Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
09 Pertemuan Kedua


__ADS_3

Om Roy segera menyuruh anak buahnya untuk mencari keberadaan Zee.


Sedangkan Dita memeriksa cctv rumah sakit untuk mengetahui siapa yang telah menculik Zee.


Karena kini sudah larut malam maka pencarian Zee di lanjutkan esok pagi.


Saat ini waktu menunjukkan pukul 4 pagi.


Zee yang sedari tadi siang masih dalam pengaruh obat bius yang berhasil di suntikkan oleh teman-teman Frenky kini mulai sadar.


Zee merasa terkejut karena dirinya kini duduk terikat di kursi ayun dan berada di tempat kotor, sempit dan gelap.


Zee di sekap di tempat kecil di tengah hutan.


Lalu seseorang dengan menggunakan topeng datang dan menghampiri Zee.


Orang itu mendekat lalu memegang pipi Zee dengan kuat hingga membuat Zee meringus kesakitan.


"Aauu...."


"Kenapa? Sakit ya...? Ct ct ct.... Zee yang cantik dan energik kini hanya bisa duduk lemas tak berdaya"


"Kamu siapa?" Tanya Zee


"Gue adalah orang pertama yang telah membantu lo hidup di kerasnya Jakarta ini. Tapi lo sama sekali tidak tahu cara berterima kasih rupanya"


Zee mencerna omongan orang itu


"Lo Frenky?"


Orang itu membuka topengnya dan benar saja tebakan Zee bahwa orang itu adalah Frenky.


Zee yang masih lemas berusah melepas ikatannya namun tak bisa.


"Mau lo apa frenk? Kenapa lo jadi gini sama gue?"


Zee tekejut mendengarnya, ia tidak menyangka kalau Frenky bisa se bejat itu padanya.


"Kenapa diam? Terkejut? Lo pikir selama ini gue bantuin lo gratis, gitu? Ga ada yang gratis di Jakarta sayang, sekarang gue mau lo bayar semua jasa gue s'lama ini, sekarang!"


"Maksud lo apa Frenk?"


"Zee... Zee... Lo itu ga bodoh, jadi lo ga perlu pura pura bertanya. Sekarang mending lo siap-siap buat layanin gue sampai puas"


Frenky mulai meraba wajah hingga tubuh Zee dan itu membuat Zee merinding.


Frengky mengambil rambut Zee dan menciumnya dalam-dalam.


"Bagaimana mungkin gue bisa tahan, wangi rambutmu saja begitu menggoda ku"


Frengky mulai menciumi wajah Zee meski Zee trys berusaha menolak, dan saat Frenky hendak membuka kancing bajunya hp Frenky tiba-tiba berdering.


"Sialan!"


Segera Frenky mengangkat teleponnya dan pergi keluar.


Segera Zee kembali berusaha untuk melepas ikatannya. Sekuat tenaga Zee kerahkan dan usahanya tidak sia-sia.


Tali yang mengikatnya berhasil ia buka, dengan diam-diam Zee berjalan mengendap-endap.


Tapi langkahnya terhenti tepat di belakang pintu, karena Frenky berdiri di sana.


Zee segera mencari sesuatu yang bisa membantunya untuk keluar dari sini.


Beruntung Zee menemukan sepotong kayu balok.

__ADS_1


Zee menbuka pelan-pelan pintunya lalu memukul Frenky tepat di tulang tengkoraknya.


Meski sempat menoleh Frenky akhirnya pingsan juga.


"Mau gue? Lo tanya mau gue? Gue mau tubuh lo!"


Zee segera kabur dengan sisa tenaga yang ia punya. Meski dengan terengah-engah Zee tetap memaksakan dirinya untuk terus berlari.


Saat berhasil keluar dari hutan perjalanannya masih sangat panjang.


Zee tidak tahu di mana saat ini dirinya berada.


Jalanan yang sepi ia telusuri, sesekali dirinya terjatuh namun segera ia berusaha untuk bangkit.


Wajahnya kini semakin pucat, dan tubuhnya semakin melemah.


Karena kondisinya yang semakin drop, Zee akhirnya pingsan di pinggir jalan.


Tubuhnya tergeletak tak berdaya.


Setelah fajar mulai menyapa, ada mobil yang lewat dan berhenti di depan Zee.


Orang itu adalah Adam, dia baru pulang dari luar kota karena undangan untuk mengisi ceramah.


Adam segera turun dari mobilnya dan menghampiri Zee.


"Siapakah dia, kenapa bisa ada di sini?"


Adam lalu membuka rambut yang menutupi wajahnya dan Adam pun terkejut karena kali ini dia lagi-lagi bertemu dengan Zee dalam keadaan yang tak terduga.


Jika sebelumnya ia bertemu saat Zee di kejar preman, kali ini beetemu dalam keadaan pingsan.


"Zee... Bangun..." Adam mencoba menepuk pipi Zee namun Zee tak juga sadar.


Adam memeriksa nafas serta denyut nadinya.


Segera Adam membawanya masuk ke mobil lalu mengantarnya ke rumah sakit.


Sepanjang jalan Adam terus kepikiran bagaimana bisa dia pingsan di jalanan yang sepi, apa lagi dengan kondisi yang seperti ini.


"Apakah dia melarikan diri dari rumah sakit?" Batin Adam


Adam berfikiran demikian karena melihat baju yang di pakai Zee adalah baju rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit Zee segera di bawa ke UGD.


Adam menunggunya di luar untuk memastikan keadaannya.


Setelah menunggu cukup lama, dokter akhirnya keluar.


"Dokter bagaimana kondisinya? Apa baik-baik saja?" Tanya Adam


"Beruntung anda segera membawanya ke rumah sakit, telat sedikit saja akan fatal"


"Alhamdulillah..."


"Sepertinya dia mengalami keracunan, entah makanan atau minuman. Kondisinya sangat buruk, dehidrasi parah serta kelelahan semakin memperburuk kondisinya.


Tapi beruntung, saat ini kondisinya sudah lebih baik tapi dia harus di rawat inap selama beberapa hari ke depan" jelas dokter


"Baiklah dok, terimakasih"


"Sama-sama. Setelah pasien di pindahkan ke ruang rawat anda boleh melihatnya. Saya permisi"


Dokter pun pergi dan Adam tetap menunggu sampai Zee di pindahkan.

__ADS_1


Adam tiba-tiba kepikiran akan umi nya, ia lupa mengabari umi nya kalau ia pulang telat karena harus mengurus Zee dulu.


"Astaghfirullah... Aku lupa. Umi pasti menunggu ku dengan cemas"


Segera Adam menelpon umi nya.


"Assalamualaikum umi..."


"Wa'alaikum salam nak. Kamu di mana? Katanya mau pulang hari ini? Apa masih di tunda?"


"Tidak umi, Adam jadi pulang sekarang kok, tapi Adam agak telat soalnya masih ada urusan"


"Oh ya sudah, segera selesaikan urusanmu dan pulanglah dengan hati-hati"


"Iya umi, kalau begitu Adam tutup dulu ya mi, assalamualaikum...."


"Wa'alaikum salam"


Setelah telepon selesai Zee akhirnya di pindahkan ke ruang rawat dan Adam mengikutinya dari belakang.


Melihat Zee yang masih belum sadarkan diri, rasanya tudak enak meninggalkannya sendiri do rumah sakit. Jadi Adam berencana pulang setelah Zee sadar.


Karena letih mengemudi semalaman, Adam pun tertidur di kursi tepat di samping Zee.


Sampai akhirnya Zee terbangun.


Zee melihat tubuhnya kini berbaring dengan selang infus di tangan


"Aku ada di rumah sakit? Siapa yang membawa ku ke sini?" Batin Zee


Zee terkejut melihat seseorang yang tengah terlelap di sampingnya


"Siapakah orang ini? Apakah di yang membawa ku ke sini? Dia bahkan sepertinya tampak kelelahan hingga ketiduran. Terimakasih orang baik..."


Karena merasa haus Zee berusaha meraih gelas di meja, namun karena tidak sampai Zee akhirnya menjatuhkan gelas itu hingga pecah.


Seketika Adam terbangun karena terkejut.


"Astaghfirullah... Ada apa?!"


Selain terkejut karena suara gelas yang ia pecahkan, Zee juga merasa tidak enak karena membuat Adam terbangun.


"Saya haus"


"Tunggu sebentar, biar saya ambilkan"


Adam lalu mengambilkan segelas air untuk Zee kemudian membereskan pecahan gelasnya.


Setelah itu Adam kembali duduk di samping Zee.


"Saya menemukan mu pingsan di pinggir jalan, bagaimana bisa kamu ada di jalanan yang sepi sendirian?" Tanya Adam


"Saya kabur"


"Kabur? Dari rumah?"


"Tidak... Kemarin saya masih di rawat di rumah sakit, tapi saat saya bangun saya sudah berada di gubuk di tengah hutan. Jadi saya berusaha kabur"


"Kamu di culik? Astaghfirullah.... Ya sudah, kamu hafal nomer hp keluarga mu? Biar saya hubungin mereka kalau kamu sekarang ada di rumah sakit"


"Jangan. Kamu tidak perlu menghubungi siapapun, biarkan aku di sini sendiri. Kalau kamu mau pulang, pulanglah. Terimakasih telah menolong saya"


Zee lalu berbaring membelakangi Adam.


Adam merasa bingung kenapa dia tidak mau ada keluarganya yang mendampingi. Apa lagi dengan kondisinya yang begitu lemah.

__ADS_1


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2