Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance

Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance
Episode 128


__ADS_3

           Aku menghindari Max seharian ini dengan berkeliling area rumah ini .. rumahnya tak terlalu besar namun keberadaannya yang terasa janggal , di tengah pepohonan namun sangat asri dan menyenangkan . Aku menyelusuri jalanan beraspal dan berbelok ke jalan setapak dengan paving blok yang tersusun rapi .. kanan kirinya jalan setapak itu sebuah rumput jepang yang dipangkas rapih dan berkala dengan lampu jalan klasik berwarna hitam serta beberapa bangku taman .. aku bingung tempat apa ini .. di ujung jalan setapak terdapat


kolam ikan yang lumayan besar dan sebuah paviliun yang berdiri dengan aksen tiongkok yang kental .. Aku duduk bangku di paviliun tersebut yang bawahnya menyatu ke bagian kolam ikan di tengah areal itu .sebuah jembatan mungil bahkan dibagun dengan sangat indah di atas nya . Melihat pemandangan seperti ini membuat hatiku tenang dan tanpa kusadari aku tersenyum sepanjang perjalanan . Aku membuka buku novel terbaru yang kubawa dan baru ku baca setengahnya .. Beberapa saat yang lalu aku teringat Jaden dan para warga yang pasti mempertanyakan kepergianku . Aku harus segera kembali kesana dan menyelesaikan beberapa pekerjaan sebelum waktu yang kuminta dengan Max habis ..


              Aku tak mau terlalu lama berlarut larut dalam pikiranku tentang banyak hal .. aku mengalihkannya dengan duduk di salah satu tempat yang nyaman di paviliun itu dan mulai meneruskan bacaanku ..


              Aku melupakan waktu yang terus berjalan .. entah berapa lama aku sudah berada disana hingga angina bertiup dan mulai terasa dingin . Aku tak mengenakan jam tangan dan tak membawa handphone ku yang tak berguna itu , langit menjadi gelap .. entah mendung atau sudah sore .. yang pasti aku harus bergegas kembali ..


aku tak ingin berlari hujan hujanan yang akan membuatku kehilangan stamina dan itu berarti aku akan terjebak di tempat ini ..


             Aku menutup buku novelku dan beranjak pergi.. saat aku melihat seseorang yang berlari kearahku .. berdiri di hadapanku dengan nafas yang tersengal


            “ Aku mencarimu .. semua orang mencari mu Freya .. “


            “ Aku bukan anak kecil lagi , Nath  .. Aku bisa menjaga diriku sendiri “


            " hei , baru beberapa waktu yang lalu aku menolongmu yang pingsan saat di air terjun , kau berat Freya ,, aku tak mau mengulanginya lagi .. ayo kita pulang .. sebentar lagi hujan “

__ADS_1


             Aku menatap Nathan dengan pandangan kesalku dan berjalan mendahuluinya


            “ Aku bercanda Frey , “ Nathan menyusulku dan memblokir jalanku


            “ Aku tak berkeberatan jika kita bahkan menghabiskan waktu bersama di sini , hujan sebentar lagi turun dan ku yakin saat itu tiba taka da orang yang sengaja mencari kita dan kita bisa menghabiskan banyak waktu bersama “ Nathan tersenyum dengan senyum khasnya yang menawan .. dia memang tampan dan senyumannya


meluluhkan hati banyak wanita


            “ Aku akan memilih untuk bergegas pulang Nath “


           “ Apa kau tak mau menghabiskan banyak waktu denganku , Frey ? “


           “Ayo kita pulang .. “ kataku menghindarinya dan meninggalkannya .. tapi saat aku melangkahkan kakiku, Nathan menangkap tanganku dan berkata


           “ kenapa kau terus menghindariku Frey .. “


           “ maaf Nath .. aku tak ingin kau salah paham ,. Namun perasaanku padamu sudah lama ku lupakan .. “

__ADS_1


           “ Max .. apakah kau benar benar jatuh cinta padanya ? aku tahu dengan pasti apa yang terjadi pada pertunangan palsu kalian .. aku berada di sana saat itu “


           “ ya ,, dan aku disana saat itu juga . . saat kau melamar Alleya di depan mataku .. mungkin aku memang terjebak dengan Max ,, namun .. aku tak menyesalinya “ kataku dengan mata membara


          “ Ayo kita mulai lagi .. saat itu aku tak tahu betapa dalamnya perasaanmu padaku .. “


          “ sudah kubilang lupakan saja Nath .. kisah yang kuimpikan .. kisah itu .. sudah lama ku lupakan .. seperti kata banyak buku yang kubaca .. cinta pertama tak akan pernah berhasil “


           Aku meninggalkannya dan berjalan kembali ke dalam villa milik Max .. aku melihatnya berdiri di pintu utama .. seperti sedang menungguku .. dia masih saja setampan yang kuingat walaupun dengan wajah khawatirnya ketika melihatku. aku ingin berlari kearahnya dan memeluknya . namun tak kulakukan .. aku bahkan tak menatap wajahnya , melaluinya begitu saja dan kembali masuk ke dalam kamarku


          Aku menyalakan televisi namun otakku melayang kemana mana .. membuatku frustasi ..


kenapa  harus sekarang .. kenapa dia datang disaat aku sudah memutuskan kemana hatiku tinggal .. mungkin, jika


Nathan datang beberapa tahun yang lalu, dia akan membuatku goyah dan mungkin akan benar benar kabur ke dalam pelukannya .. Aku, tak menyesal menolaknya .. namun, cinta pertama memang sulit di lupakan


          Perutku berbunyi dan aku membencinya .. aku memandang keluar jendela dan hujan mulai turun .. Aku melewatkan makan siangku dan aku harus turun ke bawah .. aku tak mungkin menyuruh Sani menyiapkan makan siangku yang sudah terlewat .. bagaimana aku mencarinya jika ponselku saja tak berguna .. Aku beranjak ke dalam kamar mandi .. membasuh diriku .. menjernihkan otakku dengan berendam di dalam bathup

__ADS_1


yang berisikan air panas .. aku menekuk kakiku dan memeluknya , Aku merindukan Max .. aku merasa bodoh bagaimana bisa , aku baru melihatnya beberapa menit yang lalu ,. Setiap hari namun aku masih saja merindukannya .. semua pikiran yang bercampur di dalam otakku membuatku muak


           Aku menenggelamkan diriku ke dalam air .. membuka mataku dan melihat gelembung gelembung air yang keluar dari mulutku .. Aku memejamkan mata dan membukanya lagi menghitung waktu sampai berapa lama aku dapat menahan nafasku .. seakan akan jika aku dapat berkonsentrasi dengan apa yang kulakukan saat ini aku dapat melupakan sejenak tentang semua ini.


__ADS_2