
aku kembali ke rumah saat malam tiba . aku tak lagi menggunakan supir pribadi . aku sering merasa kasihan dengan supir yang menunggu berjam jam dengan semua kegiatanku .. walaupun mereka selalu
__ADS_1
merasa baik baik saja tapi perasaanku tak benar benar baik . aku memilih menaiki bus untuk sampai ke perempatan terdekat dari rumah . tempat ku menyimpan sepeda dan aku pulang dengan mengendarai sepedaku ..
__ADS_1
Arthur sedang keluar kota dan kak Jessica mengurus pabrik jadi tak ada yang datang menggantikan aku menjaga kakek .. aku memastikan kakek benar benar tidur sebelum aku meninggalkannya barusan.. aku akan pulang dan mengambil beberapa potong pakaian bersih dan kembali lagi ke rumah sakit . tadinya aku akan pulang saat sore hari.. tapi kakek mengajakku banyak bercerita tentang pabrik aku tak mungkin menghentikan obrolan kakek . karena sebenarnya orang sakit hanya butuh menjernihkan kepalanya dari banyak masalah .. itu otomatis akan membuatnya dua kali lebih bersemangat untuk cepat sembuh.. itu membuatku terlambat untuk kembali ke rumah hanya sekedar untuk membersihkan diriku.. aku menghela nafas, kalau sudah begini mungkin aku bisa minta tolong supir untuk mengantar karena memang sudah terlalu malam untukku kembali ke sini dengan kendaraan umum . .
__ADS_1
aku memejamkan mata sejenak .. merasa amat letih .. ter kantuk kantuk aku menunggu bus datang . aku akan menunggunya sebentar lagi , tak lama hanya sepuluh menit . aku bisa saja pulang dengan taxi . tapi , entah sejak kapan aku menikmati perjalanan dengan bus kota . pengalaman yang tak pernah aku rasakan seumur hidupku. . aku tak lagi merasa berada di sangkar emas. ini semua tentunya tanpa persetujuan Max .. sampai mati kutahu dia tak akan mengijikan ku dalam keadaan yang tidak nyaman dan berbahaya
__ADS_1
pertama kali ku naik bis kota .. aku nyasar .. jika dalam 30 menit seharusnya aku sudah sampai di halte dekat rumah .. maka saat pertama kali ku coba .. aku berhenti di pemberhentian terakhir bus yang tak tahu berada di mana . dengan 2 jam penuh perjalanan . aku duduk di kursi pinggir berpegangan pada tiang.. memandang dengan aneh orang orang yang bergantian duduk di sebelahku . . agak mual dengan bau keringat mereka yang bercampur AC Bus yang terasa dingin . . berdesak desakan dengan banyak orang yang membuatku tak bisa bernafas. tak sedikit dari mereka yang menyodok ku dengan tas selempang yang di apit erat di bawah ketiak mereka. . tapi aku tak berani turun begitu saja .. karena ku sudah bertekad bagaimana rasanya menaiki kendaraan umum. dan saat aku tahu kalau aku nyasar .. aku pulang dengan taxi . itu terus berulang dengan sensasi dan pengalaman yang berbeda di setiap bus yang aku naiki. karena aku mencoba halte yang berbeda beda untuk mencoba dimanakah halte yang paling terdekat dari rumahku walaupun terus gagal tapi membuatku semakin penasaran. sampai suatu ketika ada seorang ibu berkisar berumur setengah abad mengajak ku ngobrol dan menanyaiku .. beliau yang memberitahukan di halte mana aku harus berhenti . aku sangat berterimakasih padanya .. mulai dari sana kemudian aku membeli sebuah sepeda beserta rantainya .. belajar mengendarainya dan itu yang kulakukan selama Max pergi . entah kenapa aku merasa amat bahagia melakukan hal itu
__ADS_1