Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance

Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance
Episode 114


__ADS_3

            Aku mengenakan rok terbuka di bagian bahu berwarna putih setinggi lutut , berbahan katun jepang yang ringan yang memiliki corak bunga bunga kecil di bagian bawah roknya dan dengan bordiran berbentuk bunga dan daun berwarna hijau di bagian atas . Aku memadukannya dengan sepatu berhak rendah berwarna hijau dengan tali yang dianyam di bagian bawah hak nya .. ringan dan kasual


            Max menunggu ku di pintu utama .. memakai setelan resmi .. tangan sebelah kirinya tersimpan dalam saku celana denim yang dia pakai dan sebelah lagi sibuk dengan ponselnya . aku memandang punggungnya yang lebar ,, ingin berlari memeluknya namun aku menahan diriku untuk bersikap terhormat .. Max terlihat luar biasa dengan pakaian mahalnya dan latar dengan latar belakangnya pilar besar berwarna putih yang menyangga bagian


depan rumah dengan sempurna dan daun daunan pada taman labirin berwarna hijau serta udara pagi dan matahari yang bersinar terang .. aku sangat bahagia hari ini dan aku sangat bersyukur karena hal itu


            “ kenapa pakai pakaian resmi ? “ tanyaku seraya melingkarkan tanganku ke lengannya , membuatnya menatapku dan tersenyum


            “ Ada beberapa dokumen yang harus aku tanda tangani di kantor hari ini “


            “ kau akan sangat terlambat jika harus mengajakku sarapan terlebih dahulu .. Atau kita batalkan saja .. sarapan dirumah juga tak masalah bagiku .. “


            Max lagi lagi tertawa dan berkata


            “ kalau begitu kita hanya harus bergegas kan? “


            Mobil sedan berwarna putih datang dan paman Jonny keluar dari mobil untuk membukakan pintunya .. mempersilakan agar tuannya masuk ke dalam kendaraan dengan nyaman dan tak berapa lama kami sudah berada di jalanan kota yang padat .


            “ Antarkan kami ke Caffe Orange paman .. “ kata Max pada paman Jonny di kursi pengemudi . Paman Jonny mengangguk dan kembali focus pada jalanan yang di lalui nya


            “ Kau .. apa rencanamu hari ini Freya ? “ Tanya Max yang duduk di sebelahku ..


              “ yah … karena seharusnya aku sudah berada di tempat dimana aku bisa menenangkan hatiku


dan akan memilih acak salah satu dari kalian yang akan menjadi pengantinku .. namun .. karena aku sekarang berada disini .. aku .. tak ada acara hari ini “


            Max lagi lagi menaikkan alisnya dan berkata “ Memilih secara acak ? kau serius memikirkan itu ? “

__ADS_1


            Aku menangangguk cepat  “karena aku masih bertanya Tanya dan terus bertanya bagaimana sebenarnya perasaanmu padaku dan tak ingin menjebakmu lagi seperti saat pertunangan yang telah batal itu , kau terlihat tidak menyukainya dan aku berfikir apakah aku harus menerima Nathan walaupun perasaan padanyasudah lama hilang .. jadi .. “


            “ kemana kau akan berencana pergi ?“


            “ sebuah desa terpencil . disana .. aku ingin menghilangkan rasa traumaku juga .. aku tak akan bisa menjadi dokter jika aku tak bisa mengatasi rasa trauma ku, Max “


            Max terdiam dan menatap ke depan di jalanan kota yang padat


            “ Karena kau tak ada acara hari ini .. ikutlah ke kantorku .. waktuku juga longgar hari ini ..”


            Aku menatapnya dan tersenyum .. menundukkan kepalaku kemudian dan sibuk memainkan jariku karena gugup . ini pertama kalinya aku akan datang ke Tjandrawijaya Group .. Perusahaan perhotelan dan property terbesar di negara ini .


            Kantor Max sangat besar . Aku berjalan di sebelahnya dengan ekspresi yang sangat keheranan dengan yang aku lihat di depan mataku . kemudian tersadar dan membuat ekspressi se dingin es , meluruskan punggungku dan berjalan dengan anggun . Tutorku .. jika dia berada disini dia akan sangat bangga dengan tingkahku saat ini . . Aku meninggikan hatiku sedikit .. aku bukan anak belasan tahun lagi yang harus menjalani


pelajaran etika, tata krama dan segala hal yang menjengkelkan itu. Aku tersenyum ramah ketika banyak dari para pekerja yang berpapasan dengan kami menundukkan tubuh mereka ketika kami lewat di hadapannya . . Aku melirik sekilas ke arah Max yang berjalan tepat di sebelahku .. dia memasang wajah keras dan tanpa ekspresi .. membuatku sangat keheranan . kenapa dia harus memasang wajah jeleknya di hadapan para bawahannya , kenapa tak sebaiknya dia memasang wajah ramah dan menyenangkan .. jadi , dia akan di kenal bukan sebagai bos yang menyebalkan .


            “ Sofia .. keluarlah dulu .. jangan mengganggu Max .. dia sedang ada tamu hari ini “ kata Julius mendorong perempuan cantik itu keluar dari ruangan dan menutup pintunya pelan dan menyapaku “ Hai .. Freya .. kau selalu tampak cantik mengenakan apapun .. “ katanya dan tersenyum ramah padaku .. duduk di sebelahku dan kembali berkata “ kau mau apa? Ada minuman yang kamu mau? Es krim ? “ Tanya nya sambil bertopang pada punggung sofa, duduk


menghadap ke arahku


            Aku tertawa renyah .. Julius tak berubah .. semua sahabat Arthur masih memperlakukannku seperti anak kecil yang selalu mengekori mereka beberapa tahun yang lalu .


“ Aku baru aja sarapan dengan Max , Jul … tapi sesuatu yang menyegarkan boleh kau pesankan untukku “


            “ Sunday lemon ? “ Tanya nya lagi dan aku mengangguk senang


            “ emmm .. Jul .. siapa perempuan berwarna merah barusan ? “ tanyaku polos

__ADS_1


            “ perempuan berwarna merah ?? “ Julius tertawa geli “ Sofia ? dia sekertaris pribadi Max .. dia tak pernah menyerah mengejar Max .. “ katanya geli dan aku memasang wajah masamku . melirik ke arah Max yang sibuk dengan laptopnya


            “ Apa yang kau khawatirkan Frey .. kurasa lama lama dia bisa jadi Homo karena sama sekali tak ada ketertarikan pada wanita . bahkan jika ada perempuan tak mengenakan sehelai benangpun dia tak akan bereaksi .. kurasa .. wajahnya itu sudah permanen … Awwww .. “ belum selesai dia berbicara sebuah pulpen melayang dan mengenai bagian samping kepalanya .. memotong pembicaraan kami dan aku melirik nya kesal


            “ Jaga bicaramu, Jul .. ini di kantor “ Max berkata tanpa mengalihkan pandangannya dari layar pc nya dan Julius menghela nafas


            “ Dia memasang wajah menyebalkannya .. “ kata Julius memelankan suaranya


            Aku tersenyum dan berkata pada Julius “ tapi dia melamarku , Jul .. mungkin dia beneran bukan homo “ kataku memasang ekspresi serius


            “ ha ha ha … ya .. dan selama di Amerika .. dia selalu saja menghindari semua acara .. menjauhkan semua wanita yang mendekatinya ,.. membeli sebuah cincin mahal seharga ribuan dolar dan yang pasti menghabiskan banyak waktu dengan alkoholnya “


            “ apakah benda ini yang di maksud ? “ kataku seraya mengangkat tanganku dan memperlihatkan benda berkilauan di tanganku .. Julius terbelalak melihatnya dan memegang tanganku erat lalu berteriak


            “ woahhhhhh … kamu akhirnya beneran kasihin ini untuk Freya , Max .. “


            Max berdehem tanpa ekspresi .. namun aku dapat melihat telinganya yang memerah . dia pasti sangat malu dan berusaha menutupi perasaannya


            “ Dia selalu mengigau saat mabuk dan memanggil Freya .. Freya .. Freya . kupikir dia sakit jiwa tapi … Awwww … “ sebuah buku melayang dan mengenai kepalanya lagi


            “ Mr Hadiwijaya .. silahkan keluar dari ruangan ini .. selesaikan pekerjaan mu “


            “ Aku sudah menyelesaikan pekerjaanku dan bahkan pekerjaanmu juga Max “


            Max bangkit dan aku terbahak melihat mereka .. Max berjalan mendekat kearah kami . Namun Julius lebih cepat kabur dan menyentuh pintu dan membukanya dengan cepat .. menyembulkan kepalanya dan berkata


            “ Aku akan memesan Sunday Lemon untuk Freya .. sampai bertemu lagi Frey .. bye “

__ADS_1


            Julius menghilang di balik pintu dan Max dengan telinga dan belakang lehernya yang memerah berdehem dan berkata “ Abaikan perkataan Julius .. “ dia kemudian kembali ke mejanya . menabrak ujung meja , dan aku tertawa tebahak bahak .. menyenangkan mengetahui satu hal yang tak ku ketahui tentangnya beberapa waktu yang lalu membuatku semakin mengenalnya dengan baik


__ADS_2