Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance

Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance
Episode 77


__ADS_3

Arthur datang saat malam ,. saat aku turun untuk makan malam di jam yang sudah sangat larut ,, aku sengaja menghindari makan malam ,, sedikit menghindari untuk ku bertemu Nathan terlalus sering ,  tapi , aku malah bertemu Arthur ,, hujan gerimis di luar , aku menyambutnya


" Kak ,, " kataku memeluknya ,, aku rindu padanya


" tak usah memelukku , Freya aku tak bawa oleh oleh " aku melepaskan pelukanku ,, berharap Arthur sudah berubah menjadi lebih dewasa ,, tapi, aku salah ,, dia tetaplah Arthur dan selamanya akan menjadi dirinya sendiri


" Aku bukan anak SMP yang selalu minta oleh oleh begitu kau pulang dari kota , "


" hemmm sombong sekarang yang jadi anak kota ,, " katanya mengelus kepalaku dan melepaskan mantelnya yang basah dibantu dengan seorang pelayan yang langsung datang . salah seorang lagi membawakan tas miliknya


" kakak dari mana sih ,, aku disini kakak malah ga ada "

__ADS_1


" Ngambeg trus Frey ,, ga capek apa? " Arthur melewatiku dan menuju ruang makan . mencomot apel dan memakannya langsung . " gimana kabar kakek Frey? "


" Aku mengecek tensi dan suhu tubuh kakek setiap hari ,, membaca laporan suster dan berkonsultasi dengan dokter Albert "


" Kakek bisa jadi pasien pertama kamu ,, "


" Ya ,, aku berharap banyak pada kakek ,, kondisinya juga semakin stabil "


" kenapa kak? kondisi kakek sudah baikan kok ,, aku bisa menjaganya disini " kataku ngotot


" sudahlah Freya, selesaikan sekolahmu ... aku berharap lebih padamu "

__ADS_1


" ga bisa kak ,, "


" serahkan kakek kek kakak ,, jangan jadi bebanmu , akhir minggu ini kakek akan kakak bawa ,, kakak udah mempersiapkan semua nya "


" apa kakak mau membuang kakek .. menjauhkannya dari rumah yang dia sayangi "


" Freya ! " kata Arthur meninggikan suaranya


" aku tak mau membahas masalah ini ke Arthur, aku sangat kesal padanya . aku berlari menuju lantai dua .. aku meninggalkannya begitu saja "


Aku menutup pintu kamarku dengan keras . kemudian menghempaskan diriku diatas sofa malas dekat balkon , lama aku memandang keluar lewat jendela kaca besar di kamarku , tirainya bergoyang tertiup angin, aku lupa menutup jendelanya saat aku keluar tadi ,, aku beranjak kearah balkon untuk menutup jendelanya yang bisa dibilang sebagai pintu kaca lebih tepatnya . tapi, setitik cahaya di bawah sana membuyarkan rasa kesal yang kurasa . aku mendekati balkon untuk melihat lebih jelas ,, titik titik cahaya yang bergerak gerak . aku menoleh ke arah kamarku yang terang ,, melihat kearah mantelku yang tergantung disana dan ke arah senter di atas buffet di seberang tempat tidurku.,kemudian aku menoleh lagi kearah titik cahaya di bawah sana , aku berlari keluar menyambar mantel yang tadi ku incar .. berganti ke arah senter yang tergantung disana kemudian dengan cepat menuruni tangga ke lantai satu . aku melewati dapur dan mencapai pintu belakang aku sangat berhati hati menghindari pelayan yang mungkin saja memergokiku ,, berlari sambil mengenakan mantel panjang ,, gerimis di luar , aku berlari menuju kebun belakang ,, mencari arah cahaya itu ,, siapa itu, aku harus mencari tahu

__ADS_1


Aku mengerudungkan kepalaku dengan tudung mantelku yang mulai basah , udara terasa sangat dingin menembus kulit , aku memandang ke atas di belakang tubuhku melihat ke arah balkon kamarku ,, mengira ngira dimana aku melihat titik cahaya tersebut , aku memegangi senter di tanganku dengan erat antara takut dan rasa penasaran yang tinggi . aku semakin masuk ke dalam kebun kopi ini


__ADS_2