Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance

Sweet Dreams : Be A Cinderella Romance
Episode 130


__ADS_3

             Pukul 10 pagi , waktu indonesia bagian barat .. aku sampai di bandara internasional dan sedang menunggu pesawat berikutnya untuk  sterbang kembali ke kota terdekat menuju desa terpencil tempat Freya tinggal saat ini . perjalanan dari bandara ke desa itu sekitar 5 jam , pesawat kedua baru berangkat dua jam lagi .. Aku menunggu di bandara dengan tidak sabar .. berusaha menghubungi Sani atau Freya , namun sia


sia karena seperti yang sudah di perkirakan .. handphone mereka berada di luar jaringan ..


                Aku sibuk menghubungi Pak Rahmat .. sekertaris perusahaan di kantor pusat yang menggantikan Sofia di kantor . Aku memintanya mencarikan mobil yang akan ku pakai ketika aku sampai di bandara .. Aku tak perduli jika harus memberi mobil baru atau apa .. aku ingin memastikan semuanya berjalan sesuai yang aku


harapkan ..


                Aku menunggu berusaha tetap tenang dan focus .. membalas semua email yang masuk yang berhubungan dengan semua pekerjaan yang tak bisa di tunda .. Aku belum mendapat laporan apapun dari Sofia.. berbedaan waktu disini dan disana adalah 2 jam .. aku tak perlu menanyainya aku yakin dia mampu menyelesaikan tugasnya diluar usahanya untuk menggodaku yang membuatku terfikir pada perkataaanya .. apa benar perasaanku hanya sebatas kakak dan adik . aku merasakan hal lebih .. aku menyukainya bahkan ketika dia kehilangan semua nya .. bahkan ketika dia membenciku betapa tersiksanya aku .. aku tetap menyukainya ..


                  Aku mengendarai mobilku dengan penuh kecepatan . Mobil baru yang bahkan joknya masih terbungkus plastik .. mobil sedan berwarna hitam keluaran terbaru .. Aku tak perlu khawatir melaju di jalanan bahkan tanpa plat nomor yang terpasang .. Semua akan di urus oleh Pak Rahmat ..


               Senja tiba saat aku memasuki desa dan kabut mulai turun .. aku mengendorkan dasi yang masih ku pakai .. aku tak dapat tidur semalaman sebelum memulai penerbangan pertama , menyelesaikan semua pekerjaan


ku .. membuat laporan yang langsung ku kirim pada Sofia sebagai bahan dalam meeting hari ini .. Aku bahkan melewatkan mencukur jenggot dan kumisku, dan masih mengenakan pakaian resmi yang sama saat di kantor .. membawa beberapa baju ganti di dalam tas laptop ku . ini perjalanan yang tak mudah dan melelahkan .. namun , aku Tak dapat mengabaikan Freya ,. Tidak lagi kali ini dan selamanya


                Aku sampai ke desa saat langit sudah menjadi gelap .. menanyai beberapa orang yang lewat dan menunjukkan padaku dimana Freya tinggal .. Mudah bagiku menemukannya .. karena , hampir semua orang mengetahui dan mengenal si dokter cantik .


                Aku memarkir mobilku di halaman , aku menemukan rumah tinggalnya yang terlihat kecil dan sangat sederhana , membuat ku geram karena dia tak mendapatkan tempat tinggal yang layak dan di perlakukan sebagai seorang putri .. bagaimana dia bisa tinggal di tempat kumuh seperti ini


                Aku mengetuk pintunya dengan ragu .. namun tak ada yang menjawab . lama aku berada


disana dan merasa buntu .. dimana lagi aku harus menemukannya .. Aku teringat perkataan Sani yang mengatakan dia menelepon dari klinik dr Valencia .. aku celingukan dan mencari orang yang kebetulan lewat dan aku akan menanyainya .. dimana klinik tersebut .. sampai seorang dengan sepedanya berhenti di sebelah mobilku .. turun dari atas sepedanya dan menghampiriku


                “ Mr . Tjandrawijaya ? “


                Aku memandang orang tersebut .. wajahnya asing namun dia terlihat bukan warga desa ini ..


                “ Anda mencari nona Brawijaya ? “


                “ dimana Freya ? “ Aku terpancing dan mendekat ke arahnya . menunggunya memberi jawaban ..

__ADS_1


                “ Dia harusnya ada di dalam sini “ orang itu mengetuk pintu rumah seperti yang barusan aku lakukan namun tak mendapat jawaban


                “ kemana dia? Dia seharusnya sudah kembali karena berjanji padaku akan pulang sebelum gelap “ katanya bingung


                “ dimana klinik dr Valencia ? :” kataku gusar ,.. perasaanku tak enak bersamaan dengan hujan yang mulai turun


                “ Aku ikut akan kutunjukkan jalannya “


                “ Tunjukkan saja jalannya . . dia calon istriku dan mulai sekarang aku yang akan bertanggung jawab untuk dirinya “ kataku menatap tajam ke arah orang ini ..


                “ Apa kau yakin Freya masih berada di sana ? Aku lebih paham jalan di desa ini .. aku akan mengantarmu kesana “


                “ tunjukkan jalannya padaku atau aku akan menanyai setiap warna disini walaupun harus menggedor rumah mereka “ kataku tak sabar


                Orang ini lalu menunjukkan arahnya padaku .. menatapku dengan mata birunya dengan tatapan tak percaya


                Aku kembali masuk ke dalam mobil dan melaju di jalanan berbatu .. hujan semakin deras dan aku menelusuri jalanan yang di tunjukkan oleh orang itu .. orang yang terlihat mencolok dengan rambut pirang dan mata birunya ..  Aku sampai di belokan terakhir saat aku melihat gubuk reot dan aku melihat dua orang yang berteduh disana , berpelukan dan menggigil kedingingan. Dia Freya …


                “ Sani .. “


                “ Ya tuan .. “


                Aku mendengar suara Sani yang bergetar namun aku tak dapat melakukannya sendiri


                " Apa kau bisa bantu aku ? Apa kau kuat ?”


                “ Sa.. ya .. ba.. ik saja tuan “


                “ oke .. Sani .. bantu aku melepaskan jas ini .. “


                Aku duduk disana , diantara derasnya hujan , angin , dan tetesan hujan .. Sani membantuku melepaskan setelan Jas luarku dan menyelimuti Freya

__ADS_1


                “ Tunggulah disini aku akan mengambil payung dan baju gantiku di bagasi belakang “ aku menyandarkan tubuh Freya ke dalam pelukan Sani .. mengambil barnag yang diperlukan dan kembali lagi secepat yang aku bisa .. membawa Freya dan meletakkan di kursi pengemudi


                “ Aku minta tlg satu hal lagi padamu , Sani .. tolong lepas baju Freya “


                “ Le le.. pas tuan ? “ Tanya nya tak percaya


                “ Aku akan menunggu di luar dan tak akan mengintip .. ekhem .. ganti bajunya dengan baju milikku .. tubuhnya dingin sekali dan aku mengkhawatirkannya .. semua mobil di indo tak menggunakan pemanas . aku bisa saja tak menggunakan AC tapi dengan tubuh seperti itu .. “


                “ Saya mengerti tuan .. “


                Aku menunggu di luar .. Sebentar saja , seluruh tubuhku sudah basah oleh air hujan yang menetes dari atapnya yang bocor .. Aku memandang kea rah yang berlawanan .. memandang kea rah pematang sawah di depan sana .. penuh kegelapan . Angin bertiup kencang dan udara semakin dingin


                “ Selesai Tuan .. “


                Aku menengok dan memandang kearah mereka .. masuk ke dalam mobil .. memandang Freya


yang tergeletak di sebelahku .. BUtuh waktu dua jam untuk sampai ke villa .. kita akan kesana


                “ Ada kain di jok belakang kan Sani ? Aku membelinya di perajalanan tadi ,, ternyata memang berguna .. “


                “ Ya, tuan terimakasih .. “


                “ hangatkan dirimu , Sani .. aku tak ingin ada dua orang yang tak sadarkan diri di mobilku , kita menuju ke villa dan melupakan tempat ini “


                Aku memandang ke arah Freya yang berselimut jas luaran milikku ..


                “ Baju anda basah , Tuan .. andalah yang akan sakit “


                “ Abaikan aku Sani .. kau kubayar untuk mengurus nona “


                “ Maafkan saya tuan.. “

__ADS_1


                Aku menstarter mobil dan melaju dari tempat buruk ini


__ADS_2