
Hari terus berganti mengikuti waktu yang tak lelah berputar. Hari-hari bahagia telah dilalui sepasang suami istri itu, meski mereka belum pernah melakukan hubungan tersebut. Kesibukan Arvin di perusahaan pak Bram, berhasil mengalihkan pikirannya dari gangguan sinyal di sarang sanca.
Baik Arvin ataupun pak Bram, kedua pria ini sedang sibuk mengurus segala berkas yang dibutuhkan untuk pelantikan pemimpin perusahaan yang baru. Sementara, Fay sendiri setiap harinya menghabiskan waktu dengan bu Linda. Ia sampai tidak punya waktu untuk menuangkan ide kreatifnya di atas canvas, karena mertuanya itu setiap hari mengajaknya pergi. Entah itu ke salon, shoping ataupun bertemu dengan teman sosialita bu Linda. Selama satu bulan ini, Fay benar-benar merasakan perhatian dan kasih sayang seorang ibu.
Bu Linda sendiri sebenarnya sedang mempersiapkan liburan panjangnya. Akan tetapi beliau tidak mau melihat Fay kesepian di rumahnya. Alhasil, beliau pun selalu mengajak Fay untuk menghabiskan waktu di luar. Banyak hal yang sudah dilakukan kedua wanita berbeda generasi itu secara bersama-sama.
"Sayang, kamu besok pakai baju apa saat menghadiri pelantikan suamimu?" tanya bu Linda setelah menghabiskan steak yang ada di piringnya.
"Apa ya, Mi? Saya juga bingung," jawab Fay tanpa menatap bu Linda.
"Hmmm ... setelah ini kita cari pakaian yang cocok untuk acara besok," jawab bu Linda tanpa berpikir panjang.
Fay mengangguk pelan setelah mendengar jawaban tersebut, karena ia sendiri tidak mempunyai pakaian yang cocok untuk dipakai menemani sang suami. Lebih baik nurut dengan mertua daripada harus menanggung malu. Begitulah yang ada dalam pikiran Fay saat ini.
"Ayo kita pergi dari sini," ucap bu Linda setelah keduanya telah selesai makan siang di salah satu restoran steak terkenal di Jakarta Selatan.
Mobil yang membawa kedua wanita tersebut akhirnya melenggang dari halaman restoran. Sopir yang mengendarai mobil putih itu pun mengarahkan setir mobil sesuai dengan perintah dari nyonya besar. Hingga pada akhirnya sampai di halaman luas butik langganan bu Linda.
__ADS_1
Siang ini, sepertinya akan dihabiskan bu Linda dengan berburu perlengkapan untuk menghadiri acara besok pagi. Beliau begitu antuasias memilihkan dress untuk menantunya itu. Sementara Fay hanya pasrah ketika harus mencoba beberapa dress elegan pilihan bu Linda.
"Sepertinya yang ini cocok kamu pakai besok," ucap bu Linda seraya menatap salah satu dress yang terpajang di manequien. Sebuah dress of shoulder warna navy telah dipilih bu Linda untuk menantunya.
...♦️♦️♦️♦️...
Hari yang ditunggu telah tiba. Mobil hitam milik Arvin berhenti di tempat parkir khusus, diikuti mobil pak Bram di belakangnya. Fay keluar dari mobil setelah Arvin membukakan pintu untuknya. Keduanya berjalan beriringan dengan tangan saling menggenggam satu sama lain. Pagi ini Fay terlihat sangat cantik dengan balutan dress pilihan bu Linda. Ia mengembangkan senyum manis saat berjalan menuju lobby kantor.
Acara pagi ini dilaksanakan di aula yang ada di lantai tiga. Tempat khusus yang sudah disediakan pak Bram untuk melaksanakan kegiatan besar di perusahaan. Tamu undangan dari perusahaan lain mulai berdatangan, tak terkecuali temen-teman Arvin dan wakil perusahaan pak Hardi. Seperti Dira dan bu Lisa akan hadir dalam acara penting ini.
Waktu yang ditentukan akhirnya tiba. Acara pun segera dimulai. MC yang bertugas mulai membuka acara tersebut. Semua tamu undangan duduk di kursi masing-masing. Suara merdu MC yang bertugas mulai menggema di sana. Satu persatu rangkaian acara mulai dibacakan.
"Dengan disaksikan semua tamu undangan yang hadir di tempat ini, saya Bramasta Pramono menyerahkan semua perusahaan kepada putra tunggal saya, Arvin Axelle. Mulai hari ini, perusahaan ini resmi menjadi miliki Arvin Axelle ...."
Pak Bram menyampaikan pidatonya dengan ditemani oleh Arvin. Penandatanganan surat peralihan disaksikan langsung oleh semua orang. Suara riuh tepuk tangan para hadirin terdengar di sana, setelah perusahaan sah menjadi milik Arvin.
"Terima kasih untuk yang sudah berkenan hadir memenuhi undangan dari perusahaan. Sebelum saya memberikan sambutan selaku pemimpin baru perusahaan ini, saya ingin mengenalkan istri saya kepada semua yang hadir di sini," ucap Arvin seraya menatap Fay, ia memberikan kode agar Fay naik ke atas panggung bersamanya.
__ADS_1
"Hadirin semua, perkenalkan ini adalah istri saya, namanya Kyomi Fayre. Anda semua bisa memanggilnya dengan Fay. Saya harap setelah ini tidak ada isu ataupun kabar tidak sedap mengenai privasi saya." Arvin tersenyum manis seraya menatap hadirin yang ada ada di aula tersebut.
Fay membungkukkan tubuhnya dengan diiringi senyum yang sangat manis. Setelah itu, ia pamit turun dari panggung dan kembali ke tempat duduknya. Ia ingin melihat Arvin ketika memberikan sambutan sebagai pemimpin perusahaan.
Sementara itu, di sudut lain, ada dua wanita yang sedang terbakar rasa iri hati. Siapa lagi kalau bukan bu Lisa dan Dira. Apa yang sedang disaksikan keduanya saat ini, benar-benar membakar hati. Bu Lisa tidak terima jika gadis yang berdiri di sisi suaminya itu merasakan bahagia. Sungguh, bu Lisa tidak rela akan hal itu.
"Sialan! Nasib baik masih saja ada di pihaknya!" umpat bu Lisa dalam hati, "Dira harus bisa melebihi dia! Aku tidak terima jika gadis itu bahagia!" lanjut bu Lisa.
Sementara di deretan kursi depan, ada ketiga teman Arvin. Mereka tak lain adalah Raka, Toni dan Fabi. Hanya Raka yang menampilkan ekspresi wajah tak bersahabat ketika melihat Arvin menyampaikan sambutannya sebagai pemimpin perusahaan ini. Jujur saja ia pun tidak terima Arvin hidup bahagia bersama istrinya dengan bergelimang harta. Menjatuhkan perusahaan tidaklah mudah, Raka pun sudah merancang cara untuk menghancurkan rumah tangga sahabatnya itu.
"Bro, si Arvin tiba-tiba aja punya bini cantik! Enak banget dia," bisik Toni kepada Fabi.
"Tau tuh! Gue pikir dia doyan pedang!" Toni pun membekap mulutnya karena takut didengar tamu undangan yang lain.
Raka mengepalkan tangannya setelah mendengar bisik-bisik kedua temannya itu. Ia semakin bertekad untuk menghancurkan Arvin dengan caranya sendiri.
"Lihat saja setelah ini!" ujar Raka dalam hatinya.
__ADS_1
...🌹Selamat Membaca🌹...