
AKu meletakkan tubuh Freya dengan hati hati di Kasur yang nyaman di lantai dua . menyalakan pemanas ruangan dengan suhu yang stabil .. udara sangat dingin di luar , Sani mengikuti Freya sampai ke kamarnya
" Apakah nona akan baik baik saja tuan ? “
“ Ya .. tubuhnya sudah tak sedingin es seperti tadi ,, kurasa dia akan baik baik saja . bagaimana denganmu , Sani .. Ada kamar di lantai satu kau bisa tinggal disana .. “
“ Saya ingin kembali ke rumah tempat tinggal kami dan mengambil barang milik nona .. “
“ sekarang? “
“ ya tuan .. “
“ Keringkan tubuhmu, kau tak akan bisa melayani nona jika kau juga ikutan sakit . Aku akan menelepon Pak Agus penjaga rumah ini untuk mengantarkanmu .. “
“ Baik tuan .. “
Aku kembali ke kamarku dan berganti pakaian .. membuang pakaian yang lama dan berganti dengan pakaian bersih . Aku terduduk di pinggir tempat tidurku .. aku merasa lega datang disaat yang benar benar dibutuhkan
Aku menelepon pak Agus .. disini, telepon seluler bisa di gunakan .. karena letak villa yang berada di atas bukit . aku menyuruhnya datang dan akan mengantar Sani kembali ke rumah kontrakan mereka
__ADS_1
“ Tuan .. saya ijin untuk pergi sekarang .. “
“ Baiklah Sani .. katakan pada pria bule disana , agar memberitahukan kepada semua orang bahwa Freya punya beberapa urusan penting dan akan kembali jika urusannya telah selesai “
“ baik tuan .. “
“ Aku meliburkanmu Sani .. kembalilah saat kau ingin kembali “
“ Baik tuan “
Dan Sani berlalu dari hadapanku, dia masih mengenakan baju yang sama .. aku mendengar suara hairdryer tadi.. mungkin dia menggunakannya untuk mengeringkan pakaiannya . aku mengatakan pada Sani seperti itu karena aku tak ingin membuat semua orang berfikir buruk tentang Freya yang menghilang tiba tiba
Aku , masuk ke dalam kamar Freya dan melihatnya yang belum sadarkan diri .. aku mengkhawatirkannya .. membelai kepalanya .. dia demam .. aku mengambil thermometer di lantai satu dan kompres , aku mengesampingkan tubuhku yang luar biasa lelah . aku harus menemaninya .. merawatnya ,
Waktu berlalu dan aku kembali mengecek suhu tubuhnya .. 38 derajad, masih terlalu tinggi namun sudah tak menghawatirkan . aku mengganti kompres dan meninggalkannya .. sudah jam 3 pagi, aku kembali ke kamarku dan beristirahat .. aku sangat lelah ..
Pukul 8 pagi ,, matahari bersinar melalui jendela kamar , menyilaukan mataku . Aku mengecek pukul berapa sekarang .. dan aku teringat Freya .. Aku bangun dan mengeceknya .. posisi tidurnya sudah berubah .. sudah berguling dan mengacak acak selimutnya .. sepertinya , tidur buruknya sudah kembali .. berarti dia
sudah sehat .. syukurlah
__ADS_1
Aku turun ke lantai satu dan membuatkan sarapan untuknya , bubur yang ku masak sendiri .. dapur yang dingin dan tanpa pelayan membuatku teringat saat kelam .. saat aku harus mengurus diriku sendiri .. aku mengantar bubur ke kamar Freya tepat saat dia tersadar dan memanggi namaku , Freya menangis merasa tak percaya aku benar benar datang , dia sudah berusaha cukup tegar di selama ini . melihatnya sangat rapuh .. tanganku bergetar hebat sepintas bayangan ibu tiri yang kejam yang selalu rapuh setelah kepergian anak perempuan kesayangannya berkelebat di benakku . tapi, semua itu hilang saat Freya bangkit dan memelukku
.. menangis di pundakku ,aku membalas pelukannya . banyak hal yang ingin aku katakan namun aku menahannya .. aku tak ingin lebih menyakitinya lagi .
Aku baru bisa bernafas lega saat keluar dari kamar Freya beberapa detik yang lalu
.. Aku menahan hatiku , tetap berusaha terlihat tenang .. semua nya terasa salah dan membuat otakku tak dapat berfikir .. Aku mengatakannya begitu saja, tanpa berfikir , Aku menggaruk kepalaku yang tak terasa gatal .. Aku turun ke lantai satu dan menyelesaikan pekerjaanku .. Aku membaca tiap email yang dikirimkan kepadaku .. satu persatu , membaca dan menganalisa laporan Sofia yang dikirimkan kepadaku .. tak terasa waktu berlalu dan aku .. mendengar suara Freya yang memanggil Sani .. aku tahu mungkin dia mengkhawatirkannya ..
“ Kenapa kau keluar kamarmu , “ kataku padanya .. Aku memasukkan tanganku ke dalam saku , tersenyum geli saat ku lihat dia menoleh dengan cepat karena terkejut dan memandangku dengan tatapan heran
“ Aku bosan dan mencari Sani “ katanya dengan wajah manjanya
“ Sudah kubilang dia kuliburkan “ kataku .. mencemaskannya dengan pakaian minimnya .. dia memakai baju kerjaku .. terlihat kebesaran.. kakinya mengenakan sendal kelinci berbulu yang terlihat lucu .. Freya tak punya pilihan lain.. tak ada baju lain dirumah ini .. aku masih menunggu Sani yang mengepak barang barang milik nya
“ Ayo kita kembali ke ruanganmu .. terlalu dingin diluar sini “ Aku memaksanya kembali dan beristirahat di kamar
“ Max .. lepaskan aku bisa jalan sendiri “ kata Freya dengan kesal . Aku tak menyangka reaksinya akan sebegitu marahnya . Aku melepaskan cengkeraman tanganku dan dia melewatiku begitu saja . Aku menahan kata kataku yang akan mengajaknya makan siang .. tapi, aku menjadi sangat cemas saat sore tiba dan dia melewatkan makan siangnya .. aku tak ingin mengganggunya dengan datang ke kamarnya .. mungkin dia masih merasa tak enak badan dan memutuskan untuk tidur sepanjang hari .. Aku hanya mondar mandir di depan kamarnya .. mendengar suara televisi dari dalam kamar tidurnya .. dan aku memutuskan untuk mempersiapkan baberque mini di kolam belakang . jika dia memang akan melewatkan makan malamnya .. aku akan mengantarkannya ke kamarnya
Aku menyiapkan beberapa bahan sendirian . mulai menyalakan bara dan mempersiapkan daging . Freya sangat suka daging steak yang di bakar medium , setengah matang dengan bumbu baberque yang kental . Aku juga mengeluarkan beberapa bir .. aku mendapatkannya saat berhenti untuk mengisi bensin mobilku , minimarket di tempat pengisian nya ternyata menjual banyak minuman keras yang berasal dari luar negeri . itu berarti bir ini mempunyai kadar alcohol tinggi . . aku merasa heran namun semua yang dijual ditempat itu ada label bea cukai nya .. itu berarti dia menjualnya dengan legal . lagipula saat aku membelinya dia meminta kartu tanda kependudukan milikku yang berarti dia menjual kepada pria diatas dua puluh tahunan .
__ADS_1
Bara sudah siap ketika aku melihatnya lagi .. Freya berjalan ke arahku dengan tangan yang memeluk dirinya .. rambutnya berkibar karena angin malam .. udara sangat dingin .. aku bahkan mengenakan jaketku dan berdiri di depan api yang kunyalakan di dalam drum besi .. mengisi kembali kayunya agar apinya tetap
berkibar dan memberi kehangatan . Aku tak tahan dan mengambil selimut kotak kotak yang memang kusiapkan disana .. bagaimana mungkin dia berjalan keluar dengan baju setipis itu ,, dia bisa sakit lagi