
“ Kau baik baik saja ? “ katanya duduk di tepi ranjang tepat
di sebelahku , Max meletakkan buket bunga di meja di sebelah tempat tidurku ..
cahaya lampu berwarna kuning memantul dan membuat warna berbeda diatas warna bunga yang
berwarna warni , aku menatapnya sekilas dan memandang ujung kaki ku ,
menghindari tatapan Max
Max menyentuh dahiku dan menghela nafas lagi , “ Kau demam .. “
“ Aku baik baik saja .. “
“ kau tak tampak baik baik saja “
Aku terdiam dan berbalik .. memunggungi Max
“ Kau marah padaku , kau tak percaya padaku ? “
“ Sebaiknya kau meninggalkanku sendiri Max ,, aku ngantuk “ kataku acuh
“ Baiklah aku pergi ,, aku tak akan memaksamu untuk percaya pada apa yang terjadi , namun .. beri aku waktu sampai aku bisa menjelaskannya sendiri kepadamu .. aku meminta dengan sangat sampai waktu itu tiba , tetaplah percaya padaku .. karena .. aku tak akan pernah menghianatimu untuk orang lain “
Aku merasakan Max yang meninggalkan ranjang . Aku berbalik dan menatapnya dengan mata yang berkaca kaca
“ bagaimana aku bisa mempercayaimu jika kau tak menjelaskan apa apa padaku , Nathan bahkan mencoba menawarkan padaku untuk melarikan diri bersamanya “ Aku berusaha bangkit dari tempat tidurku dan meraih pergelangan tangannya namun karena tak sampai .. sejenak tanganku tertahan di udara dan aku menariknya dengan cepat ketika Max tiba tiba berbalik . dia berjongkok di hadapanku dan aku memandangnya dengan sedih
“ Aku sudah menahan diriku seumur hidupku dan ini aadalah kesempatanku yang kupunya untuk menghabiskan diriku bersamamu ,. Beberapa tahun belakangan ini aku bahkan meninggalkaanmu dan membuatmu kecewa padaku .. aku tak akan berbuat suatukebodohan lagi yang akan membuatku kehilanganmu “
Max meraih tubuhku dan memelukku erat
“ maafkan diriku yang terus menyakitimu , Freya “
“ aku menangis di atas pundaknya .. hatiku luluh dengan kata kata Max yang hangat “
__ADS_1
“ aku mempercayaimu Max .. “
“ terimakasih Freya .. terimakasih “
\~\~\~
Aku sudah mengepak beberapa barangku .Max benar benar obat yang ampuh untukku .. pagi ini aku sudah kembali bugar aku bahkan berhasil meyakinkan Arthur yang sangat berisik karena memaksaku untuk kembali ke kota hari ini ,dia benar benar harus kembali karena pekerjaannya ,, sepertinya dia banyak berubah dan mulai terbiasa berada di pabrik bersama tante Yeni. Dia yang sekarang tidak menghindari takdirnya lagi sebagai penerus keluarga Brawijaya ,dan sebentar lagi dia juga menjadi seorang ayah ,, dia harus mulai belajar berpikir sesuatu dengan matang dan tidak ceroboh.
Dan aku harus segera kembali ke klinik . Banyak hal yang aku harus lakukan sebelum aku pergi .waktu yang di berikan Max sangat sedikit dan aku tak akan menyia nyiakan kesempatan itu .. masih terngiang kata kata Max yang dia ucapkan padaku sewaktu dalam perjalanan menuruni bukit sebelum melewati kebun bunga dan membuatkan sebuah buket bunga yang indah untukku..
“ jika memang berat ,. Lepaskanlah Freya .. “
“ apa yang kau maksud Max .. “
“ Klinik .. aku tahu dengan pasti apa yang menjadi tujuanmu datang kemari dan apa yang terjadi di Klinik itu . aku tak ingin melihatmu dalam keadaan seperti kemarin .. aku tak ingin kau terluka lagi “
Aku menatapnya sejenak ,. Max tak sedetikpun melepaskan tangannya dari tanganku . Kami berjalan perlahan menuruni jalan yang berbeda dengan saat kami berangkatdini hari tadi Aku kemudian tertunduk
“ setidaknya aku ingin mencoba menyelesaikan apa yang aku mulai . Max “
“ Kau tahu Freya ,, semakin kau mencobanya dan gagal semakin besar rasa bersalah yang kurasakan padamu .
“ Aku tak menyalahkanmu Max .. “ kataku perlahan
“ karena siapa kau menjadi seperti ini ? penyesalanku semakin bertambah .. itu sebabnya mengapa selama ini aku hanya berdiri melihatmu .. “
Max melepaskan genggaman tangannya padaku dan dia pergi meninggalkanku .. berjalan bergegas .. dia bukan tipe orang yang dengan mudah mengutarakan perasaannya . Aku menghela nafas berat dan menenangkan hatiku sejenak .. berakting gembira sebelum kemudian menyusulnya dan menggenggam lengannya .. aku bergelayut manja di sana .. memamerkan senyumanku berharap dapat meluluhkan hatinya .
“ Max .. Ayohlah .. jangan pasang wajah mengerikan .. bukankah ini adalah hari ulangtahun ku ?” tanyaku menggodanya dengan memasang wajah cemberutku
“ Bukan begitu Maksudku Freya .. “ kata Max berhenti dan memandang wajahku .. mengelus rambutku dengan sebelah tangan yang lain
“ Aku .. biarkan aku menyelesaikan apa yang sudah aku mulai, Max .. Semua yang sudah terjadi biarlah terjadi , aku tak ingin menengok kembali masa lalu aku ingin terus focus kedepan hmm ?? “
Max menghembuskan nafas berat dan berkata
__ADS_1
“ Aku tak akan melarangmu melakukan apapun .. apa yang kau mau Freya .. namun aku tak bisa jika harus melihatmu menangis dan menderita .. “
“ beri aku kesempatan untuk mecoba lagi dan lagi .,. walaupun gagal .. walaupun aku terluka .. biarkan aku sampai aku akan berkata cukup dan berhenti melakukannya “
“ Aku … hanya tak ingin melihatmu sangat terluka lebih dari pada ini .. “
“ kau sudah berjanji padaku akan memberikanku waktu untuk kembali ke klinik kan ? aku berencana akan kembali sore ini “
“ Besok pagi ,, akan kuantar kau kesana .. “
“ kenapa tidak hari ini Max ? “
“ Besok dan seterusnya selama satu minggu aku akan mengantar dan menjemputmu ke Klinik dr Valencia “
“ max .. serius .. apakah sekarang kau jadi pengangguran yang punya banyak waktu untuk mengurusiku ? aku bukan anak kecil Max “
Max tak menjawab dan kembali berjalan perlahan meninggalkanku .. aku mengejarnya … butuh jawaban
“ Max .. “ kataku “ tunggu .. kenapa sih .. kau jadi aneh sekali .. “
“ Aku hanya menghabiskan waktu luangku saja “ kata Max cuek
“ benarkah kau sekarang jadi pengangguran ? Kau melepaskan perusahaanmu seperti yang Julius katakana tadi malam ? “
“ Aku .. sudah ku katakan ..walaupun aku jadi pengangguran aku tak akan mati kelaparan selama 7 turunan “ katanya dengan wajah sombongnya .. aku memasang wajah aneh mencelanya , mencibir .. aku mengejarnya untuk mensejajarkan langkah kakiku dengan kakinya . “ aku hanya mengawasi si kulit pucat itu ,., aku tak suka saat melihatnya pertama kali “
“ Kulit pucat ? siapa dia “
“ temanmu yang seperti mayat hidup bermata biru itu “
“ Jaden ? apa yang dia lakukan hingga kau sangat membencinya ? “
Max tak menjawab dan terus berjalan di sebelahku menuruni bukit .. membantuku ketika jalan tak rata dan berbatu
“ ngomong ngomong .. lama kita tak bertemu dengan Nathan dan kurasa kulitnya semakin memucat Max“
__ADS_1
“ Max berhenti dan menatapku “
“ jangan sebut nama pria lain ketika bersamaku “ Kata Max menatapku tajam . “ Lihat aku saja lurus kedepan dan jangan menoleh “ Max meraih tanganku dan kami berjalan berdua bergandengan tangan , menjagaku dengan kepalan tangannya yang kokoh dan kuat . *