Tanpa Perpisahan

Tanpa Perpisahan
Pemberkatan


__ADS_3

"Di hadapan Tuhan, Imam, para orang tua, para saksi, saya Arvin Axelle dengan niat yang suci dan ikhlas hati memilihmu, Kyomi Fayre untuk menjadi isteri saya. Saya berjanji untuk setia kepadamu dalam untung dan malang, suka dan duka, sehat dan sakit, dengan segala kekurangan dan kelebihanmu. Saya akan selalu mencintai dan menghormatimu sepanjang hidup saya."


Janji suci telah terucap di hadapan imam dan banyak saksi yang hadir dalam pemberkatan pernikahan Arvin dan Fay pagi ini. Prosesi pemberkatan berjalan lancar tanpa halangan sedikitpun. Fay meneteskan air mata setelah mengucapkan janji suci sama seperti yang diucapkan oleh Arvin. Jujur saja ia sangat sedih karena di hari bersejarah ini, ia sendiri, tanpa ada orang tua atau pun keluarga yang menemani.


Acara terus berjalan hingga beberapa waktu lamanya. Hari ini kedua manusia berbeda jenis kelamin itu dinyatakan sah sebagai suami istri. Bu Linda tersenyum bahagia ketika melihat putra semata wayangnya akhirnya menikah. Sungguh, beliau sangat bahagia atas pernikahan ini.


Semua proses pernikahan di salah satu Gereja Katolik itu akhirnya selesai. Satu persatu kerabat dan tamu undangan khusus mulai pergi dari tempat suci ini. Begitu pun dengan keluarga inti sepasang suami istri itu, mereka bertolak menuju tempat resepsi yang akan diselenggarakan nanti malam.


Arvin satu mobil bersama Fay, sementara bu Linda dan pak Bram di mobil yang lain. Sepasang pengantin baru itu, hanya diam selama dalam perjalanan menuju hotel. Entah mengapa, mereka berdua mendadak merasa canggung. Biasanya, Arvin suka menggoda Fay hingga marah, tapi kali ini tidak ada senda gurau atau obrolan apapun.


Setelah menempuh perjalanan selama beberapa puluh menit, pada akhirnya mereka semua sampai di hotel bintang lima. Mungkin, mereka akan istirahat terlebih dahulu sebelum melaksanakan resepsi nanti malam.


"Ayo!" Arvin mengulurkan tangannya setelah membuka pintu mobil untuk Fay.


Senyum manis mengembang begitu saja dari bibir Fay saat melihat perlakuan manis dari Arvin. Ada perasaan hangat yang menjalar dalam hati ketika Arvin terus menggenggam tangannya sampai masuk ke dalam kamar untuk mereka berdua.

__ADS_1


Kamar pengantin itu belum dihias seperti kamar pengantin pada umumnya. Semua ini atas permintaan Fay dan juga Arvin. Tidak ada taburan kelopak mawar ataupun ornamen yang lain, karena tidak ada malam pertama dalam waktu dekat ini, sesuai dengan kesepakatan mereka berdua.


"Arvin! Kenapa ganti baju di sini sih! Malu dikit napa!" ujar Fay setelah membelakangi Arvin yang sedang membuka jas dan kemeja putihnya.


"Kenapa malu? Toh aku hanya membuka kemeja," jawab Arvin dengan entengnya.


"Ya tapi aku yang malu, Vin!" Fay berdecak kesal setelah mendengar jawaban suaminya.


Arvin mendekat ke tempat Fay berada saat ini. Ia tahu jika saat ini, istrinya itu pasti membutuhkan bantuannya untuk membuka kancing gaun yang ada di sepanjang tulang punggungnya. Tanpa banyak bicara, Arvin segera membuka satu persatu kancing tersebut.


"Diam! Kamu tidak mungkin bisa membuka semua kancing gaun ini, Pay!" sarkas Arvin tanpa menghentikan kegiatannya.


Punggung mulus itu terlihat indah di mata Arvin. Ingin sekali telapak tangannya menyusuri sebagian punggung yang terpampang di hadapannya itu. Akan tetapi, Arvin harus menahannya karena sebuah kesepakatan yang sudah ia setujui sebelum pernikahan ini berlangsung.


"Aku mau ganti baju dulu! Mending kamu ke kamar mandi deh, Vin!" ujar Fay dengan kedua tangan yang disilangkan di depan dada, agar gaun tersebut tidak sampai turun.

__ADS_1


Arvin pun mengikuti perintah dari Fay. Ia memutuskan keluar dari kamar hotel untuk menemui pak Bram di kamarnya. Ada hal yang harus Arvin bicarakan, terkait dengan acara resepsinya nanti.


Setelah melihat Arvin keluar dari kamar, Fay segera menanggalkan gaunnya. Ia mengambil jamsuit yang tersimpan di koper. Setelah semua selesai, Fay pun memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu. Mengumpulkan energi untuk melaksanakan resepsi nanti malam.


"Berarti mulai hari ini aku akan tidur satu kamar dengan Arvin?" Fay membuka kelopak matanya setelah teringat jika dirinya sudah menjadi istri sah nya Arvin.


...๐ŸŒนSelamat Membaca๐ŸŒน...


โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–


Hallo sayangku๐Ÿ˜ Mumpung weekend, othor kasih rekomendasi novel keren nih๐Ÿ˜˜Kuy baca novel berjudul 'Apa Salahku Ibu?' karya dari author 'Dhevy'. Jangan sampai gak baca yak๐Ÿ˜Ž



...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...

__ADS_1


__ADS_2