
Satu minggu kemudian,
"Ma, tolong beri tahu kakak lah, Ma! Jangan menghamburkan uang terus-menerus. Perusahaan bisa bangkrut, Ma! Kakak itu kalah j*di online banyak loh, Ma!" cerocos Dira saat menemui bu Lisa di kamarnya.
Ya, putra pertama bu Lisa berhasil ditemukan. Ternyata setelah kabur dari penjara, pria itu bersembunyi di pelosok kota di Solo. Atas kekuatan uang peninggalan pak Hardi, kedua wanita itu berhasil menemukan Reno, putra pertama bu Lisa.
"Sayang, jangan begitu. Tenanglah! Kekayaan ayahmu tidak akan habis. Mama kasihan sama Kakakmu karena selama ini sudah menderita. Sekarang biarkan dia menghirup udara bebas," ucap bu Lisa seraya mengusap lengan putrinya dengan lembut.
"Ma, Dira pusing loh, Ma! Masalahnya yang kakak minta itu uang perusahaan, bukan uang pribadi kita!" Dira membuang napasnya kasar setelah mengatakan hal itu kepada ibunya sendiri.
Bukan tanpa alasan Dira menyampaikan semua itu kepada bu Lisa, karena dia lah yang menjadi pemimpin perusahaan menggantikan mendiang pak Hardi. Kehadiran Reno di sekitarnya berhasil membuat Dira menjadi kelabakan. Reno seperti seekor burung yang baru saja lepas dari sarangnya. Ia berbuat sesuka hati dan menghamburkan uang untuk berfoya-foya. Setiap hari Reno minta uang kepada Dira dengan jumlah fantastis dan kabar buruk yang diterima Dira adalah Reno kalah j*di online ratusan juta.
"Nanti Mama beritahu kakakmu, oke! Jangan terlalu dipikirkan. Fokus dengan perusahaan saja." Bu Lisa menenangkan hati dan pikiran putrinya.
Jujur saja, sebenarnya bu Lisa pun kasihan melihat Dira. Gadis itu sudah memikul banyak tanggung jawab di usianya yang masih muda. Sejauh ini bu Lisa sendiri belum pernah tahu Dira jalan bersama seorang pria. Terkadang, inilah yang membuat bu Lisa cemas. Beliau takut Dira menjadi perawan tua.
"Dir, kamu belum punya pacar?" Tiba-tiba pertanyaan itu lolos dari bibir bu Lisa.
"Pikiran Dira gak sampai di situ, Ma! Sejak ayah meninggal, beban di pundak Dira semakin banyak. Apalagi, sejak kak Reno kembali, Dira semakin pusing. Mana sempat Dira mikirin cinta!" keluh Dira sambil memijat kepalanya.
"Kamu pasti bisa mendapatkan pria yang hebat, Nak. Mama percaya akan hal itu!" Bu Lisa berusaha menghibur putrinya.
Mungkin, setelah ini tidak ada salahnya jika bu Lisa mencari pria yang cocok untuk putrinya. Sekelebat ide muncul begitu saja dari kepalanya. Memiliki banyak teman sosialita membuat bu Lisa berpikir untuk menjodohkan Dira dengan teman arisannya. Entah siapa yang akan menjadi pilihan beliau.
__ADS_1
Setelah berbincang beberapa menit lamanya, Dira pamit kembali ke kamar untuk beristirahat. Malam pun semakin larut, ia harus segera tidur karena besok harus ke luar kota untuk melakukan peninjauan proyek besar.
Setelah kepergian Dira dari kamar beliau. Bu Lisa pun keluar dari kamar. Langkah kakinya mengarah ke salah satu kamar yang ada di lantai dua. Tentu, kamar tersebut adalah kamar putra kesayangannya.
"Reno!" ujar bu Lisa setelah melihat Reno yang sedang sibuk di layar laptop.
"Mama! Kenapa ke kamar Reno?" Pria berambut cepak itu terkejut melihat kehadiran ibunya di sana.
Reno segera menutup laptopnya agar bu Lisa tidak mengetahui apa yang sedang dilakukannya saat ini. Ia mengubah posisinya menghadap bu Lisa dan tak lupa untuk mengatur ekspresi wajah agar bu Lisa tidak curiga.
"Kamu j*di online, Ren?" tanya bu Lisa dengan sorot mata penuh amarah.
"Tidak. Mama jangan sok tahu!" kilah Reno tanpa berani menatap mata ibunya.
"Tidak, Ma. Itu bukan j*di," kilah Reno seraya menatap ibunya.
"Awas kalau kamu berani macam-macam! Jangan sampai perjuangan Mama dan adikmu sia-sia! Susah payah Mama menyingkirkan Fayre dari hak waris ayahmu, agar kita bertiga bisa hidup enak dan berkumpul seperti ini!" ujar bu Lisa seraya menatap putra pertamanya.
Reno menaikkan satu alisnya ketika ibunya menyebut nama Fayre dalam penuturannya. Ia baru ingat di mana keberadaan gadis yang membuatnya menjadi seperti ini.
"Hmmm ... Fayre," gumam Reno dengan bola mata bergerak ke kiri dan ke kanan, "di mana keberadaan kucing manis itu?" tanya Reno seraya menatap bu Lisa.
"Jangan pernah kamu berurusan dengan dia lagi. Beberapa bulan yang lalu dia menikah dengan anak konglomerat. Jangan berurusan dengan Fayre karena kita tidak sebanding dengan mereka. Mama tidak mau hidupmu masuk dalam bahaya." Bu Lisa memperingatkan putranya agar tidak mengulang kesalahan untuk yang kedua kalinya.
__ADS_1
Setelah memberikan beberapa nasihat kepada putra sulungnya, bu Lisa beranjak dari sana untuk kembali ke kamarnya. Sepeninggalan ibunya, Reno kembali membuka laptop tersebut dan kembali membuka aplikasi yang membuatnya harus begadang setiap malam.
"Aku harus mencari tahu bagaimana kabar kucing manis itu," gumam Reno setelah teringat sosok gadis cantik yang dulu menjadi obsesinya.
Reno membuka media sosial lewat laptop. Ia mencoba mencari nama Kyomi Fayre di gugel untuk mengetahui alamat sosial media milik Fay. Setelah beberapa kali menjelajah internet, pada akhirnya Reno berhasil menemukan akun yang diduga milik Fayre.
"Hmmm ... dia sangat cantik," gumam Reno seraya melihat foto terbaru Fay, "oh, jadi ini suaminya. Lumayan," ucap Reno setelah melihat foto pernikahan Fay dan Arvin yang diunggah di sana.
Malam itu dihabiskan Reno untuk stalking segala aktivitas Fay di dunia maya. Ia baru tahu jika Fay menjadi seorang pelukis. Beberapa hasil lukisan tangan itu pun banyak diabadikan di media sosial.
"Di mana dia sekarang?" gumam Reno setelah selesai membuka media sosial adik sambungnya itu.
Kecantikan dan kelembutan Fayre telah membuat Reno terbuai. Ia kagum kepada gadis belia yang dulu sering mengikuti dirinya pergi. Obsesi gila itulah yang membuat Reno harus mendekam di penjara selama beberapa tahun sampai akhirnya ia bisa kabur dari penjara. Selama ini Reno bersembunyi di pedalaman kota Solo.
"Sepertinya aku harus keluar dari rumah," gumam Reno dengan pandangan lurus ke dapan, "lagi pula namaku sudah dibersihkan Mama dari kantor polisi. Aku bukan buronan lagi," lanjutnya sebelum beranjak dari tempatnya.
Reno memutuskan untuk istirahat lebih awal karena selama beberapa hari ini, ia jarang sekali tidur. Ia sudah rindu dengan kehidupan di Jakarta seperti beberapa tahun yang lalu. Meski bukan untuk bertemu Fayre, setidaknya Reno ingin menghirup udara bebas tanpa rasa takut ditangkap oleh polisi.
"Semoga malam ini aku mimpi bertemu kucing manis," gumam Reno sebelum menutup kelopak matanya.
...๐นTerima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka ๐น...
...๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท...
__ADS_1