Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance

Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance
Episode 118


__ADS_3

“ Nona .. apakah anda lelah ? “


 Aku memalingkan wajahku dari jendela .. menatap wajah Sani yang terlihat sangat mengkhawatirkanku ..


“ Aku baik baik saja Sani .. jangan pasang wajah sperti itu " kataku sambil tersenyum padanya lemah


“ Kursi kabin ini sangat tak nyaman, Nona .. jika anda butuh sesuatu , katakan saja padaku .. “


Aku kembali tersenyum dan mengangguk mengiyakan ..


“ Sani .. bisakah kau hanya memanggil namaku saja ? “


“ Tidak Nona .. tidak .. saya tidak akan melakukannya .. saya menghormati anda Nona ..  “


“ Aku akan menaikkan gajimu dua kali lipat .. terlalu mencolok jika kau memanggilku dengan sebutan itu “


“ Bahkan jika anda memecat saya ,. Saya tak mau melakukannya .. tidak , itu amanat Tuan besar “


Aku menghela nafas .. memang hebat Max mencari pegawai yang loyal seperti dia ..


“ okay .. okay .. lakukan seperti yang tuan mu perintahkan “ kataku cemberut


Kami tiba saat malam sudah menyelimuti desa .. kabut tebalnya menutupi pemandangan dan luar biasa dingin disini .. Aku membantu Sani yang tampak kesulitan dengan semua barang bawaanku . Kami menunggu di perbatasan desa .. aku tak dapat menggunakan ponselku untuk meneleponnya .. namun aku sudah memberitahu nya saat turun dari kereta .. Max benar , ini bahkan lebih jauh dari kebun milik kakek .. semua yang kulihat


hutan ,.. desa .. hutan .. desa kecil .. terus seperti itu sampai tiba di jembatan besar yang membelah sungai .. kata supir yang mengantar kami , desa itu masih satu jam perjalanan .. Aku menghela nafas berat .. lapar dan lelah ..


aku mulai merindukan kamarku yang hangat dan nyaman


“ Pak .. maaf bisakah antarkan kita ke alamat ini ..? saya akan memberikan uang lebih untuk anda .. “


“ Bukan saya tak mau membantu .. tapi saya gak berani neng .. kabut udah turun dan pandangan bapak terbatas karena sudah tua . disana harus melewati hutan lagi , sama sekali gak ada desa lagi , desa yang neng mau datengin itu yang paling ujung “


Aku sedikit kesal dan ingin rasanya menangis .. keadaan macam apa ini .. mulai menyesali menolak tawaran Max dan bersikeras menuruti egoku .. namun saat aku hamper putus asa .. sebuah lampu mendekat kea rah kami .. itu mobil .. aku berharap itu adalah mobil yang akan mengantarkan kami ke alamat yang kami tuju


Mobil itu datang . mobil bak terbuka..

__ADS_1


            “ Maaf Freya , aku telat jemput .. ada banyak kendala “


“ Jaden??? “ aku skeptis antara harus sedih atau senang


“ Ya .. Valencia memintaku datang satu minggu yang lalu .. desa ini sedang membutuhkan tenaga medis . Aku akan mengantarmu kesana .. naiklah .. “


“ Naik? “ tanyaku kebingungan ,, aku harus duduk dimana dengan barang yang ku bawa dan Sani .. bagimana dengan Sani?


“ Duduklah di depan aku akan naik di belakang .. bersama bapak bapak ini “


Para pria itu membantu kami menaikkan barang kami ke bak mobil bagian belakang . sedangkan aku menuruti nya dengan duduk di kursi depan .. dan perjalanan kami .. baru saja di mulai


Aku beberapa kali melirik kearah Jaden yang terlihat sangat mencolok .. duduk di tepian bak mobil . rambutnya yang berwarna pirang berkibar tertiup angin.. bagaimana mungkin bule sepertinya bisa nyasar ke tempat terpencil seperti ini .. lalu bagaimana Magang nya di rumah sakit saint Carolus .. bukankah itu impiannya ? agar bisa lulus dengan nilai yang memuaskan .. aku jadi sangat penasaran karena hal itu .. aku kembali melirik ke arahnya .. menghawatirkannya . Jaden melihatku dari pantulan kaca spion , memergoki ku yang sedang menatap ke arahnya . Jaden tersenyum dan mengangguk ke arahku .. dan aku melakukan hal yang sama ..


Jalan berbatu dan berkelok kelok di depanku .. kami berjalan dengan perlahan karena kabut yang menutupi pandangan mata . Angin dingin menerpa wajahku karena jendela mobilnya yang tak bisa di tutup . Aku memandang keluar .. menyipitkan mata .. melihat jauh ke dalam hutan belantara .. menebak nebak apa yang ada di balik pepohonan . apakah sama dengan yang ada di kebun kakek ? namun hutan pinus dengan pohon yang menjulang tinggi ini lebih manakutkan .. Aku memandang ke depan .. kearah jalan yang gelap .diantara jarak pandang yang terbatas .. bahkan lampu mobil tak dapat menembusnya


“ Biasanya saya ga berani neng buat nekat jalan di jalanan kabut kaya gini “ kata supir mobil pada ku dan Sani yang duduk menemani mereka di depan


“ Lalu kenapa bapak mau? “ tanyaku


Aku menghela nafas .. aku tak terbiasa menggunakan Bahasa non formal . tapi sepertinya di tempat ini aku harus membiasakan diri . Aku menatap Sani yang memegangi tanganku .. wajahnya berubah ungu .. seperti tak suka ketika ada seseorang yang berbicara non formal padaku ..


Aku bukan Max yang terlahir dengan sendok emas di mulutnya . Bangsawan murni kelas satu .. semua orang membungkuk hormat padanya .. dia tidak pernah bertemu orang yang akan memperlakukannya dengan tidak sopan . berbeda denganku .. Aku bukan keturunan kelas bangsawan murni . kami dapat gelar kebangsawanan di depan nama kami hanya karena nenek moyang kami pernah menikahi bangsawan kelas atas seperti Max .. aku bahkan tak tahu silsilah keluarga yang mana .. dan karena kekayaan yang keluarga Brawijaya miliki .. makanya kami masih di perlakukan seperti bangsawan .. mungkin jika di kelompokkan .. keluargaku hanya bangsawan kelas menengah .. maka dari itu sejak kecil kakek selalu menekankan etika dan semua tingkah laku kebangsawanan ..


sangat kolot memang .. tapi, dengan cara itulah kami mempertahankan kehormatan keluarga .. lagi pula saat aku kuliah dan beberapa kali terlibat dalam pelayanan masyarakat banyak orang dari kelas rakyat yang menganggap ku sama seperti mereka .. aku bukan orang terkenal yang harus di hormati , tapi .. menghadapi mereka aku banyak diam dan menghindari , namun.. berada di tempat terpencil seperti ini adalah impianku .. karena itu aku akan membiasakan diri.


Aku menepuk tangan Sani dua kali . berusaha menyampaikan kepadanya bahwa aku baik baik saja . Aku juga harus membaur dengan banyak orang karena itu akan menjadi pekerjaan utamaku . Aku bukan tokoh masyarakat yang harus mementingkan harga diriku agar di hormati dan bertindak selayaknya orang kebanyakan . Selama dua puluh empat tahun belakangan ini .. aku , tak pernah membaur


Kami sampai di satu rumah berdinding separuh anyaman dan berlantai tegel , ubin jaman kuno . Mobil berhenti dan Jaden turun dari mobil mengatakan kepadaku bahwa kita sudah sampai . Aku memandang rumah itu takjub . belum pernah aku melihat rumah seminimalis ini . bahkan aku bisa melihat kemiringannya disana .Aku terbengong bengong cukup lama . keluar dari mobil  dengan perlahan , dan terdiam disana .


“ Maaf , mungkin kau tak akan merasa nyaman .. tapi, ini rumah terbaik yang bisa aku dapatkan “ Jaden sibuk menurunkan barang kami dan membawanya ke rumah tersebut . Sani mendekapku dengan sebelah tangannya dan mengantarku ke dalam rumah .


Aku masuk ke dalam rumah , memandang berkeliling ..


“ Disini kamarmu Freya .. ini berdinding bata .. jadi kau tak akan kedinginan oleh angin yang kemungkinan akan masuk dari sela sela anyaman “

__ADS_1


Aku mengikuti Jaden dan masuk ke dalam kamar . Ada sebuah dipan besar disana berkasur kapuk namun terlihat rapih walaupun semua serba minim


“ Istirahatlah dulu . perjalanan tadi sangat melelahkan pastinya “


“ Terimakasih Jaden .. aku tak menyangka bertemu kau di tempat ini “


“ Terimakasih juga memikirkan ajakanku untuk membantu Valencia disini . Rumahku di belakang sini . aku


menyewanya  .. jika ada yang kau butuhkan .. katakana padaku .. besok, biasakan dirimu di desa ini dulu . lusa aku akan mengajak Valencia agar bertemu denganmu “


Aku mengangguk dan Jaden menghilang di balik pintu utama


“ Kasurnya keras Nona .. Apakah anda mau mandi? Akan saya siapkan “


“ Tak usah Sani .. kau juga lelah .. aku baik baik saja “


Aku berbaring .. kasurnya tak sekeras yang aku bayangkan . cukup nyaman .. Sani


menyelimuti ku dan aku tertidur tanpa melepas jaketku .. terlalu dingin disini


“ Sani .. kau tidur dimana ?”


“ Ada dua ruangan lain dirumah ini, Nona .. saya akan tidur disana . hanya perlu di bersihkan sedikit “


“ Tidurlah bersamaku, Sani .. “


“ Tidak Nona.. saya akan tidur di kamar sebelah “


“ Aku takut tidur sendiri di tempat yang asing .. temani aku tidur disini “ kataku beringsut bergeser memberinya tempat . Sani memandangku ragu sebelum menuruti perkataanku .


“ Bahkan disini ada kelambunya juga . “ kataku dan Sani merebahkan dirinya di sebelahku setelah menutup kelambunya


“ Ahh .. aku lelah ..” kataku


Sani terbangun dan berkata “ Aku akan memijit anda Nona .. “

__ADS_1


“ Tidurlah Sani .. ayo tidur .. “ Kataku tersenyum padanya dan aku memejamkan mata .. aku sangat mengantuk sekarang


__ADS_2