
Tiga bulan kemudian,
Hari-hari bahagia menjadi seorang ibu telah dilalui oleh Fayre semenjak melahirkan putra pertamanya. Meskipun di awal kelahiran baby Baren dia sedikit kerepotan karena belum pernah mengurus bayi sebelumnya, akan tetapi seiring berjalannya waktu dia sudah terbiasa untuk merawat putra pertamanya itu. Fayre tidak memakai jasa baby sitter karena dia ingin merawat sendiri putra pertamanya dan lagi pula masih ada bu Linda yang membantunya. Wanita cantik itu rela meninggalkan hobi yang selama ini digeluti, hingga menghasilkan beberapa koleksi yang tersimpan rapi di rumah lamanya, demi merawat sang buah hati. Dia tidak mau melewatkan setiap momen bersama Baren yang semakin hari terlihat semakin lucu itu.
"Hmmm ... waktunya membangunkan dua baby boy nih," gumam Fayre setelah melihat penunjuk waktu yang ada di dapur. Dia baru saja selesai membuatkan susu untuk Baren. Bayi menggemaskan itu kurang puas jika hanya menikmati ASI yang diberikan Fayre.
Keadaan di dalam rumah masih sunyi sepi karena saat ini masih pukul lima pagi. Tentu bu Linda dan pak Bram masih berada di dalam kamarnya. Hanya ada beberapa ART yang sibuk dengan tugas masing-masing di dapur.
Satu persatu anak tangga telah dilalui Fayre hingga sampai di lantai dua. Langkah kakinya membawa Fayre hingga sampai di depan kamarnya dan tak lama setelah itu, pintu berwarna putih itu pun akhirnya terbuka. Fayre tersenyum manis setelah melihat pemandangan yang ada di atas ranjang. Kedua baby boy yang memenuhi isi hatinya masih tertidur pulas.
Sumber: Instagram
"Kasayangan Mommy pada pules nih," gumam Fayre saat duduk di tepian ranjang. Dia tak henti tersenyum ketika melihat wajah tampan tersebut.
Wajah tenang dan damai yang sedang diamati Fayre itu berhasil membuatnya tersenyum bahagia. Semenjak kehadiran Baren di tengah keluarga kecilnya, Arvin menjadi semakin dewasa dan perhatian kepada Fayre. Curahan cinta yang begitu besar telah diberikan pria tampan itu untuk Fayre dan Baren. Arvin pun sering meluangkan waktu hanya untuk menikmati waktu bersama anak dan istrinya.
"Duh. Kenapa kalian menggemaskan sekali sih!" gumam Fayre seraya membungkukkan tubuh untuk mencium kedua pipi yang ada di hadapannya itu, "Mommy sayang kalian." Fayre bergumam setelah puas mengecup pipi kedua baby boy itu.
"Daddy juga sayang Mommy," gumam Arvin dengan kelopak mata yang masih masih tertutup rapat.
"Bangun gih! Katanya mau jalan-jalan keliling komplek sama Baren," ucap Fayre sambil menepuk paha Arvin beberapa kali.
"Masih ngantuk, Moms," jawab Arvin dengan suara yang terdengar manja.
__ADS_1
Tidak lama setelah itu, bayi yang ada dalam dekapan hangat Arvin menggeliatkan tubuhnya. Sepertinya, tidak lama setelah ini suara tangisan akan menggema di dalam kamar tersebut. Benar saja, setelah membuka kelopak matanya, Baren menangis dengan suara yang sangat kencang.
"Duh, kenapa Sayang? Cowok cakep pantang nangis loh!" ujar Arvin sambil mengecup pipi putranya dengan gemas.
"Minggir! Baren belum mengerti hal seperti itu!" Fayre mendengus kesal karena Arvin tak kunjung menenangkan Baren, tetapi malah berbisik seperti itu.
Hal pertama kali yang dilakukan Fayre setelah mengangkat Baren dan diletakkan di atas pangkuannya adalah membuka kancing kemeja untuk mengeluarkan jurus pamungkas untuk menenangkan Baren. Langsung saja bayi berusia tiga bulan itu terdiam setelah menemukan sumber ASI yang sudah menjadi kekuasaannya.
"Apa liat-liat!" bentak Fayre karena merasa tidak nyaman saat Arvin mengamatinya.
"Baren pinter banget ya," ucapnya dengan suara yang serak serta senyum tipis yang mengiringi, "gak sia-sia deh usahaku saat nengok dia dulu buat ngajarin dia cara meny*su yang benar," kelakar Arvin tanpa mengalihkan pandangan dari anak dan istrinya.
"Oh, dasar mesum!" sarkas Fayre setelah mendengar suaminya berkelakar.
"Dad, siapin air buat Baren juga ya!" teriak Fayre sebelum Arvin menutup pintu kamar mandi.
...π π π π π ...
Udara pagi yang sejuk dan segar telah dirasakan sepasang suami istri yang sedang berjalan kaki keluar dari gerbang rumah yang menjulang tinggi. Gagang stroller bayi berwarna hitam berada dalam genggaman tangan Arvin. Mereka berdua mengajak Baren untuk menikmati udara pagi di komplek elite yang menjadi tempat tinggalnya.
"Wah ternyata kalau hari minggu ramai ya, Vin," gumam Fayre setelah melihat banyak warga sekitar yang berjalan kaki sama seperti dirinya.
"Iya. Ramai karena semua orang kan pada libur kerja. Jadi, mereka bersantai bersama keluarga," jawab Arvin seraya mengembangkan senyumnya.
Mereka berdua terus berjalan menuju taman yang ada di bagian depan komplek elit ini. Sepertinya di hari minggu banyak pedagang yang datang berjualan di sana karena penghuni komplek banyak yang menghabiskan waktu di sana meski hanya sekadar duduk di bangku yang tersedia di sana.
__ADS_1
"Wah, jadi seperti ini kalau minggu pagi," Mata indah Fayre berbinar setelah melihat keramaian di taman komplek.
Setelah sampai di taman tersebut, Arvin memilih tempat yang aman dan nyaman di sana karena dia tidak mau terjadi sesuatu kepada permata hati yang masih terlelap di dalam stroller tersebut. Setelah mandi dan menghabiskan satu botol susu formula, Baren kembali tertidur pulas hingga saat ini.
"Eh, aku pengen beli itu deh! Sepertinya enak tuh!" tunjuk Fayre pada gerobak aneka jajanan khas Jakarta, "kamu tunggu di sini aja ya, aku mau beli sendiri," ucap Fayre seraya menatap Arvin.
Arvin hanya mengangguk pelan sebelum Fayre pergi dari sisinya. Manik hitam pria tampan itu terus mengamati sosok yang sedang ikut mengantri giliran untuk dilayani penjual jajan tersebut. Ada rasa kesal yang mendadak menghampiri setelah melihat ada dua pria bertubuh kekar berdiri di dekat Fayre sambil mengamati istrinya itu.
"Sial! Mereka gak tahu apa kau yang dilihatin itu udah punya anak dan suami!" umpat Arvin setelah mengamati gerak-gerik kedua pria tersebut.
Ya, Arvin cemburu karena melihat ada pria lain yang kagum dengan istrinya. Memang tidak bisa dipungkiri jika Fayre tetap terlihat cantik meski sudah memiliki anak. Apalagi untuk saat ini tubuhnya terlihat sintal semenjak melahirkan. Bagian-bagian tubuhnya terlihat menggoda meski wanita cantik itu memakai pakaian yang sopan.
Beberapa menit kemudian, Fayre pun kembali ke tempat Arvin dengan membawa beberapa makanan di tangannya. Wanita cantik itu mendadak heran saja setelah melihat wajah suaminya cemberut.
"Ada apa?" tanya Fayre setelah duduk dan menyerahkan minuman untuk Arvin.
"Kenapa lama banget sih belinya? Sengaja ya biar digodain cowok-cowok yang ada di sana," cecar Arvin seraya menatap Fayre dengan tatapan tak suka.
Fayre mengernyitkan keningnya setelah mendengar hal itu. Lantas dia mengalihkan pandangan ke arah yang dimaksud oleh suaminya itu dan benar saja ada beberapa pria yang berdiri di sana. Fayre pun mengulum senyum karena tahu jika suaminya sedang cemburu. Ada perasaan hangat yang menjalar ke dalam hati setelah tahu akan hal itu.
"Cie ... cie. Kamu cemburu ya?" Fayre menggoda Arvin dengan menaik turunkan alisnya. Sesekali dia mengerlingkan mata di hadapan suaminya itu.
...πΉTerima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka ππΉ...
...π·π·π·π·π·...
__ADS_1