
Hari ini kami piknik lagi .tanpa Arthur . para gadis datang dan Julius mengajak kami ke rumah kaca di bawah . Jarak kesana memang tak jauh tapi harus melewati hutan pinus terlebih dahulu . kami berangkat bersama . aku menempel ke Nathan yang kebetulan membawa tas berisi bekal kami . siang ini .
kali ini Max yang berjalan paling belakang . di belakang kami , mengekor tanpa banyak kata - kata dia masih bertingkah seperti bayangan yang tak terlihat.
kami sampai di rumah kaca. terletak di sebuah tanah lapang yang ditutupi rumput hijau . tak jauh dari sana ada sebuah danau buatan yang lumayan luas .dan ada sebuah perahu tua di sisinya . aku membuka topi ku agar bisa melihat lebih jelas pemandangan indah ini. kanan kirinya di tutupi pepohonan yang rimbun. sungguh sangat asri dan terawat. aku tak dapat membayangkan bagaimana kakek menghabiskan banyak uang untuk semua ini
para gadis dan beberapa pria duduk di tepi danau . ada sebuah pohon tua yang rindang ,tempat yang sempurna untuk berteduh dan piknik dari teriknya matahari . kain sudah digelar dan roti-roti serta beberapa makanan tergeletak disana .
__ADS_1
aku duduk diantara akar pohon yang rindang ini . anginnya bertiup cukup kencang namun menyejukkan. Julius mengajak para gadis untuk mencoba perahu tua itu. luci tertarik dan tak lama mereka sudah berlayar ke tengah.
aku mengambil sepotong sandwitch dan beranjak ke rumah kaca .aku jarang berkunjung kemari . dalam setahun belum tentu bisa datang . sejak SMP arthur sudah bersekolah di kota dan jarang pulang. kakek benar-benar sudah memersiapkan arthur untuk menjadi penerus keluarga ini . maka dia benar-benar di bekali pendidikan terbaik . berbeda denganku . tapi sekarang aku menyadari bagaimana beratnya beban yang harus di tanggungnya .
aku masuk ke dalam pintu rumah kaca . ada aneka tanaman di dalam sana . bunga anggrek mekar dengan indah . tanganku otomatis bergerak menyiraminya . dengan sebuah alat penyiram tanaman yang memang di sediakan disana . lebih jauh ke dalam lagi ada tanaman stroberi . . belum berbuah .. aku membelai daunnya dan terkagum - kagum . ada banyak bunga yang indah di sisi yang satunya . aku sampai di ujung rumah kaca . masih sibuk terkagum kagum dengan apa yang ada di dalam sini . tapi, seketika pandanganku tertuju pada seseorang di luar rumah kaca . pergi ke arah hutan . sekelebat jaket berwarna coklat . aku melihatnya dengan jeli mendekati kaca , itu nathan dan alleya apa yang mereka lakukan di dalam hutan .
bagaimana ini . apa yang harus aku lakukan . aku memandang berkeliling . semua jalan tampak sama . aku menekuk tangan ku didada aku baru sadar kalau aku sudah terlalu jauh masuk ke dalam hutan ini . dan aku kehilangan arah . aku mencari matahari yang sudah meninggi diatas sana. perutku terasa tak nyaman . entah karena panik atau mulai merasa lapar . aku berusaha menerka jalan mana yang tadi kulalui .
__ADS_1
aku bergegas . berharap bisa keluar dari rimbunnya pohon ini dengan cepat. sunyi .. hanya suara langkah kakiku yang menginjak ranting dan suara kemeresek dedaunan yang tertiup angin .
" nathan ... " panggilku lirih .. aku tak sanggup mengeluarkan suara yang lebih keras . aku melihat sekelebatan tak jauh dari hadapanku .
" nathannn ... " panggilku lagi . tapi tak ada yang menyahut
tiba - tiba lenganku di tarik oleh seseorang . aku berusaha berteriak tapi mulutku di bungkam . aku meronta - ronta panik ..
__ADS_1