
Adam menghapus air mata di pipi Zee
"Sudah, jangan menangis lagi. Itu masih ada satu amplop lagi yang belum kamu buka"
Zee pun mengambil amplop itu yang di atasnya bertuliskan
"Happy Anniversary yang ke 8 tahun sayang"
Dengan pelan Zee membukanya, ia mengucek matanya beberapa kali karena tak percaya akan isi di dalamnya.
Dua tiket umroh sudah ada di tangannya, Zee membolak balikkan tiket itu membacanya dengan seksama.
"Ini.... Ini tiket umroh?" tanya Zee tak percaya
"Iya, minggu depan kota berangkat"
"A.... Mas... Kenapa kamu se romantis ini..." air matanya kembali mengalir
"Kan... kan... Nangis lagi, kan udah aku bilang jangan nangis"
"Aku bahagia mas, aku menangis karena bahagia. Makasih mas, makasih banyak..." Zee berjinjit dan mencium pipi Adam lalu memeluknya dengan erat.
__ADS_1
Mereka pun saling berpelukan.
Melihat reaksi istrinya yang begitu bahagia dengan kejutan yang ia buat, Adam merasa sangat bahagia.
Setelah itu mereka pun berbelanja semua kebutuhan untuk umroh mereka.
Tak lupa Zee memberi tahu Dita tentang kabar baik ini, dan kebetulan juga di tanggal yang sama Dita akan pergi berbulan madu bersama suaminya di Korea.
Mereka sama-sama menikmati hidup bahagia dengan pasangan dan jalan hidup masing-masing.
Hari ini tibalah waktunya untuk Adam dan Zee berangkat.
Pagi-pagi sekali mereka sudah siap dan akan berangkat menuju bandara.
Dan Alhamdulillah mereka sampai di sana dengan selamat.
Selama berasa di sana, pikiran mereka hanyalah untuk beribadah dan berdo'a.
Tak ada tujuan lainnya seperti membeli sovenir, pakaian dan lain-lainnya di benak Zee, karena dia hanya fokus untuk beribadah.
Tepat saat towaf mengelilingi Ka'bah, atas izin Allah mereka bisa menyentuh dan mencium dinding Ka'bah dengan mudah tanpa berdesakan.
__ADS_1
Mereka menumpahkan air mata meminta ampun atas segala dosa dari masa lalu.
Adam menangis karena teringat pada umi Fatimah saat umroh dulu, ia meminta kepada Allah agar menempatkan umi nya di surganya Allah.
Sedangkan Zee menangis sejadi-jadinya teringat akan dosa-dosanya dari masa lalu.
Memohon ampun dengan tulus.
"Ampuni segala dosa hamba ya Allah, hamba yang hina dan penuh dosa ini. Hamba datang ke rumah mu untuk meminta pengampunan dari mu Ya Ghofur... Ampuni ya Allah ampuni...."
Juga di kesempatan itu, Zee berdoa dengan berlinang air mata agar di segerakan untuk bisa hamil fan memiliki keturunan.
"Ya Allah ya Tuhan ku, jika dosa hamba menjadi salah satu alasan penghambat dari kehamilanku, mohon ampuni yang Allah. Kasihan suami hamba yang juga harus ikut menanggung akibat dari perbuatan hamba. Mohon kabulkan hajat hamba ya Allah...." doa nya dengan tersedu-sedu
Setiap hari setiap habis sholat di Masjidil haram, Zee selalu berdoa untuk di ampuni dosa-dosanya, di berkahi pernikahannya, di mudahkan segala urusan nya dari dunia hingga akhirat.
Dan besok adalah waktunya mereka kembali ke tanah air.
Mereka tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, belum tentu mereka bisa kembali menginjakkan kaki di Makkah.
Sejak sholat maghrib, Zee tidak berhenti beribadah dengan melakukan sholat sunnah, mengaji dan berdzikir sepanjang malam.
__ADS_1
Adam sempat khawatir karena jika tidak istirahat, ia takut Zee akan jatuh sakit.
☀️☀️☀️☀️☀️