
aku menghela nafas lega.. menyandarkan kepalaku di dinding yang ber cat warna cream pucat . aku memandang sejenak langit langit nya yang berwarna putih . Julius mengagetkanku ketika menyadarkan ku kopi panas . aku menerima gelas kertas ditangannya mencengkeram di dalam tanganku . aku duduk bertopang pada kakiku . . menimang nimang gelas di hadapanku .
" Julius .. "
" yo Max .. "
aku terdiam sejenak menata kata kata untukku sampaikan pada sahabatku ini . Julius anak yang usil dan ceria .. tingkahnya selengean dan sangat cuek . wajahnya innocent dengan mata kecil dan kulit putih serta penampilan oke .. dia banyak di puja kaum hawa membuatnya lupa daratan dan mencoba kesucian para kimchil itu . entah berapa puluh bahkan ratusan wanita yang di kencaninya setiap hari . dia orang bebas yang sangat menikmati hidupnya . keluarganya terbilang pebisnis sukses . . dia mungkin agak kesepian karena orang tuanya yang selalu berada di luar negeri . terlepas dari itu semua .. dia sangat berkecukupan .. aku sudah berulang kali menasehatinya untuk setia dengan satu pasangan saja . tapi, dengan jawaban yang sama " nanti aku bosan kalau setiap hari harus makan apel .. aku harus makan melon, jeruk, mangga dan semangka, bro .. " katanya cuek .tapi walaupun begitu , Julius adalah teman yang setia . dari pertama kali aku melihatnya dia selalu mengekoriku. dia orang pertama yang melihat topeng yang ku pakai setiap hari . dia orang pertama yang memahami bagaimana aku menekan perasaanku selama ini .dan dia orang pertama yang selalu berada di sampingku .. mensuportku selama ini
Julius asyik bermain handphone . tersenyum dengan handhphone miliknya .. mungkin itu berhubungan dengan cewek cewek yang mengelilinginya . terkadang aku heran bagaimana bisa dia yang malamnya party , kencan dan tidur sembarangan dia selalu datang paling pagi di kantor . dia tak pernah absen atau mengacaukan scedule pekerjaan yang ku berikan . dia selalu cermat ketika meeting dengan siapapun padahal malamnya kutahu dia drama dengan para kekasihnya yang mengamuk ketika tahu mereka di tipu selama ini dengan kelakuan asli nya . atau dia tidak berubah suram ketika ada masalah dengan para gadisnya tetap konsisten dan profesional.. aku , selalu mengamatinya tanpa banyak berkata kata . karena kupikir .. percuma saja menasehatinya . dari sana ku tahu betapa profesional seorang Julius yang terlihat kekanak kanakan dengan semua leluconnya . dia benar benar teman yang setia
" aku .. tahu Jul .. kau memata mataiku selama ini " kataku padanya . Julius memandangku .. menyimpan handphonenya di dalam saku celananya dan memandangku dengan serius
__ADS_1
" apa maksudmu, Max ? " tanya nya
" kau harusnya tahu tanpa perlu ku jelaskan Jul.. "
'" bagian yang mana ini? " katanya balik bertanya
" ini tentang Freya .. " kataku sedikit emosional
Julius memandangku dengan tatapan tak percaya . dia terdiam sejenak berfikir dengan kata kata yang harus dia jelaskan padaku. karena dia tahu aku tak mentolelir kesalahan dan aku tak menyukai alasan.
" kau tahu alasanku ke Amerika , Jul .. kau disana .. aku ingin memberi dia kesempatan hidup .. tidak dengan orang sepertiku "
__ADS_1
" memang apa yang salah dari dirimu, Max .. "
" dia kehilangan ingatan masa kecilnya karena aku .. kau disana Jul .. kau tahu "
" itu bukan salahmu Max .. itu hanya salah paham "
" aku yang membuatnya trauma Jul. .. sampai harus menjalani terapi menghilangkan sebagian ingatannya untuk menjalani hidupnya lagi .. semua salahku .. dan kemarin aku melakukan hal yang sama . aku berlaku kasar hingga Freya mengalami syok dan tak sadarkan diri selama tiga hari . "
" cukup Max .. mau sampai kapan kamu mau terus berpijak pada masa lalu . Freya menyukaimu .. dia mencintaimu yang sekarang "
aku menoleh memandang Julius tak percaya . aku frustasi dan mengacak acak rambutku . aku ingin bertemu Freya .. menanyakan padanya secara langsung . aku bergegas menuju parkiran . membuka pintu mobil dan membantingnya keras . aku berdiri di pintu kemudi mobil sedan milikku dan bersandar di pintunya yang tertutup .. Julius mengekoriku
__ADS_1
" Pergilah Max aku akan menjaga Ibu "
Aku memandangnya sejenak . membuka pintu mobil dan melaju dengan cepat menuju rumah kakek .. dengan cepat masuk lewat pintu utama menaiki anak tangga dengan sekali lompatan dan menuju ke kamar Freya . mengetuk pintunya .. lama Freya baru membukakan pintu.. tapi betapa terkejutnya aku melihat wajahnya yang sembab dan matanya yang memerah .. Freya menjatuhkan tubuhnya padaku dengan menutupi wajahnya yang mulai menangis . Freya terlihat sangat rapuh ..