk menjelang akhir tahun .. jangan khawatirkan kakek .. beliau baik baik saja , hanya kemarin .. kondisinya ngedrop lagi "


    " Aku mendapat telepon dari dokter kepala . beliau melaporkannya padaku , saat itu aku sedang di luar kota .. kau pasti merasa sangat sedih Freya sendirian "


    " Arthur .. pabrik sedang mengalami krisis .. aku mengatakan padanya bahwa aku baik baik saja .. padahal .. aku terus menangis ketakutan sendirian " kataku dengan suara bergetar menahan tangis .


    Max menghentikan langkahnya aku meninggalkannya dengan berjalan cepat agar Max tak menyadari aku yang berusaha menghapus air mataku , tapi tanganku .. dia menarik tanganku dengan cepat , semua berlangsung tiba tiba , Max memelukku .. memaksaku membenamkan wajahku di dalam pelukannya .


    " Menangislah Frey .. jika itu bisa membuatku menjadi lebih baik .. "


    Aku tak bisa lagi menahan perasaanku lagi. rasa kesal, sendiri, kesepian, kekhawatiran semuanya tumpah menjadi satu . aku menangis di dalam pelukan Max malam itu .

__ADS_1


__ADS_2