
"Non Dira, ada tamu yang mencari Nona," ucap ART yang bekerja di rumah peninggalan pak Hardi itu.
Dira segera beranjak dari tempatnya saat ini. Tidak lupa sebelum meninggalkan ruang keluarga, wanita berbadan itu pamit terlebih dahulu kepada wanita paruh baya yang duduk di atas kursi roda. Setelah mendapat anggukan dari sang ibu, Dira berjalan menuju ruang tamu untuk melihat tamu yang mencarinya. Dalam pikiran Dira malam ini yang mencarinya adalah kakak dari ayah bayi yang ada dalam kandungannya. Namun, langkah wanita cantik itu harus terhenti di ruang tamu ketika melihat sosok yang dihindarinya selama ini.
"Rico!" Dira hanya bisa menelan ludah setelah melihat pria itu berada di dalam ruang tamunya, "a ... ada apa? Kenapa kamu datang ke rumah ini?" Dira terbata-bata karena takut dengan kehadiran pria beristri yang sedang ternganga itu.
"Aku kesini atas permintaan adikku. Lalu siapa sebenarnya pemilik rumah ini?" Pria bernama Erico itu beranjak dari tempatnya.
Dira menggeleng pelan setelah mendengar Rico mengucapkan maksud kedatangannya ke rumah ini. Banyak pertanyaan yang muncul dalam hatinya tentang semua yang sudah terjadi saat ini. Mungkinkah Raka adalah adik kandung Erico? Ya, itulah pertanyaan yang memenuhi hatinya.
"Siapa nama adikmu?" tanya Dira dengan tegas.
"Andi Raka putra Nugroho," jawab Rico dengan singkat.
Dira terkesiap setelah mendengar nama tersebut. Degup jantungnya menjadi tak beraturan setelah tahu kebenaran yang terungkap saat ini. Rasanya dia ingin pingsan karena belum bisa menerima kenyataan yang ada saat ini.
"Gak! Gak mungkin!" Dira menggeleng pelan dengan tubuh bersandar di dinding karena dia kehilangan tenaga yang dipakai menopang tubuh.
"Dira!" Rico khawatir melihat keadaan Dira saat ini. Dia berusaha menolong wanita yang biasa dia siksa di atas ranjang itu. Ada perasaan tidak tega melihat kondisi Dira saat ini.
"Jangan sentuh aku Rico!" tolak Dira dengan suara yang lirih. Dia mengusap perut yang terasa tidak nyaman. Mungkin hal ini terjadi karena Dira shock atas semua yang terjadi saat ini.
__ADS_1
Dengan tubuh yang tertatih, akhirnya Dira duduk di sofa yang ada di sana. Dia tidak tahu harus bersikap bagaimana setelah melihat sendiri kenyataan yang ada. Masalah datang kembali dalam hidupnya, padahal dia sendiri masih berusaha bangkit dalam keterpurukan.
"Jadi wanita yang dimaksud Raka adalah kamu?" tanya Rico setelah duduk di sofa tunggal yang tak jauh dari tempat Dira berada, "aku disuruh mengantarkan ini ke wanita yang tinggal di rumah ini," ujar Rico seraya menyerahkan amplop cokelat di atas meja.
"Hanya aku dan mama yang tinggal di rumah ini," jawab Dira dengan suara yang lirih. Dia merasa lemas dan tidak sanggup bicara lantang.
"Apa kamu adalah kekasih adikku?" tanya Erico memastikan kebenaran yang ada.
"Ya." Hanya itu saja yang menjadi jawaban Dira atas pertanyaan itu.
"Siapa ayah bayi yang ada dalam kandunganmu?" Rico bertanya langsung pada intinya karena dia bukanlah pria bodoh yang lupa di mana pernah menanam benihnya.
"Katakan, Dir! Siapa ayah dari anakmu ini? Dia anakku atau anaknya Raka?" tanya Rico sekali lagi. Pengusaha asal Kalimantan itu harus memastikan semuanya agar jelas.
"Raka." Hanya itu yang menjadi jawaban Dira. Tidak ada pilihan lain yang bisa Dira jawab selain nama Raka.
"Jangan berbohong!" ujar Rico dengan tatapan tajamnya.
"Memangnya apa urusanmu jika ini adalah anakmu? Hubungan kita tidak lebih dari sebuah perjanjian saja! Memang apa yang bisa kamu lakukan jika ini anakmu? Apa kamu akan menceraikan istrimu dan menikahi aku?" cerca Dira dengan penuh penekanan.
Sementara Erico hanya bisa diam setelah mendengar cercaan Dira. Ya, dia sendiri tidak mungkin berpisah dengan Meylani. Apalagi, saat ini dia baru saja melahirkan putrinya yang ketiga. Rico memijat pangkal hidungnya karena tidak tahu harus bagaimana saat ini. Dia merutuki situasi yang terjadi saat ini karena bagaimana bisa dirinya dan Raka berhubungan dengan wanita yang sama. Satu hal yang bisa ditangkap Rico dari pengakuan yang baru saja dikatakan oleh Dira. Wanita cantik yang sedang menangis itu tidak tahu dengan pasti siapa ayah dari bayi yang sedang tumbuh dalam rahimnya.
__ADS_1
"Aku akan memikirkannya lagi. Satu hal yang pasti, tolong jaga bayi itu dengan baik. Biar bagaimana pun dia adalah darah daging dari keluarga Nugroho," ujar Erico dengan sikap yang sangat tenang.
Setelah menyerahkan uang kepada Dira sesuai dengan yang diminta Raka, pria beristri itu beranjak dari tempatnya saat ini. Dia harus segera pergi dari rumah ini sebelum semuanya menjadi berantakan. Namun, langkahnya harus terhenti ketika Dira memanggil namanya.
"Erico! Tunggu!" ujar Dira sambil berusaha bangkit dari tempatnya.
"Ada apa lagi?" tanya Erico.
"Satu hal yang aku minta darimu. Tolong jaga rahasia ini, karena aku dan Raka saling mencintai. Jangan ada yang tahu tentang hubungan rumit ini termasuk istrimu. Jaga istrimu jangan sampai mengacaukan semua ini! Aku hanya ingin hidup damai dengan Raka."
Dira menatap penuh harap ke arah Erico. Ya, hanya itu saja yang diminta Dira agar patnernya itu bersedia mengabulkan permintaan terakhirnya. Bahkan, untuk membayangkan jika semua ini terbongkar saja rasanya Dira tidak sanggup. Dia hanya ingin menunggu Raka untuk bisa membina rumah tangga yang bahagia.
"Baiklah! Aku akan merahasiakan semua ini." Erico menyanggupi permintaan Dira, "tetapi aku tidak bisa menjamin jika semua ini tertutup rapat. Lambat laun keluarga besarku pun akan mengetahui semua ini," ucap Erico tanpa melepaskan pandangan dari wajah cantik yang terlihat pucat itu.
Dira menghempaskan tubuhnya lagi di atas sofa setelah Erico pergi dari ruangan tersebut. Dia tergugu di sana seorang diri di sana sambil membayangkan betapa marahnya Raka jika mengetahui semua ini. Perasaan yang sudah dia bangun selama ini tidak mungkin bukan harus hancur dalam waktu sekejap karena hubungan rumit yang tidak bisa diurai ini. Tentu Dira tidak rela jika harus berpisah dengan Raka, karena perasaan cinta yang besar telah tertanam di hati hanya untuk pria yang sedang mendekam di Bui.
"Tidak! Aku tidak mau berpisah dengan Raka. Semoga Erico bisa menjaga rahasia ini. Semoga dia masih memiliki rasa iba kepadaku," gumam Dira sambil mengusap air mata yang membasahi pipi.
...🌹Hadeh, gimana nih? Hubungan adik kakak ternyata😣 Kalau dijadikan novel baru kira-kira seru gak?komen yuk🌹...
...🌷🌷🌷🌷🌷...
__ADS_1