
“ Aku melacakmu dari handphone mu yang akhirnya aktif “
“ Apa yang kau lakukan disini Max ? “ tanyaku sinis
“ Aku merindukanmu “
Max menyebrangi ruangan dan berjalan dengan cepat ke arahku . Aku panik dan mengambil benda yang ku acungkan padanya
“ Pergi dariku .. aku benci kau Max .. “
Max berhenti dan menatapku .. Amarahku memuncak namun aku berusaha menahannya .. membuat air mataku terjatuh , aku sudah tak sanggup lagi menahannya dan sok kuat seperti selama ini
“ Letakkan benda itu Freya ,, itu dapat membahayakan dirimu “
Max berjalan mendekat perlahan dan aku berjalan mundur
“ aku tak memintamu mempercayaiku .. aku hanya .. ingin bertemu denganmu , melihat keadaanmu . jika kau tak ingin melihatku , aku akan pergi .. tapi, letakkan benda itu darimu “
Aku menggila mendengar kata katanya. Sebuah pisau berbentuk lancip untuk menyerut pensil gambar ku letakkan di pergelangan tanganku .
“ Pergi menjauh dariku Max .. aku mempercayai mu sampai ke seluruh tulang tulang ku . tapi apa yang ku lihat berlawanan dengan semua sikap yang kau berikan kepadaku . kau menyakitiku Max “ kataku tersedu ,, air matanya membuat kabur pandanganku, aku mengusapnya dan dengan cepat Max memanfaatkan keadaan dan merebut pisau itu dariku ,
“ Jangan lukai dirimu , lebih baik aku yang terluka . . “ max menyayatkan pisaunya pada pergelangan tangannya .. satu , dua, tiga .. Max menggoreskannya dengan wajah tanpa ekspresi di hadapanku .. menatapku dengan pandangannya yang tak dapat ku jelaskan dengan kata kata
“ Hentikan .. hentikan Max .. “ ketika Max akan menyayat pergelangan tangannya untuk keempat kalinya .. darah menetes dengan deras dari tangannya , darah yang kental dan berwarna merah .. seperti darah yang kulihat di masa lalu .. “ hentikan aku mohon .. “ aku merosot dan jatuh terduduk disana .. menangis tersedu sedu
Max menghampiriku ..
“ Maafkan aku yang telah melukaimu hingga seperti ini . Aku akan pergi .. tak ada yang perlu ku jelaskan.. melihatmu seperti ini karenaku .. aku benar benar minta maaf . jangan pernah melukai dirimu sendiri kau harus berjanji padaku Freya “ kata Nathan memegangi kedua pundakku .. aku tak dapat mengangkat kepalaku untuk menjawab pertanyaannya .. hanya menangis disana .. hatiku terasa terkoyak
__ADS_1
Suara pisau terjatuh memecah keheningan ,Max berdiri dan meninggalkanku disana .. menghilang di balik pintu meninggalkan jejak darah yang menetes dari lengannya .. aku tersadar dan berdiri mengejarnya .. sosoknya menjauh dan hampir mencapai pintu utama . aku mengejarnya dan memeluknya dari belakang .. mengeratkan kedua tanganku terisak .. Air mataku membasahi setelan Jas nya yang mahal . Kami berdiri beberapa saat disana hingga aku sedikit merasa tenang dan Max menggenggam kedua tanganku dengan kedua
tangannya dan melepaskannya dengan lembut , berbalik dan memelukku
“ Hanya kau yang ku punya dan kau pergi ,, aku .. sendirian di dunia ini , Aku merasa tak punya alasan untuk tetap hidup “ kataku terisak
“ Maafkan membuatku seperti ini .. aku , hatiku .. hanya kau Freya .. “
Max menciumku disana .. berdiri dan memelukku dengan erat sampai aku tersadar kalau darah dari tangannya yang terluka tak berhenti mengalir . Max meyakinkanku bahwa dia baik baik saja . Namun aku yang merasa bersalah dua kali lipat memaksanya untuk melihat lukanya .
Aku mengeluarkan peralatan P3k yang ku beli tadi karena aku merasa tak berguna dengan kejadian Nathan kemarin .. luka nya lumayan dalam ternyata . harus di jahit namun Max menolak , jadi aku hanya melakukan yang terbaik untuk lukanya .. Max membuka setelan luar Jas nya ,, menggulung bagian lengannya yang
terluka, bercak darah mengotori pakaiannya dimana mana . Aku duduk disana memandangnya dengan bingung bagaimana aku harus bersikap sekarang
“ lukisan di bawah itu …. “
“ Atau sebenarnya kita memang tidak berjodoh Max .. kita hanya memaksakan diri kita sendiri “
“ Jika memang tuhan menggariskannya seperti itu aku akan menentangnya .. aku akan mengubah takdirku agar bisa bersamamu .. “ kata Nathan tegas membuatku salah tingkah
“ aku akan membereskan ini .. semuanya berserakan .. “ kataku gugup . Max menarik tanganku dan membuatku yang sedang berdiri ingin membuang semua kassa bekas darah miliknya , oleng dan terjatuh di sebelahnya , terduduk di sofa .. Max menyelipkan sebelah tangannya yang di perban ke belakang tubuhku
“ Awww .. “ katanya “ tanganku rasanya berdenyut sakit .. “
“ Akan ku carikan obat penghilang rasa sakit . kau harus meminumnya .. kalau tak salah aku tadi membelinya “
Max mencengkeram tanganku , membuatku berhenti mencarinya di kotak peralatan kesehatan
“ fokuslah hanya padaku “ kata Max memiringkan wajahku dengan jemari tangannya , menyelipkan rambutku ke belakang telinga . Aku menegang dan menatapnya dengan gugup
__ADS_1
“ Apa yang kau lihat kemarin , tidak sepenuhnya benar Freya .. aku sedang mencari titik lemah Angela .. Mr Lee mengancam nyawa ibuku dan aku harus memenuhi keinginannya untuk menerima pertunangan itu . dengan berita bahwa MS Group bertunangan dengan perusahaanku membuat harga sahamnya naik dengan sempurna .
itu alasan Mr Lee , hanya demi uang dan kekuasaan . Aku minta maaf karena tidak memberitahumu . semuanya memdadak dan harus membuatku membuat keputusan dengan cepat .. aku melukaimu “
“ Aku mempercayaimu Max .. lebih daripada diriku sendiri .. aku hanya butuh penjelasan “
“ baiklah aku berjanji mulai sekarang aku akan melibatkanmu di setiap keputusanku . dengan begitu .. apakah kau memaafkanku? “
“ Ya Max .. tapi kenapa kau harus melukai dirimu seperti ini? “
“ Aku ,, lebih baik mati jika melihatmu terluka .. “
“ tapi, bagaimana tadi jika mengenai nadimu .. itu bisa berbahaya bagimu “ kataku sewot
“ aku .. tak tahu bagaimana caranya meyakinkan perasaanku padamu , aku tak pandai berkata kata . aku bukan pula pria romantis .. yang bisa ku lakukan hanyalah tindakanku agar kau percaya aku benar benar bersungguh sungguh tentang perasaanku padamu “
“ Apakah kau bersungguh sungguh ingin meninggalkanku tadi ? “ tanyaku lagi
“ Ya .. jika memang itu yang terbaik bagimu, Freya .. jika itu yang kau minta “
“ Jangan pernah lakukan itu lagi . bahkan jika ku memintanya “
Max memainkan rambut panjangku .. merapikan poniku dan memandangku dengan wajah sedihnya namun penuh kasih sayang
“ kau berjanji?? “ tanyaku lagi
“ Ya aku berjanji ..dan bisakah kau berikan aku sedikit waktu lagi, Freya aku akan mencari cara untuk melepaskan diri dari masalah ini . apakah kau mempercayaiku? “ tanyanya lembut
Aku mengangguk dan Max kembali menciumku dengan lembut . kami menghabiskan malam bersama . . malam panjang .. besok aku akan kembali ke apartemen miliknya , agar tak lagi membuatnya khawatir karena memikirkan diriku
__ADS_1