
Rasa sakit di dalam hati pasti dirasakan seorang ibu, jika melihat anak-anaknya saling menyakiti satu sama lain, tidak bisa hidup rukun dan saling menjatuhkan.
Mungkin, rangkaian kata tersebut cocok untuk kondisi bu Lisa saat ini. Ya, wanita berusia paruh baya itu merasakan kepedihan yang teramat dalam setelah melihat semua yang menimpa keluarga kecilnya.
Semua kekacauan yang disebabkan putra kesayangannya telah membuat putri cantiknya harus terluka. Bu Lisa benar-benar bingung harus bagaimana karena beliau tidak bisa membela salah satu di antara mereka.
Dira harus dirawat di rumah sakit setelah mengalami penganiayaan. Semua itu dilakukan oleh kakaknya sendiri, yang tak lain adalah Reno. Beberapa luka lebam terlihat jelas di wajah cantiknya. Reno seperti kehilangan hati nuraninya sehingga tega melakukan perihal menyakitkan tersebut kepada adik kandungnya.
Berawal dari masalah uang, Reno sampai tega menghajar adiknya. Saat itu Reno datang ke kantor untuk meminta uang dengan nilai fantastis. Gadis cantik itu berusaha untuk menghalangi tindakan gila kakaknya karena Reno sudah kelewat batas. Uang perusahaan pun dibawa pergi Reno setelah memaksa Dira menandatangani surat persetujuan pengeluaran uang perusahaan. Tentu saja hal itu terjadi setelah Dira mengalami kekerasan fisik. Mungkin, gadis pekerja keras itu merasakan trauma psikis akibat ulah keji Reno.
"Ma, sakit, Ma," rintih Dira setelah membuka kelopak matanya.
"Mana, Sayang? Katakan kepada Mama, bagian mana yang sakit, Nak?" Bu Lisa terkesiap setelah mendengar suara rintihan putrinya. Semua lamunan hilang begitu saja setelah mendengar keluh kesah putrinya.
Dira menunjukkan beberapa bagian tubuhnya yang sakit. Ia sampai menitikkan air matanya karena merasakan sakit di hati dan fisiknya. Apalagi, setelah teringat beban yang akan ditanggungnya setelah ini, ia semakin tergugu.
"Jangan menangis, Sayang," ucap bu Lisa sambil mengusap pipi putrinya yang basah.
"Jangan khawatir. Mama pasti akan mencari jalan keluar untuk semua ini," bujuk bu Lisa agar putrinya tidak terlarut dalam kesedihannya.
Ya, bu Lisa tahu jika saat ini putrinya sedang menanggung beban berat perusahaan. Kerugian besar telah dialami perusahaan hingga membuat bu Lisa harus menjual beberapa aset peninggalan pak Hardi untuk menutupi semua kerugian tersebut. Gaji karyawan dan kebutuhan rumah tangga menghabiskan tanah luas di salah satu komplek elit di Jakarta selatan.
__ADS_1
"Bagaimana ini, Ma? Dira tidak bisa menanggung beban ini lagi! Kak Reno keterlaluan, Ma! Aku ingin dia di penjara saja!" ujar Dira di sela-sela tangisnya. Ia menyesal karena mengeluarkan Reno dari tahanan.
Bu Lisa tidak bisa menjawab kata-kata yang diucapkan oleh putrinya. Sungguh, keadaan ini membuat beliau seperti menggenggam belati hingga merasakan sakit dan berdarah. Membela Dira sama halnya mengorbankan putranya lagi, sementara beliau sendiri sangat kesal melihat kelakuan putra sulungnya.
"Sebentar ya, Mama mau menemui perawat dulu." Bu Lisa pamit keluar dari ruang inap putrinya karena tidak tahan melihat Dira tergugu.
Air mata yang sempat terbendung, kini luruh seketika. Bu Lisa menumpahkan segala rasa sesak di dada. Tangis itu pun pecah saat bu Lisa berada di koridor yang sepi ruangan VVIP tersebut. Apalagi yang dirasakan seorang ibu selain rasa sakit saat melihat anak-anaknya bermasalah.
"Tidak! Aku tidak boleh lemah!" Bu Lisa menegakkan tubuhnya, beliau mengusap air mata yang sempat membanjiri pipinya, "aku tidak boleh membiarkan kedua anakku sengsara! Apalagi Dira, selama ini dia sudah berjuang keras bersamaku." Meski berusaha tegar, akan tetapi pada kenyataannya air mata itu kembali luruh setelah mengingat bagaimana kondisi Dira saat ini.
"Reno! Kenapa kamu tega sekali membuat adikmu seperti itu!" Bu Lisa bergumam dalam hati sambil membekap mulutnya.
Setelah cukup lama menenangkan diri di sana, bu Lisa kembali ke ruang rawat inap Dira. Beliau harus terlihat tegar di hadapan Dira agar putrinya tetap tenang. Kini banyak hal yang harus dipikirkan bu Lisa, termasuk mencari investor baru yang bersedia menyuntikkan dana besar di perusahaan yang dipimpin oleh Dira.
****
Sementara itu di tempat lain, Reno baru saja membuka kelopak matanya. Dia memijat pangkal hidungnya karena rasa pusing yang begitu hebat menyerang kepala. Sejak kemarin malam Reno menghabiskan waktunya di salah diskotik yang ada di Batam. Ia melarikan diri setelah menghajar Dira di kantor. Ada rasa sesal yang hadir dalam hatinya setelah teringat bagaimana dirinya membuat Dira menangis
"Ah! Sudahlah! Biarkan saja! Salah sendiri kenapa aku tidak diberi uang!" ujar Reno seraya menegakkan kepalanya.
Reno membuka selimut yang menutupi tubuh bawahnya. Ia terkejut bukan main setelah melihat tubuhnya polos tanpa sehelai benang pun. Reno semakin terkejut setelah melihat seorang wanita di sisinya dengan kondisi yang sama.
__ADS_1
"Apalagi ini!" Reno menarik rambutnya karena belum bisa mengingat apapun yang terjadi.
Setelah beberapa menit lamanya, kepingan kejadian yang sudah ia lalui mulai menyatu. Apa saja yang dia lakukan sejak datang ke kota ini mulai menari-nari dalam ingatan. Reno pun baru ingat jika wanita yang sedang terlelap itu adalah seorang gadis yang baru berkenalan dengannya.
"Hey! Bangunlah!" ujar Reno sambil menepuk lengan wanita cantik itu.
Setelah beberapa menit mencoba membangunkan gadis yang ada di sisinya itu, Reno segera beranjak dari tempatnya. Ia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum pergi. Guyuran air shower di kepala sepertinya cocok untuk mengembalikan pikiran jernih Reno.
"Aku harus segera pergi dari kota ini!" gumam reno setelah selesai membersihkan diri.
Reno tidak bisa hidup dengan tenang karena ia memiliki hutang ke rentenir karena kalah j*di. Tentu rentenir tersebut tidak akan membiarkannya lolos begitu saja, mengingat hutangnya sudah menumpuk.
Setelah keluar dari kamar mandi Reno segera memungut pakaiannya di lantai. Ia memakai pakaiannya dan merapikan rambutnya sebelum pergi dari kamar ini.
"Aku harap kamu tidak menganggap serius hubungan yang sudah terjadi di antara kita. Jangan mencariku lagi!" ujar Reno sebelum pergi meninggalkan wanita yang menemaninya di kota ini.
Brak!
Wanita cantik itu terkesiap setelah melihat sikap yang ditunjukkan oleh Reno. Tangannya meremas selimut yang menutupi bagian bawah tubuhnya. Kilat amarah terlihat jelas dari sorot matanya.
"Dasar pria brengs*k! Kurang ajar! Awas saja, kamu pasti kualat!" umpat wanita berambut panjang itu.
__ADS_1
...Maaf ya selow dulu, othor lagi healing😎...
...🌹Terima kasih sudah membaca karya ini🌹...