
Zee membuka kopernya dan mulai menata barang belanjaannya.
Dari mulai baju, hijab, aksesoris dan pernak-pernik khas Turki.
Tapi saat membuka koper yang satunya Zee terkejut karena di dalamnya ada beberapa pakaian seksi.
Zee mengangkat lingerie merah itu sambil menatap nya dengan seksama.
"Ini siapa yang beli? Perasaan.... Ha, pasti ini mas Adam yang beli. Tapi kapan?"
Zee malipat beberapa lingerie seksi dengan bermacam warna itu lalu memotretnya dan mengirimkan nya pada Adam.
"Ini apa mas?...."
Setelah itu Zee kembali melanjutkan berkemas dan lagi-lagi ia menemukan sesuatu.
Kali ini Zee menemukan beberapa set pakai dalam dengan bahan yang lembut tapi tipis.
"Astaghfirullah.... Mas Adam kapan belinya sih kok aku ga tau. Hmm... Lihat nanti ya mas, jangan terkejut jika nanti kau melihat istri mu berubah"
Zee senyum-senyum sendiri dan mengambil hp nya, menghapus pesannya yang barusan ia kirim untuk Adam.
Selesai dengan semuanya Zee lalu mandi dan bersiap sholat dhuhur.
Sehabis sholat ia hanya tiduran tanpa ada kegiatan.
Sungguh membosankan. Dirinya yang dulu biasa sibuk kini mutlak menjadi pengangguran.
Zee mencoba membuka internet dan mencari apa-apa yang viral saat ini.
Ia ingin kembali membuka usaha agar ia punya kesibukan.
Ia terus sibuk mencari sampai ketiduran.
__ADS_1
Terlelap ketiduran hingga adzan ashar yang membangunkan.
Zee bangun dan segera sholat kemudian menyiapkan makanan untuk menyambut kedatangan suaminya.
Tak lama Adam pun datang, Zee menyambutnya kemudian mereka makan bersama.
Saat Zee sedang mengambilkan makanan untuknya, Adam teringat dengan lesan yang Zee hapus tadi.
"Oh ya sayang tadi kamu kirim pesan ya? Belum aku baca kok udah di hapus?"
"Oh itu tadi aku salah kirim mas" jawab Zee dengan santai
"Oh ya dek pertunangan Kirana kapan?"
"Besok mas"
"Besok? Astaghfirullah kok aku bisa lupa ya"
"Emangnya ada apa mas?"
"O... Gitu. Alhamdulillah berarti mas"
"Ya Alhamdulillah..."
Malam harinya Zee yang sehabis sholat isyak selalu mengaji tudak mendengar panggilan salam dari Adam dari luar pintu.
Beruntung Adam menyimpan kunci cadangan di bawah pot bunga dan dia bisa masuk meski Zee tudak membukakan pintu untuk nya.
Mendengar Zee yang sedang khusuk melantunkan ayat Al Qur'an, Adam masuk ke kamar dengan pelan.
Duduk di belakang dan menyimak bacaannya.
Semakin hari bacaan Al Quran Zee semakin bagus, baik makhroj maupun tajwid nya.
__ADS_1
Adam mengakui itu adalah hal luar biasa dimana dalam waktu yang cukup singkat Zee bisa membaca Al-Qur'an dengan se bagus itu.
Melihat Zee yang sudah selesai membaca Al-Qur'an Adam langsung memeluknya dari belakang hingga membuat Zee terkejut dan hampir saja memukul nya.
"Astaghfirullah... Mas. Kamu ngagetin tau, untung aku melihat bayangan mu di cermin. Kalo tidak..."
"Kalo tidak, apa?"
"Kalo tidak, aku pukulin kamu sampek babak belur"
"Masak?"
"Ih... Mas Adam kok bisa masuk? Kan pintunya aku kunci"
"Kan ada kunci cadangan sayang"
"Lepasin mas, aku mau buka mukenah"
"Ga mau!" Adam semakin mempererat pelukannya
"Lepasin dulu sayang, aku ada kejutan"
"Kejutan? Apa?"
"Makanya lepasin dulu mas..."
"Baiklah aku akan melpaskan tapi beri satu kecupan manis dulu di pipi"
Adam memberi isyarat pada Zee untuk mencium pipinya. Zee tersenyum lalu menurutinya.
Adam lalu berbaring di kasur dan memainkan hp nya.
Zee membuka mukenahnya dan memakai apa yang diam-diam Adam beli untuk nya.
__ADS_1
Tanpa sepengetahuannya Zee berdiri di belakang Adam sambil mengibas ibas kan rambut panjangnya.
☀️☀️☀️☀️☀️