
Aku membuka mataku yang terasa berat .. kepalaku pusing dan aku mengambil kain yang berada di atas kepalaku , melihatnya dengan bingung dan aku mulai memandang ke sekeliling ruangan .. dimana aku
“ Jangan bangun dulu .. tidurlah .. demammu baru saja turun “
Max datang .. mengenakan kaos berkerah berwarna putih dengan bordiran merk ternama di dada sebelah kiri .. aku memandangnya bingung
“ Max .. ? “
“ Banyak hal yang ingin ku katakana .. tapi, aku menahannya karena kondisimu “
“ Max .. ? “ aku memanggilnya karena merasa tak percaya dan aku mulai menangis .. aku merasa sangat ketakutan malam itu “ Kau datang .. ? “ kataku lagi
“ Ya .. aku sangat mengkhawatirkanmu Freya .. sepertinya aku datang disaat yang tepat “
Aku bangkit dari tidurku dan memeluknya erat
“ Terimakasih .. kau memang datang disaat yang tepat .. aku merindukanmu Max “ kataku padanya .. menangis di pundaknya .. Max membalas pelukanku
“ Datang ketempat itu memang bukan ide yang bagus “ katanya dengan wajah kerasnya
“ Aku tahu .. seperti yang ku duga sebelumnya .. kau pasti sangat tak menyukainya “
“ Bagaimana bisa disaat aku bisa memberikan kemewahan kepadamu dan apa yang kulihat disini? “ katanya dan aku melepaskan pelukanku
“ Jangan ngomel Max .. “ kataku cemberut dan dia menghela nafas disaat aku memaksakan diri untuk tersenyum .. Max memandangku dan menghapus air mataku
“ Makanlah aku membuatkan bubur untukmu .. lalu minum obatnya dan istirahat “
“ Kau yang membuatnya ? “ tanyaku memandang bubur cantik di dalam mangkuk berwarna putih yang masih mengeluarkan asap dan aku memandangnya . Max hanya menatapku tak menjawab pertanyaanku
Aku memandang berkeliling .. ruangan mewah degan semua dekorasinya yang berwarna putih .. seperti kamar hotel VVIP .. semua tersedia di kamar ini
“ Dimana kita ? Apa yang terjadi malam itu dan dimana Sani “
“ Aku meliburkannya .. simpan pertanyaamu .. cepatlah sembuh dan kita akan kembali kerumah “ kata Max beranjak pergi
__ADS_1
“ Max .. tunggu .. “ aku memegangi pergelangan tangannya erat . Max memandangku
“ duduklah sebentar .. ada yang ingin aku katakan
Max kembali duduk dan menatapku .. tangan nya terangkat dan menyelipkan beberapa helai rambut ke belakang telingaku .. membuatku gugup , mungkin karena kita sudah resmi mengikrarkan perasaan kita beberapa waktu kemarin .. kedepannya . . akan banyak kontak fisik diantara kita .. aku merasa canggung dan malu .. tapi,
dia terlihat sangat tenang .. membuatku kecewa .. Max memang jauh lebih dewasa daripada aku .. dia mungkin sudah berpengalaman memperlakukan banyak wanita ..
“ Apa yang mau kau katakana Frey ? “
“ Mmmm .. Max ,. Aku punya permintaan .. tapi, jika kau tak mengabulkannya .. tak apa hanya saja .. ... “
“ Katakan saja Frey .. aku tak suka bertele tele “
Dasar orang ini,kataku dalam hati .. dia sedang berbicara denganku bukan sedang wawancara kerja
Aku berdehem sejenak .. kembali menatap matanya yang menungguku bertanya
“ Emm .. “ kataku ragu dan dia menungguku dengan sabar dan tenang “ Bisakah .. jika seandainya .. ketika kita kembali ke kota .. maksudku bukannya aku materialistis .. aku punya cukup uang di tabunganku dan dari warisan kakek .. “
“ Aku ingin pindah rumah yang lebih kecil “ kataku dengan cepat dan kemudian menutupi wajahku yang memerah karena malu
“ Kenapa dengan rumahku? “
“ Bukannya aku tak menyukainya .. tapi, bisakah aku diijinkan pindah kerumah yang lebih kecil? Rumah itu terlalu besar dan terasa sangat hampa dan kosong di dalam hatiku “
Max mengambil tanganku dan menggenggamnya
“ Istirahatlah dan kita akan membahasnya nanti “
“ aku ga mau nanti, Max .. akum au jawabannya sekarang “
“ Yaya .. Freya yang keras kepala “ katanya dengan tersenyum dan menepuk kepalaku
“ kita akan pindah .. seperti keinginanmu “
__ADS_1
“ Kita ? aku saja sudah cukup .. biarkan aku hidup sendiri “
“ Itu tak akan terjadi karena kau adalah calon istriku “
Blush …. Wajahku memerah dan Max beranjak pergi .. meninggalkanku yang masih terbengong bengong .. syok dengan perkataan Max
Aku menatap pintu yang baru saja tertutup dan kemudian menghempaskan diriku ke atas
ranjang .. mendadak sehat dan aku mulai berguling guling .. berteriak di dalam bantal .. agar tak terdengar .. terduduk .. menghempaskan diriku lagi .. berguling dan menghabiskan bubur dengan lahap membayangkan bagaimana Max yang sibuk di dapur .. kerennya , tampannya .. membuatku mimisan
Aku mulai bosan dan aku beranjak dari tempat tidurku .. terbangun dan tersadar . aku sudah berganti baju , mengenakan baju kerja Max yang menutupi tubuhku .. aku mencium aroma kemejanya .. membuatku semakin jatuh cinta padanya . bertanya Tanya siapa yang mengganti bajuku .. mungkin Sani .. dan aku mulai mengingat kejadian malam itu .. sangat menakutkan bagiku, aku mengingatnya dengan jelas
.. Max yang keluar dari mobilnya .. disaat hujan deras , menarik lenganku dan memelukku erat .. aku yang gemetar hebat , menggigil kedinginan .. pandanganku berubah gelap seketika karena tak sanggup lagi menahan rasa sakit di sekujur tubuhku . Aku mengenakan sendal berbulu yang terdapat di bawah ranjangku dan berjingkat jingkat keluar kamar mencari Sani , khawatir bagaimana keadaanya .. bagaimana kalau dia sakit sepertiku .. aku harus menengoknya .
Udara diluar kamarku terasa sangat dingin menembus kulit .ingin rasanya aku kembali ke dalam ranjangku yang hangat dan nyaman .. tapi, aku menemui Sani jadi aku berjingkat jingkat sambil memeluk diriku sendiri , melindungi dari udara dingin diluar
Rumah ini besar dan aku berada di lantai dua .. bergaya hommy dan semua terbuat dari kayu dengan aksesoris dan dekorasinya berwarna putih dan warna kayu .. semua tampak rapih dan nyaman .. Aku menuruni anak tangga menuju lantai satu .. dilantai satu terdapat meja bulat dengan ukuran kayu yang terlihat mewah ..
dengan kursi bulat yang mengelilinginya .. ini ruang keluarga kurasa .. Aku menuju ke bagian dapur yang terdapat meja kayu panjang berwarna gelap .. dapurnya mempunyai sentuhan modern masa kini .. yang pasti sangat bersih dan nyaman . Aku tak dapat menemui siapapun .. sepi disini,
“ Sani .. “ Aku memanggil dan mencarinya tapi tak seorangpun muncul dan aku terus mengeksplore rumah ini . terasa sangat terkagum kagum dengan dekorasinya
Aku menuju bagian belakang rumah , terdapat kolam renang dan taman yang indah .. kecil dan menyenangkan . ada kolam ikan dan aku menghampirinya .. ikan koinya berlarian dengan bebas dan aku berjongkok memandangi mereka dengan terkagum kagum
“ Kenapa kau keluar kamarmu , “ Aku terperanjat kaget dan menoleh kemudian berdiri dengan cepat
“ Aku bosan dan mencari Sani “
“ Sudah kubilang dia kuliburkan “
Max mendekat kearahku dan menarik tanganku
“ Ayo kita kembali ke ruanganmu .. terlalu dingin diluar sini “
“ Max .. lepaskan aku bisa jalan sendiri “ kataku berusaha melepaskan tanganku dengan kesal . Max melepaskan tanganku dan aku berjalan melewatinya , kesal kembali ke kamarku .
__ADS_1