
"Iya iya aku sadar cara ku memang salah, tapi percayalah niat ku cuma ga mau kamu banyak pikiran sayang"
Zee menghela nafasnya dan membuang kasar.
"Oh ya 1 lagi, yang kamu bilang aku mau menikah lagi itu 1000% ngak bener sayang. Ga ada sedikitpun terbesit dalam pikiran ku baik sadar maupun tidak sadar untuk berpoligami dari mu. Ga mungkin sayang"
"Ga mungkin? Trus kenapa mas Adam main hp nya diam-diam sambil senyum-senyum, hah?! Itu mas Adam lagi chat an kan sama wanita lain?"
Adam tersenyum karena ia suka melihat raut wajah istrinya yang terlihat kesal karena cemburu nya.
"Aku memang suka saat kamu cemburu pada ku, itu pertanda kalau kamu sangat mencintai ku. Tapi cemburu mu itu salah paham sayang"
Adam kemudian menjelaskan kenapa dirinya bermain hp saat Zee sudah tertidur, itu karena Adam tidak mau Zee teringat lagi akan hp nya yang di sita.
Selama Zee tidak memainkan hp nya Adam pun juga begitu, ia memainkan hp nya hanya pada malam hari itupun hanya karena harus membalas email atau chat yang berhubungan dengan pekerjaan.
Dan saat Adam senyum senyum sendiri itu karena sedang membaca chat dari Alfan, Alfan mengejek Adam karena terlalu over pada Zee.
"Dasar tukang cemburu" begitulah chat dari Alfan
Meski sudah di jelaskan panjang lebar tentang alasan dari sikapnya belakangan ini, tak lantas membuat Zee tenang dan percaya.
Ia masih sedikit kesal pada Adam.
Semalaman itu Adam tak henti-hentinya membujuk meminta maaf pada Zee.
Ia berjanji tak akan mengulangi lagi.
Ia juga mengembalikan hp Zee.
__ADS_1
"Ini hp nya, sekali lagi aku minta maaf ya sayang... Di maafin ga nih?"
Zee mencoba menghidupkan hp nya tanpa menggubris Adam
"Sayang... Maafin aku ya, plis... Di maafin ya, kasih hukuman juga ga papa asalkan di maafin"
Rengek Adam sambil memegang kedua telinganya
Setelah berjam jam mereka berdebat, akhirnya Zee mau memaafkan apa yang di lakukan Adam.
Adam terlihat seperti anak kecil yang meminta maaf pada ibunya, merengek dan bergelayut manja pada Zee.
Kasihan, ya Zee merasa kasihan melihat Adam memelas padanya. Tapi Zee mengambil kesempatan ini untuk membuat Adam jera dan tak lagi merahasiakan apapun darinya.
"Ya udah aku maafin. Tapi dengan 1 syarat"
"Sungguh? Syarat apa itu sayang katakan, aku pasti akan melakukannya" pinta Adam
"Kamu malam ini harus tidur di luar. Aku ingin menikmati tidur malam ku dengan nikmat"
Adam mengangkat kedua alisnya
"Di luar? Tapi..."
"Mau apa ngak?"
"Iya iya, aku tidur di luar. Tapi janji ya habis ini di maafin"
"Lakukan dulu syaratnya, setelah itu baru aku maafin. Nih buat teman tidur kamu"
__ADS_1
Zee memberikan bantal pada Adam dan memintanya keluar dari kamar.
"Ya emang salahku sih ga cerita dari awal sama dia. Dan sekarang inilah akibatnya, tidur di luar kan. Mana malam ini dingin banget lagi. Dingin dingin gini tuh enaknya pelukan satu selimut, eh malah tidur di luar. Dasar konyol"
Adam menggerutu pada dirinya sendiri karena menyesal hingga membuatnya harus tidur di luar berselimutkan dingin yang menusuk tulang.
Sedangkan Zee di dalam kamar memainkan hp nya dan langsung menghubungi Dita.
Perbincangan yang terhenti selama 3 bulan itu membuat mereka memiliki banyak topik untuk di bahas.
Tapi meski begitu Zee merahasiakan alasan mengapa dirinya tak bisa di hubungi selama ini dari Dita, itu karena Zee tidak mau nama Adam menjadi buruk di mata orang lain tak terkecuali Dita sahabatnya sendiri.
Saking asyiknya mengobrol mengobati rindu, tak terasa sudah pukul 01.15 dini hari dan mereka pun mengakhiri obrolannya.
Zee lalu kepikiran Adam, bagaimana suaminya itu. usa tidur di luar tanpa ia berikan selimut.
Segera Zee menghampirinya dengan membawa selimut di tangannya, dan benar saja Adam tidur di sofa dengan posisi tubuh yang menahan dinginnya malam.
"Mas... Maafin aku karena menyuruh kamu tidur di luar. Aku udah ga marah kok sama kamu, aku udah maafin sebelum kamu minta maaf. Tapi ya aku hanya kesal saja dan ingin sedikit ngerjain kamu, maafin aku ya...."
Batin Zee sambil mengusap dan membelai rambut suaminya itu.
Ia kemudian memakaikan selimut yang ia bawa pada Adam.
"Aku sayang sama kamu mas, saya....ng banget"
Ucap Zee lalu mencium kening Adam.
☀️☀️☀️☀️☀️
__ADS_1