
kakek pulang keesokan harinya . suasana hatiku sangat buruk . pikiranku berkecamuk bagaimana hidupku selanjutnya . antara senang dan sedih . aku merasa senang karena pada akhirnya di usiaku ini aku akan merasakan kebebasanku keluar dari rumah ini . kebebasan yang ku nantikan . tapi , apa arti kebebasan itu.. malam itu, Max kembali ke kota. sebelum pergi dia berkata padaku ,
" Freya tunggulah aku , aku akan menyelesaikan urusanku dan aku akan segera kembali untuk menjemputmu " katanya seraya menggenggam tanganku aku hanya memandangnya dengan tatapan kosong
aku cemas bagaimana aku akan hidup di kota , bisakah aku bertingkah layaknya bangsawan? aku hanya tau dunia luar hanya dari majalah majalah yang dibawa dari kota . membayangkan ketika melihat gambar yang menarik . membayangkan aku berada di dalamnya . bisa kah aku benar benar meninggalkan perkebunan ini? aku memasang wajah murung
dari kemarin aku tak melihat Arthur , seolah olah sengaja menghindariku. begitupun aku yang menghindari tante yeni . aku tak membencinya dia sudah mendapatkan balasan atas dosanya dengan kondisinya saat ini. dan kecelakaan itu bukan sepenuhnya salahnya .. tapi , aku akan meninggalkannya disini, sendiri .. tak kan ada lagi kebersamaan yang telah lalu, tak ada lagi alunan pianoku yang buruk. tak kan bisa lagi menghiburnya disaat serangan paniknya datang . disaat depresinya kambuh , menghela nafas berat, aku menyerah pada egoku . kasih sayangku pada tante yeni mengalahkan segalanya
aku beranjak pergi dari kamarku , pergi ke kamar tante yeni di lantai satu , aku melihat nya dari pintu kamar yang sedikit terbuka , beliau menghadap ke jendela . duduk di kursi rodanya . aku mengetuk pintu, memberi isyarat kalau aku datang . tante yeni tampak menghapus air matanya sebelum berbalik menghadapku
__ADS_1
" Freya .. " panggil tante Yeni dengan tatapan bahagianya . aku luluh .. semua rasa sakit yang kurasakan kemarin hilang sudah . aku datang dan memeluknya
" tante .. "
" maafin tante , freya " katanya panik
aku berlutut di depan kursi rodanya , memandang wajah tante yeni yang kusayang .
" kuharap begitu , tante " aku menyembunyikan ke galau an yang melanda hatiku . aku berusaha tersenyum . aku mengencangkan syal yang di pakai tante, beranjak berdiri , tapi mataku tertuju pada sesuatu yang berada di pangkuannya , sebuah bingkai foto
__ADS_1
" apa ini tante .. " tanyaku
tante berusaha menyembunyikannya sebelum akhirnya dengan ragu menyerahkan nya padaku. itu sebuah foto . foto mom dan tante yeni. aku memandangnya dengan penuh emosi yang tercampur aduk . aku sedih, termagu, bingung . aku bahkan melupakan foto mom . wajah yang hampir tak kuingat di sepanjang hidupku
" maaf Freya maaf .. maafin tante . tadi tante hanya teringat mendiang kak scarlet . tante tau bahwa itu gak akan pernah bisa menghapus dosa tante . maafin karena membuatmu sedih . tante emang pantes di benci " katanya dengan terbata bata . nafasnya menjadi tak beraturan .aku melihat tangannya mulai bergetar . serangan paniknya datang. tapi beliau berusaha menyembunyikannya dariku
" itu semua bukan salah tante " kataku lagi . " mulai sekarang tante tak perlu merasa bersalah padaku atau Arthur. yang sudah terjadi biarlah terjadi . aku sudah merelakannya " kataku padanya sambil mendekap foto mom .
tak lama aku kembali ke kamarku . entah kenapa aku merasa lebih ringan kali ini . seakan beban yang ku tanggung sedikit sudah ku lepaskan . ternyata mengikhlaskan sesuatu lebih mudah daripada menyimpan dendam . aku terjatuh di kasurku yang empuk masih mendekap foto mom yang ku ambil dari kamar tante yeni.
__ADS_1
" mom .. seandainya mom ada disini " gumamku