
aku melihat bayangan diriku sendiri dalam pantulan cermin di kamar ku . cermin yang khusus di datangkan dari kamar tamu di lantai satu . aku membenci cermin sebenarnya jadi aku menyingkirkannya dari kamarku . selalu merasa tak nyaman melihat diriku yang tak secantik gadis gadis lain
aku berdiri memutar mutar kan tubuhku, agar roknya menjadi mengembang sambil tersenyum kecil . rok berwarna biru dengan kilau mutiara kecil kecil di atas kain nya benar benar sangat indah . warna kainnya biru gelap menggantung di atas kakiku. kainnya benar benar tebal jadi walaupun tampak atasnya terbuka , terasa hangat di dalam . aku menyematkan jepit rambut yang di bawa Sani ke rambutku yang terurai dan di biarkan keriting di bawahnya . aku suka , benar benar penata rambut yang handal . wajahku di poles dengan sedikit make up tipis dan natural . aku memastikan sekali lagi bahwa penampilanku sempurna , dan aku bergegas turun ke bawah .
Sani berjalan di belakangku , dia mengenakan rok pendek terusan berwarna hitam , ada sebuah pin emas di dada sebelah kirinya . semua pelayan di rumah ini berpakaian seperti itu. hanya bibi Jo yang berbaju sedikit berbeda , roknya ada garis warna putih yang memanjang dari sisi kiri pinggang ke sisi kanannya .
masih berada di tengah tangga ,aku melihat keramaian di bawah sana , mendadak merasa minder . aku tak pernah di perbolehkan melewati masa debut ku ,jangan kan masa debut keluar dari rumah kakek untuk ke kebun saja tak bisa . aku terdiam dan menoleh memandang Sani. Sani balas memandangku dengan tatapan penuh tanya . kemudian ada yang memanggil namaku
" kita sambut Freya Alexia Brawijaya "
__ADS_1
kemudian semua orang menoleh ke arahku . aku meletakkan tanganku yang terbalut sarung tangan berwarna senada dengan rok yang kupakai , meletakkan nya di dada . tangan kananku memegang pegangan kayu di tangga ini. aku kemudian tersenyum manis . memasang senyum paling manis tepatnya .. kemudian sebagian orang bertepuk tangan dan yang lainnya mengacungkan gelas berisi wine . kemudian , menyeruak diantara mereka .. Max yang berbalut tuxedo berwarna hitam . dia terlihat benar benar berbeda . Max mendekati tangga meunggu ku di anak tangga terakhir mengulurkan tangannya padaku .Aku memandang berkeliling melihat orang orang yang ramai dan memandangku dengan senyuman iri . aku menoleh memandang Sani yang membalas dengan senyuman mengiyakan . aku menyambut uluran tangan Max .
aku berbaur dengan para undangan . dan ada yang datang menemui ku , dia tante Yeni .. aku menahan tangis haru ketika melihatnya , Arthur yang mendorong kursi roda beliau . aku memeluk Arthur , senang dia tak lagi marah padaku . Arthur yang selalu membelaku , Arthur yang selalu menggangguku ,aku rindu .. lama aku memeluknya. ketika pelukan terlepas Arthur memberikan sesuatu padaku , katanya hadiah pertunangan ku .aku membukanya, sebuah gelang cantik yang berkilau indah
" bagus banget kak "
" itu punya mom . salah satu barang peninggalan leluhur , Freya .. " kata tante Yeni
kemudian muncul para gadis , dengan pasangan mereka berceloteh, cekikikan dan selalu ramai . tapi ada yang mengganggu penglihatan ku . yahh .. dia Nathan dan Alleya mereka terus terlihat mesra yang membuat hatiku merasa sangat berat. mereka memberikan hadiah padaku yang akan kubuka nanti karena acara akan segera di mulai.
__ADS_1
Max mendempel padaku . . memastikan tiap langkah yang ku lalui dan tamu undangan yang menyalamiku , acara berlangsung cepat kami saling bertukar cincin dan berbincang bincang dengan banyak relasi bisnis Max . tapi aku yang terlihat bodoh karena tak mengerti apa yang mereka bicarakan merasa sangat bosan . aku berbisik pada Max pelan
" Max aku bosan aku mau ke toilet dulu "
" ok Freya aku tak akan lama . tunggulah aku di dekat kolam renang kita bisa istirahat di sana dengan tenang . "
aku mengangguk dan pergi . tapi aku hanya menghampiri meja bar .mengambil segelas wine dan mencari tante Yeni, Arthur atau bahkan para gadis . siapapun itu asalkan aku mengenalnya .
rumah Max terlalu luas . aku celingukan mencari . aku melihat jam di dinding , pukul 11 malam . dan para tamu masih banyak yang bersantai di pesta ini
__ADS_1
aku melihat Nathan dan Alleya di pojok ruangan berbincang dengan Julius dan Arthur . aku malas mendekati mereka . ingin mencari tante Yeni tapi sepertinya beliau sudah istirahat . aku berharap beliau tinggal disini dahulu selama beberapa waktu . aku menyesap minumanku .. kemudian menghabiskan nya dengan cepat . mengganti gelasnya dengan yang baru dan masih terisi . kenapa aku harus melihat kemesraan mereka . aku menghindar dan memutuskan berjalan menuju kolam. aku akan bersantai sambil menunggu Max di sana.