
Freya Alexia Brawijaya
Aku sedang tertidur pulas .. suara ketukan di jendela membangunkanku ,,. Aku mengucek kucek mataku yang terasa kebas . “ Tek ,, tekk .. tek “ suara itu datang lagi dan mengusir rasa kantukku dengan seketika . Aku menghampiri jendela dan membuka tirainya . setitik cahaya terlihat di bawah sana .. aku menyipitkan mataku dan
berusaha melihat dengan jelas apa yang ada di bawah sana .. seseorang melambai .. aku membuka jendela kamarku agar lebih jelasku melihatnya , seseorang dengan rambut berwarna coklat bergoyang tertutup kabut tebal pagi ini .. dia Max .. apa yang dia kerjakan di bawah sana .. Telepon berdering .. aku menoleh ke sumber suara dank e bawah kea rah Max .. Dia melambaikan handphone di tangannya , menandakan dengan isyaratnya bahwa dia yang menelepon
Aku merapatkan mantel tidurku , menggigil kedinginan , udara yang masuk dari jendela yang terbuka menembus ke dalam tulangku . Aku meraih handphoneku dengan perasaan kesal ,
“ Apa Max .. aku ngantuk “ kataku kesal
“ Cepatlah ganti pakaianmu ,. Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu “
“ Besok pagi aja Max .. okay ? “ kataku merajuk
“ Cepatlah aku menunggu sampai kau turun .. jangan lama lama .. kurasa aku akan mati membeku “
Sambungan telepon terputus , aku kembali ke jendela dan memandang sekali lagi kea rah pria dengan mantel berwarna coklat di bawah sana .. melambaikan tangannya sekali lagi ke arahku . Aku menutup kembali jendela nya dengan kesal dan segera berganti pakaian . mengintip sedikit dari balik tirai melihat Max yang bergoyang goyang menghangatkan diri membuatku merasa cemas . Aku menyambar topi berbulu ku sebelum turun ke bawah ..
Aku keluar dari kamarku dan segera menuju lantai satu dengan cepat , Gelap dan terasa dua kali lebih dingin dari udara di dalam kamarku yang menggunakan pemanas ruangan .. Aku melewati dapur dan segera menuju pintu utama .. membuka dan menutupnya dengan perlahan agar tak ada yang terbangun dan memergoki ku dan Max
“ Lima menit lagi kau terlambat ku yakin aku akan pingsan karena hipotermia “
__ADS_1
“ Berapa lama kau berdiri disini .. apa yang kau lakukan Max ? “
“ dua jam .. kau tahu betapa tersiksanya aku berada di bawah sini selama itu , udara pagi nya luar biasa dingin “
“ Kau ,, apa kau bodoh ?? kenapa kau membangunkanku dengan cara seperti itu ,, apa kau mau terlihat keren karena melakukannya ? “ Aku berteriak dengan berbisik , sewot
“ Aku tak mungkin mengetuk pintu kamarku di tengah buta ,, kamar Arthur tepat di depan kamarmu . Apa yang akan terjadi jika aku terpegok berada di depan kamarmu subuh begini ? “
“ Ya setidaknya kau bisa langsung meneleponku alih alih membuat keributan di jendela kamarku … “
Max sepertinya mengabaikan perkataanku ,, dia langsung menggandeng tanganku dengan cepat dan mengajakku ke parkiran
“ Kita mau kemana Max ? “
“ Ada sesuatu yang akan ku perlihatkan padamu sebagai hadiah istimewa “ Kata Max sambil melepaskan Mantelnya .. udara di dalam mobil terasa menghangat .. Max memandangku dan tersenyum .. senyum khas nya yang misterius .. tak berapa lama mobil sudah melaju di jalanan gelap dengan suara binatang malam yang menemani perjalanan kami ..
Aku melirik sekilas kea rah arloji yang melingkar di tangan kananku . pukul 4. 40 pagi .. sudah hampir pagi dan langit masih terlihat sangat gelap .. Kami melewati pohon pohon yang menjulang tinggi , melewati beberapa kali hamparan rumpun tinggi dan persawahan dengan jalan yang berkelok kelok dan berbatu ,
mnggoyang goyangkan pengemudi dan penumpang yang melewati jalanan dengan perlahan dan hati hati . Aku memandang kea rah Max yang berganti menatapku masih dengan senyum misteriusnya . Aku tak akan bertanya padanya kemana arah tujuan kita
Max tiba tiba berhenti .. memarkirkan mobilnya di bawah sebuah pohon kersen yang besar ,, mengingatkanku kejadian saat berada di kebun kakek ,, merasa malu jika mengingatnya dan membuat jantungku berdebar dua kali lebih cepat dari sebelumnya . Max mengenakan mantelnya lagi ,, mematikan mesin mobil dan
__ADS_1
melepaskan seatbelt nya kemudian menoleh dan memperhatikanku yang masih hanyut dalam lamunanku
“ Kau baik baik saja Freya ? Maaf membuatmu sangat terkejut . Namun ada hal penting yang akan aku tunjukkan kepadamu . dari sini kita harus berjalan kaki karena tak dapat di lewati menggunakan mobil . Wajahmu memerah .. apa kau demam ,, kau baik baik saja Freya ? “
“ Aku menatap wajah Max yang khawatir ., wajah blaster yang memikat dengan matanya yang indah dan wajahnya yang keras dan tegas “
“ Aku baik baik saja .. “ kataku malu .. melepaskan seatbelt dan keluar dari mobil dengan cepat .. Max mengikuti
di belakangku ,. Aku menunggunya yang membuka dan mengambil sesuatu dari bagasi belakang . Sebuah tas punggung dan senter ditangannya
“ Bawa ini ,, hari akan segera terang ..namun masih gelap untuk saat ini ,, kita membutuhkan ini “
Max mengulurkan tangannya dan memberikan sebuah senter kepadaku ,. Aku menerimanya , dan menyalakannya ,, mengekori Max yang mulai menaiki anak tangga .. aku berjalan di belakangnya dengan perlahan .. sunyi ,, hanya suara langkah kaki yang terdengar , gemerisik rumput dan daun daun yang bergesek tertiup angin
terasa menakutkan .. membuatku reflek memegang ujung jaket Max dengan erat . membuat Max menoleh dan tersenyum ringan .. Max meraih tanganku dan menggandengnya sepanjang jalan .
Semburat warna biru gelap mulai terlihat di langit .. hari segera berganti , aku memandang berkeliling melihat pemandangan yang mulai samar terlihat
“ Max berhenti sebentar .. “ kataku ngos ngosan dan mengatur nafasku dengan kepayahan . “ Aku haus .. “ kataku lagi
“ Sedikit lagi Freya kita bisa terlambat .. aku akan memberikanmu minuman di atas sana .. kita harus bergegas ,, sedikit lagi “ Kata Max yang juga mengatur nafasnya dengan susah payah kemudian merangkulkan sebelah tangannya ke pundakku .. menuntunku.
__ADS_1