
"Abang nasi gorengnya. Itu brewoknya bikin aku gemes. Aku pengen ngusap brewoknya, Vin!" pinta Fayre. Kali ini dia menatap sang suami penuh harap.
Arvin ternganga setelah mendengar permintaan tersebut. Dia tidak menyangka saja jika Fayre akan meminta hal gila itu, "gak! Gak akan aku biarkan!" tolak Arvin dengan tegas. Dia tidak mau mengabulkan keinginan gak masuk akal sang istri.
Beberapa menit kemudian, dua porsi nasi goreng sesuai pesanan Arvin telah tersaji di atas meja. Fayre terus mengamati sosok yang membuatnya kagum itu. Sepertinya dia tidak perduli dengan ekspresi wajah Arvin yang berubah menjadi masam karena cemburu kepada pedagang nasi goreng tersebut. Sosok pria yang mungkin seumuran dengannya itu memiliki paras yang manis dengan postur tubuh tegap. Penampilan untuk pedagang nasi goreng itu terkesan keren, apalagi ditambah dengan bulu-bulu tipis yang tumbuh di rahangnya serta gaya potongan rambut yang rapi dan klimis.
"Ayolah, Vin. Aku ingin mengusap brewoknya. Sebentar saja ya. Kamu bilang gih sama si Abang itu!" rengek Fayre setelah menghabiskan satu porsi nasi goreng.
"Gak! Kamu gak lihat ada istrinya itu!" tunjuk Arvin pada seorang wanita muda yang membantu pedagang nasi goreng itu menyiapkan bumbu dan nasi yang akan dimasak.
Fayre terus merengek dan mengancam Arvin jika tidak mau pulang sebelum mengusap rahang pedagang nasi goreng itu. Dia memohon kepada Arvin agar mengabulkan permintaan yang disebutnya dengan ngidam itu.
"Oke. Baiklah! Ini yang terakhir kali ya! Setelah ini aku gak mau ada acara ngidam yang aneh!" ujar Arvin karena sudah tidak tahan dengan rengekan Fayre, "kamu berani berjanji jika besok dan seterusnya tidak akan bersikap aneh dengan mengikuti kemana pun aku pergi 'kan?" Rupanya Arvin tidak mau kalah dengan sang istri. Dia menggunakan kesempatan dalam kesempitan untuk terbebas dari sang istri.
__ADS_1
"Iya deh aku berjanji. Setelah ini aku gak akan mengikuti kamu, asal aku boleh menyentuh rahangnya bang ewok." Fayre menyanggupi syarat dari sang suami demi keinginan gilanya itu. Entah mengapa di matanya, pedagang nasi goreng itu terlihat sangat menarik.
Arvin pun segera beranjak dari tempatnya saat ini, dia menemui abang pedagang nasi goreng tersebut untuk memenuhi keinginan sang istri. Dia pun harus menahan malu di hadapan istri pedagang nasi goreng tersebut saat meminta izin agar Fayre bisa menyentuh bulu-bulu halus dari pria yang sedang menahan tawanya itu.
Cukup lama ketiga orang tersebut berunding dan tentunya dengan susah payah Arvin meluluhkan istri pedagang tersebut agar tidak cemburu saat melihat Fayre menyentuh rahang suaminya. Tentu ini adalah sangat memalukan bagi Arvin, tapi jika tidak terpenuhi, maka dia sendiri sudah tahu bagaimana akhirnya nanti.
"Yes! Bang Ewok, aku datang!" ujar Fayre dengan semangatnya setelah Arvin melambaikan tangannya agar Fayre mendekat.
"Teh, mohon izin ya karena gak tahu kenapa saya pengen banget nyentuh brewoknya si Abang," ucap Fayre saat meminta izin kepada wanita yang ada di sisi abang pedagang nasi goreng itu.
"Sudah. Terima kasih ya, Bang." Arvin mengakhiri kegilaan ini setelah melihat Fayre menyentuh bulu halus yang tumbuh di rahang itu, "Teh, terima kasih atas pengertiannya," ucap Arvin sambil meletakkan beberapa lembar rupiah di gerobak tersebut karena tidak tahu harus membayar berapa tagihan nasi gorengnya.
Pria tampan itu segera menarik tangan sang istri keluar dari warung tersebut. Gemuruh di dada rasanya tidak bisa terbendung lagi. Arvin terbakar api cemburu kepada abang pedagang nasi goreng yang sudah merasakan tangan lembut sang istri.
__ADS_1
"Setelah ini aku akan pergi ke dokter untuk mencari penumbuh brewok biar kamu gak menyentuh orang lain. Bila perlu aku akan menumbuhkan jenggot seperti Sinterklas, biar kamu puas!" gerutu Arvin saat dalam perjalanan pulang.
Sementara itu, pedagang nasi goreng dan istrinya masih termenung atas kejadian ini. Apalagi setelah melihat beberapa lembar rupiah yang diletakkan Arvin di gerobaknya. Sungguh, mereka seperti mendapat hadiah nomplok malam ini.
"Kenapa Abang senyum-senyum sendiri? Seneng ya habis disentuh wanita cantik!" sarkas istri pedagang nasi goreng tersebut.
"Eh, bukan begitu, Neng! Abang shock saja karena ada wanita cantik yang mau menyentuh brewok Abang, padahal kamu aja selalu protes dengan brewok ini," ujar pria tersebut tanpa sadar.
"Ih! Abang!" Wanita tersebut terlihat kesal karena sang suami justru bahagia setelah merasakan usapan lembut dari wanita cantik, "kalau begitu semua uang ini adalah milikku! Abang gak boleh minta sepersen pun! Anggap saja ini adalah kompensasi karena saya rela Abang disentuh wanita lain!" Wanita tersebut meraih uang pemberian Arvin dan segera dimasukkan ke dalam saku jeansnya.
Sementara pria yang memiliki brewok itu hanya melongo saja setelah mendengar ucapan sang istri, "Neng, itu berarti sama aja Neng udah menjual brewok Abang ke wanita itu! Wah, harusnya tadi lebih lama ya Neng, biar uang yang dibayar semakin banyak dan kita bisa beli motor baru," ujar pria tersebut tanpa rasa bersalah sedikitpun.
...πΉTerima kasih sudah membaca karya ini semoga suka ππΉ...
__ADS_1
...π·π·π·π·π·...