
Nathan mengajakku ke Mall terdekat .. aku tak menyukai keramaian namun aku tak menolak dan memang sepertinya aku membutuhkan refreshing untuk sekedar berjalan jalan dan melihat lihat .. aku berjalan perlahan dan benar benar menikmati setiap langkah yang ku ambil , sampai Nathan meraih lenganku dan meletakkannya
di lengannya .. aku menatap wajahnya yang hanya terlihat rahangnya yang keras dan putih sempurna .. aku baru menyadari banyak orang yang berdiri dan bergosip ketika kami melewati atau sekedar berpapasan . membuatku sangat tak nyaman
“ Apakah ada yang salah denganku ? apakah sangat terlihat aku orang udik yang baru datang ke Mall seperti ini ? aku sangat merasa tidak nyaman “
“ coba kulihat .. “
Nathan berhenti dan memutar bahuku agar beralih ke hadapannya .. aku menatapnya bingung
“ mmmm menurutku kau terlihat sempurna .. “ kata Nathan , tangannya merapihkan sedikit
poniku .. “ Gimana kalau kita nonton film? “ tanya Nathan dengan senyum ramahnya . Aku mengangguk dan berusaha mengabaikan tatapan orang orang yang sangat membuatku tidak nyaman
Kami sampai di bioskop di lantai teratas Mall . Aku menunggu di ruang privat yang di sewa Nathan , menunggunya ,. Itu karena permintaanku padanya .. walaupun tak banyak orang namun beberapa orang memperhatikan ku dari ujung sepatu sampai ujung kepala .. seperti menaksir harga ayam di pasar . Nathan datang tak lama kemudian
“ kau lapar? Film yang kau pilih akan di putar satu jam lagi . kau yakin ingin menonton film ini ? “
Aku mengangguk ..
“ masih ada waktu .. gimana kalau kita cari makan.. sebentar lagi makan siang dan kita sudah melewatkan sarapan .. aku yakin perutmu sudah keroncongan “
Nathan berdiri dan memberikan tangannya .. aku meraihnya dan Nathan kembali meletakkan tanganku di lengannya .. Aku merasa sangat nyaman .. bukan karena perasaanku padanya .. seperti kepada seseorang yang menjagaku .. seperti kakak .. seperti pengawal pribadi .. seperti seseorang yang kuat yang akan menjagaku
Kami turun ke dua lantai di bawah lantai bioskop untuk menuju food court . melewati aula besar yang di sering di sewa untuk gedung pertemuan di sana . terdengar ramai .. dan aku melihat banyak bunga disana .. aku melewati pintunya yang sedikit terbuka
“ Sepertinya ada acara penting .. banyak sekali karangan bunganya “
“ Sepertinya kita lewat di jalan yang salah .. lebih baik kita berputar lewat jalan yang satunya .. “ kata Nathan mendadak putar balik .. dan berjalan melewati jalan yang tadi kami lalui .. tepat bersamaan dengan seorang pria paruh baya yang baru mengantar karangan bunga .. aku sekilas melihat namanya yang tertera disana
__ADS_1
“ CONGRATULATION AND SUCCESS atas pertunangan MS Group dan TJandra Group dari William dan Marry anne “
Aku mendadak terpaku. Melepaskan pegangan tanganku pada tangan Nathan dan berlari menerobos ke dalam ruangan .. aku mencari Max dan dia berdiri disana .. dengan tuxedo hitam , wajahnya menahan kemarahan dan tak dapat tersenyum ,. Aku mengatur nafasku tepat disaat mata kami bertemu .. dia menatapku tanpa berkedip
. aku mendadak merasa mual dan berpusing .. oleng . dan seseorang menangkapku , Nathan .. sedetik kemudian .. dari pintu yang lain menerobos seseorang berjalan dengan cepat dan memukul Max , aku berusaha mencerna semuanya .. Dia Arthur .. aku tak dapat mendengar kata kata kasar yang diucapkan kakakku . aku merasa pengar namun aku berusaha kuat dan berdiri , menghampiri Arthur .. menerobos kerumunan wartawan yang sibuk memfoto kesana kemari .. Aku memandang sinis kearah Max yang masih terbaring di karpet merah dengan wajah Angela yang cantik sempurna berjongkok di sebelahnya .. berteriak agar memanggil security untuk mengusir kami ..
“ Arthur ,, aku baik saja .. ayo pergi “
“ Freya .. kau disini ? “
“ Aku kebetulan sedang jalan jalan “
“ Dia bersamaku .. “ Kata Nathan ,. Merangkul pundakku .. aku berusaha menahan kaki dan tanganku yang gemetar luar biasa agar Arthur tidak khawatir dengan keadaanku . menggandeng dan memaksa Arthur keluar dari tempat itu tanpa berkata kata
“ ******** sialan .. Aku tahu MS group bukan perusahaan ecek ecek .. dia meninggalkan adikku hanya demi uang dan kekuasaan .. sialan !! “ Athur menendang karangan bunga di luar ruangan .. membuat nya berantakan dan membuat panitia acara menghampiri kami
“ kau mau kuantar pulang ? atau ada tempat yang mau kau kunjungi ? akan kuantar “
“ Antar aku pulang saja Nathan .. “
“ Oh .. ada tempat di mana kau bisa menenangkan diri disana .. kau mau lihat? “
Aku tak menjawab pertanyaan Nathan .. Aku sibuk menenangkan diriku sendiri. Aku mempercayai Max apapun yang terjadi . namun , apa yang kulihat tadi sungguh di luar apa yang bisa ku bayangkan dan bisa di jelaskan dengan kata kata .. aku berusaha mencari jawaban namun seberapa kerasnya aku berfikir .. kepalaku
semakin berdenyut dengan kerat .. mencengkeram kepalaku dengan erat ..
Kami sampai di sebuah rumah dengan kaca besar di semua sisinya .. sangat gelap .. tempatnya yang asing membuat pikiranku teralihkan . Bagunannya unik .. bentuknya artistic dan miring ke sebelah kanan . tampak jelas dari luar .. Aku menunggu Nathan mengotak atik kunci untuk membuka pintu utamanya .. tamannya yang luas tampak gelap dan menyeramkan . hanya terlihat sedikit pantulan dari cahaya bulan .. aku dapat melihat taman kecil yang tertata rapih dan tempatnya yang bersih membuatku sangat nyaman dan menyukai tempat ini dari pertama kali ku melihatnya .
__ADS_1
Nathan Masuk dan aku mengekor di belakangnya , menyalakan saklar rumah utama dan ruangan yang luas terlihat terang dan semua yang kulihat sangat luar biasa ,, ini bukan rumah biasa ,, ini sebuah galeri seni yang indah . Ada puluhan lukisan dan patung indah yang di pajang disana aku berkeliling tanpa sadar ..
“ Sudah ku duga kau akan menyukai tempat ini .. “
“ Ahh .. aku ,, aku .. “
“ kau bisa melihatnya nanti , ayo .. kuantar kau ke lantai dua “
Aku lagi lagi mengekori Nathan menuju ke lantai dua . semua yang berada di ruangan ini membuatku sangat terkesan .. tangganya terbuat dari kaca dan kayu yang di cat natural . semua nya tampak indah , aku benar benar menyukainya
Kami berada di ruangan besar yang terasa lebih hommy . disana ada sofa besar berwarna putih , peralatan elektronik canggih dan lengkap . ada satu ruangan dan itu adalah kamar tidur yang semua furniturnya
terbuat dari yang di cat dengan warna natural dan berwarna putih .. Nathan membuka semua kain berwarna putih yang menyelimuti semua furniture di tempat ini .. aku membantu Nathan membukanya dengan perlahan
“ Sudah empat tahun .. hati hati saat membukanya Freya ,debu di mana mana .. kau kan alergi debu “
Aku membuka kain yang menutupi sofa dan aku duduk disana , memandang sekitar dengan nanar , aku merasa lelah luar biasa ,, hari sudah gelap di luar . Aku bahkan melewatkan sarapan, makan siang dan makan
malam dan aku bahkan tak merasa lapar . hanya merasa seolah aku baru saja lari marathon 1000 km yang membuatku kehabisan energy ,
“ Kau terlihat pucat, Freya .. aku akan membuatkanmu minuman untuk menghangatkan diri dan aku akan pesan delivery untuk makan malam . tunggulah disini “
“ Terimakasih Nathan .. “
Nathan Tersenyum dan berlalu . Aku dapat melihat dapurnya dari sini .. Aku memandang televisi yang tidak menyala dengan tatapan kosong . Aku kemudian memejamkan mataku .. berusaha menghilangkan ingatanku tentang Max .. Namun, ketika aku memejamkan mataku semakin jelas terlihat ,, rasa ini menyiksaku hingga kurasa dapat membunuhku secara perlahan.
Nathan datang dan dia membawakanku segelas kopi panas .
“ hanya ada kopi . tehnya sepertinya sudah kadaluarsa haha .. “
__ADS_1
“ Ini cukup Nathan . terimakasih “ kataku memegang gelas dengan kedua tanganku .. aku berusaha menghangatkan tanganku di atas gelas panas dan menyesap isinya dengan perlahan. Rasa hangatnya yang membasahi tenggorokan sedikit menenangkanku .