
aku membekap mulutku meredam tangisku .. berjongkok di depan pintu masuk ruangan .. aku kemudian berpindah ke kursi tunggu . menghapus air mataku .. memasang wajah tegar . kalau aku sedih bagaimana dengan Max?
Max .. banyak hal yang aku tak tahu tentangnya .. tentang keluarganya .. aku seperti merasa dia orang asing bagiku
aku mengenang kembali masa remaja yang ku habiskan bersama empat sekawan itu . aku selalu mengekori kemana mereka pergi .. berburu burung .. berjalan menjelajahi hutan .. mandi bersama di sungai . . bergaul dengan mereka membentuk karakterku menjadi cewek tomboi
aku mengingat beberapa kejadian lucu . kejadian memalukan .. seperti ketika aku lagi lagi mengekori mereka untuk observasi ke dalam hutan perkebunan kakek .. kami melewati sebuah sungai kecil yang harus kita lewati jika tak ingin basah karena aliran airnya .. caranya adalah dengan melompat diantara batu dengan batu sungai yang lainnya .. kaki mereka yang panjang tak memperhitungkan kaki pendekku . aku terpeleset dan jatuh membuat basah semua pakaian yang ku pakai . Julian dan Nathan menertawakan ku sebelum memutuskan untuk membantuku . . Arthur .. dia marah marah dan uring uringan sedangkan Max .. dia dengan diam nya membantuku .. melepaskan baju luarannya untuk ku pakai tapi aku malah mengambil uluran tangan Nathan .. aku terfokus padanya sejak lama .. kulitnya yang putih dan terlihat berkilau di tempa cahaya matahari .
atau saat kemping bersama .. aku yang ketakutan tidur di tenda sendirian karena tak bisa tidur bersama dengan para pria . aku gelisah sepanjang malam . apalagi terdengar suara suara aneh hewan hewan di sekitaran tenda kami. walaupun api unggun menyala . aku merasa sangat ketakutan . tapi Max tiba tiba keluar dari tendanya dan menggelar kain di depan api unggun memainkan gitarnya perlahan . aku mengintip dari dalam tenda bertanya padanya apa yang dia lakukan . tapi , Max yang tak pernah ramah tak menjawab pertanyaan ku malam itu . . aku kesal dan menutup kain tenda nya dengan kasar . tapi, berkat dia aku merasa tenang tidur mendengar petikan gitarnya sampai ku tertidur
aku baru sadar sekarang .. aku benar benar tak benar benar menganggap Max selama ini. sudah lama semenjak dia pergi beberapa waktu lalu aku menyesalinya .
aku duduk termenung beberapa saat membenamkan wajahku ke dalam tangan. mendongak kembali dan mengibas ibaskan wajahku.. berusaha kembali ke alam nyata. sampai ada seorang perempuan muda berpakaian perawat datang dan bersiap masuk . aku berdiri dan menghadangnya sejenak
__ADS_1
" maaf .. suster "
" ya ..? "
" emmm .. siapa pasien didalam itu? " tanyaku bimbang
" ohh .. ini ibu santika . "
" sakit apa suster? "
" saya calon dokter . boleh saya lihat rekam medisnya "
" maaf .. itu bukan wewenang saya .. "
__ADS_1
aku berdiri lunglai .. suster itu menempelkan tangannya pada kenop pintu bersiap untuk masuk ke dalam ruangan
" maaf . apa nona keluarganya ? "
" pria di dalam itu . .dia anak ibu Santika " kataku ragu
" oh .. tuan itu .. beliau sudah disini satu bulan yang lalu . selalu berdiri lama di depan pintu .. tadinya saya merasa aneh dan bertanya tapi . tuan itu lalu pergi " katanya sebelum masuk ke dalam ruangan
" iya suster .. " kataku menanggapi ucapan suster itu
satu bulan .. ? tanyaku dalam hati . .
apa dia beneran udah balik dari Amerika selama satu bulan? lalu .. kenapa dia tak datang menemui ku ?? apakah dia beneran ingin melupakanku .. tapi apa maksudnya kenapa dia tadi mencium ku
__ADS_1
banyak hal yang ku pikirkan dan membuatku pusing . aku berjalan mendekat ke arah pintu . . melihat ke dalam ruangan yang tertutup sedikit tirai . aku melihat separuh wajah Max dari luar . terlihat sangat tampan dan luar biasa ... selama sepersekian detik aku memandang kakiku .. kemudian beranjak pergi dari tempat itu . keluar menuju pos satpam meminta pada satpam penjaga agar mencarikan mobil agar bisa ku sewa dan aku pergi dari tempat itu