
"Tau aja lo kalo gue belum sarapan, makasih ya
Sarapannya di mobil aja ya sekalian berangkat takutnya macet terus telat"
"Oh ya udah ayo mas Adam ada di mobil"
"Eh tapi aku udah pesan grab" ucap Dita
"Ih... Aku bela belain ke sini pagi pagi buta demi nganterin kamu ke bandara, dan sekarang kamu mau naik grab?"
"Terus gimana dong? Kasian kang grab nya udah nungguin di depan"
Zee menarik tangan Dita mengajaknya menghampiri abang grab nya.
"Itu mobilnya" ucap Dita sambil menunjuk mobil putih di depannya.
Zee segera menghampiri mobil itu dan mengetuk pintunya.
"Pak permisi..."
"Dengan bak Dita ya?" tanya nya
"Iya pak, tapi maaf ya ga jadi soalnya udah ada mobil jemputan. Ga papa ya pak?"
Supir grab itu bingung, dan Zee mengambil dompetnya dan mengeluarkan beberapa lembar uang kertas.
"Ini ya pak sebagai tanda maaf dari saya karena sudah membatalkan orderannya, mohon di terima ya.."
Dengan senyum yang mulai mengembang sopir grab itu pun menerimanya dengan hati yang senang.
__ADS_1
Meski orderannya di batalkan tapi dirinya tetap mendapatkan uang.
Zee mengajak Dita ke mobilnya dan langsung menuju ke bandara.
Dita lalu membuka kotak makannya dan langsung memulai sarapan.
"Lo sama laki lo udah sarapan?" tanya Dita
"Udah, aku sama mas Adam sudah sarapan tadi. Itu kamu habisin aja"
"Ga enak loh gue makan sendirian"
"Ga papa, makan aja ga usah sungkan-sungkan" saut Adam
Selama perjalanan Zee memperhatikan Dita yang sedang khusuk menyantap sarapannya.
Adam melirik istrinya dari kaca, terlihat betapa beratnya perpisahan ini.
Beberapa saat kemudian mereka oun sampai di Bandara.
Adam membantu mengeluarkan koper Zee dari bagasi sekalian membawakannya.
Selesai check in Dita langsung berpamitan pada Zee dan Adam.
Raut wajah Zee kini mulai jelas menunjukkan kesedihan.
Matanya mulai berair dan bibirnya mulai manyun menahan tangis.
"Heh, udah tua juga masih aja nangisan" sentil Dita pada hidung Zee
__ADS_1
Zee langsung memeluknya dan air matanya mulai jatuh.
"Padahal aku masih kangen loh sama kamu, Dit. Tapi kini udah harus pisah lagi"
"Kalo lo nangis gini bisa bisa gue juga nangis tau. Ntar luntur nih maskara gue" Dita mencoba menghibur Zee
"Jangan nangis, malu di lihatin banyak orang"
Zee menghapus air matanya
"Mas, nanti kalo punya rezeki dan waktu kosong, kita main main ya ke bali nyamperin Dita" rengek Zee pada suaminya
"Iya sayang iya. Udah jangan nangis lagi, kasihan Dita nanti selama di perjalanan dia pasti jadi kepikiran" ucap Adam sambil mengusap kepalanya
"Dengerin tuh kata laki lo, udah ya jangan nangis lagi. Gue pamit ya, ingat jaga kesehatan jangan capek-capek" pesan Dita yang di angguki oleh Zee
"Titip sahabat gue ya, jagain dia. Jangan sampe di terluka" pesan Dita juga pada Adam
"Iya, in sya Allah akan aku jaga dengan sepenuh hati"
Mereka kembali berpelukan untuk yang terakhir kalinya sebelum Dita pergi.
Sambil terus memegang tangan Adam Zee terus memandangi Dita yang semakin lama semakin menghilang dari pandangannya.
Adam merangkul nya sambil mengusap kepalanya dan menciumnya.
"Udah jangan sedih lagi, kita do'akan Dita agar selamat di perjalanan hingga sampai di tujuan"
Zee mengangguk dan membalas pelukannya.
__ADS_1
☀️☀️☀️☀️☀️