
Aku terbangun dengan udara dingin pagi ini .. menaikkan selimutku hingga ke atas dagu .. aku menghirup dalam dalam udara yang sejuk ini dengan rakus . memasukkan nya sekaligus memenuhi paru paruku . Ada rasa berat di dalam dada .. semua kenangan berputar di dalam kepalaku .. bagai film yang berputar perlahan , semua kenangan manis yang aku rasakan di rumah ini , yahhh… sudah seminggu aku berada disini .. di rumah kebun . tepat satu minggu yang lalu pula kakek tiada .. aku masih tak beranjak dari kamarku walaupun matahari sudah meninggi . tak ingin melewati semua lorong penuh kenangan akan kehadiran Mom.. Dad .. Kakek .. dan semua
kenangan masa kecil yang bahagia yang ku rasakan di rumah ini . Namun.. untuk meninggalkannya pun aku tak sanggup .. entahlah .. semua perasaan ini bercampur jadi satu … dan yang bisa ku lakukan saat ini hanyalah mengurung diriku sendiri di kamar .
Aku tahu .. bukan hanya aku di rumah ini yang merasakan kehilangan atas kepergian kakek. Kurasa … Arthur adalah orang yang paling sedih dan merasa kehilangan .. selama hidupnya .. dia yang paling dekat dengan kakek yang mempunyai memori paling banyak bahkan ketika Mom dan Dad masih ada . Dia juga sekaligus orang yang menjadi musuh terdekat kakek … orang yang selalu bersebrangan dengan jalan pikiran kakek .. namun.. untuk berada di sebelahnya dan mendukungnya ,. Aku pun merasa sangat rapuh untuk
melakukan hal tersebut
Hubungan ku dengan para sahabat Arthur pun merenggang ,, aku masih menahan diriku untuk menanyakan kepada dua orang itu apa yang sebenarnya mereka inginkan dari perkataan kakek tempo hari
yang mengatakan bahwa mereka ingin menikahiku . kepalaku terasa berat pusing dengan semua ini aku membenamkan wajahku kedalam selimut berwarna pink ini .. kemudian seseorang masuk kedalam kamar dan aku, masih bersembunyi di dalam selimutku
“ Freya .. “ suara seseorang memanggilku dan duduk di tepi tempat tidur
“ Biarkan aku sendiri , Kak .. “ kataku tanpa keluar dari dalam selimutku
Arthur membuka selimutnya dengan perlahan .. aku menatapnya .. wajahnya terlihat sangat kuyu dan kelelahan .. terlihat tak sehat dan stress luar biasa
“ Kak .. kau baik baik saja? “
“ Ya .. aku harus bertahan Frey .. “
__ADS_1
Aku menghela nafas berat dan Arthur menggeser duduknya .. membelakangiku
“ Kau juga harus kuat Frey .. jangan mengurung dirimu seperti ini . kau bisa sakit “ kata Arthur lemah .. berusaha membujukku . Air mataku mengalir tanpa sengaja .. Aku bangkit dan duduk di atas
ranjangku yang nyaman .
“ Kak .. aku kangen Mom .. “ kataku perlahan .. “ seandainya mereka masih disini, kita ga akan ngerasa kayak gini kan? “
Arthur berbalik dan menatapku . meraih tanganku dan memelukku . Aku menangis di pundak Arthur sebagai saudara satu satunya yang dia punya
“ maafin kakak .. ga bisa jadi kakak yang baik buat kamu Frey .. kakak selalu sibuk dengan urusan kakak .. mengabaikan kamu yang harus hidup dengan Max .. dengan temperamen nya yang tidak baik .. dengan orang yang bahkan kau benci waktu kecil . Maafin kakak .. “ kata Arthur sedih
“ Aku baik baik aja kak, Max memperlakukanku dengan baik .. dia menyiapkan segala yang dia bisa buat aku , dia orang yang baik .. “ kataku seraya melepaskan pelukannya padaku
“ tapi aku tak akan mendapatkan pengalaman apapun .. tak akan punya banyak teman yang keren seperti sekarang jika aku terus berada di tempat ini . terkurung selamanya dan tak akan bisa terbang… hanya menjadi ulat kecil yang tak berdaya “
Arthur menghela nafas berat . “ Kau benar benar sudah dewasa Frey .. bukan adik kakak yang selalu minta oleh oleh .. bukan gadis kecil yang selalu menangis dan bikin onar ketika saat kakak harus kembali ke kota “ katanya dengan tertawa tertahan
Aku menghapus air mata dan tersenyum . mengingat banyak kejadian lucu dan konyol yang ku lakukan waktu ku kecil .. aku malu jika mengingat kejadian itu
“ Mungkin banyak hal yang kau lupakan saat kau kehilangan ingatanmu, Frey .. tapi, bagiku .. aku bersyukur kau melupakannya kenangan itu terlalu buruk untuk kau ingat “ kata Arthur tersenyum padaku . Aku merasa Arthur sudah sangat dewasa .. atau karena dia sudah menikah? Dia bukan Arthur yang dulu selalu menggodaku .. memarahiku dan menjauhkanku agar aku tak mengekorinya kemanapun dia pergi
__ADS_1
“ Aku mengingatnya , Kak .. “ kataku perlahan
“ Iya .. banyak hal yang sudah terjadi di rumah ini , “ katanya seraya berkeliling memandangi kamarku dengan tersenyum
“ ingatanku kembali .. “ kataku menatap Arthur dengan serius
“ Ingatan yang mana Frey ? yang hilang itu? “ katanya tak percaya
“ Iya kak .. semuanya .. aku ingat semuanya .. “
Arthur menatapku dengan eksperesi yang sulit di ungkapkan
“ Kau baik baik saja Frey ? perlu kupanggilkan dokter .. apa yang kau rasakan sekarang .. kapan kau mengingatnya .. apa kau merasa takut? “
“ Tanya satu satu kak .. Aku bingung harus jawab yang mana “
“ Jawab yang paling kau ingat dari pertanyaanku “ kata Arthur tak sabar
“ pertama .. aku baik baik saja .. Aku dapat mengatasi rasa traumaku walaupun kadang kadang aku masih bermimpi , dan .. efeknya aku takut memengang pisau “
“Aku akan menyuruh bibi Ann untuk menyingkirkan dan tak lagi menggunakan pisau di rumah utama “ kata Arthur gugup .. “ lalu apa lagi yang kau butuhkan “
__ADS_1
“ Aku .. tidak membenci Max .. Aku melihatnya dan menganalisa dengan otak dewasaku kak .. aku hanya ingin tahu kejadian sebenarnya tentang kematian tante Camelia “
“ akan kuceritakan tapi tidak sekarang Frey ,, aku datang kemari karena ingin mengajakmu kebawah Mr Albert akan datang dan membacakan wasiat kakek jam 11 . aku ingin mengajakmu sarapan .. tapi , sepertinya kau harus disini .. diamlah disini dan istirahatlah .. aku akan kembali “ kata Arthur berdiri dan bersiap meninggalkan kamar , terlihat bingung .. Aku menghela nafas berat saat Arthur pergi .. aku membenamkan kepalaku dalam kedua tanganku .. memejamkan mata selama beberapa saat dan bingung apa yang sebaiknya aku lakukan