Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
80 Tiga Tahun Kemudian


__ADS_3

"Kok bisa sampe terluka sih sayang?" tanya Adam panik


"Kamu kenapa tiba-tiba meluk dari belakang, kan aku jadi kaget"


"Maaf sayang maaf, sungguh aku tidak berniat membuat mu terkejut. Maaf yaa..."


Zee mengangguk lalu melepas headset nya.


"Kamu pake headset?" tanya Adam


"Iya"


"Pantes aku dari tadi lewat buka kulkas, narik kursi kamu ga noleh. Ngapain masak pake headset, kan bisa volume hp nya di gedein"


"Ya pengen aja pake headset"


"Ya sudah kamu sekarang duduk aja biar aku yang lanjutin masak"


"Eh tapi mas..."


"Udah ga papa"


Adam menarik kursi untuk Zee duduk, sedangkan dirinya mulai menggantikan Zee memasak.


Saat Adam sibuk memasak Zee memperhatikan dari belakang.


"Apa benar aku belum bisa mendapatkan keturunan karena akibat dari pekerjaan ku dulu. Jika benar ini tidak adil bagi mas Adam, dia laki-laki yang baik dan juga sholeh. Tak adil baginya jika harus menanggung karma dari perbuatan ku dulu" batin Zee


Zee berdiri menghampiri Adam dan memeluknya dari belakang.

__ADS_1


"Ada apa sayang?" tanya Adam


"Nga papa kok mas, cuma mau peluk aja"


"Udah laper ya?"


Zee mengangguk "Emang nya udah mateng?"


"Bentar lagi sayang"


"Ya udah aku siapin nasinya di meja ya"


"Iya sayang"


Selesai memasak mereka pun sarapan bersama.


Baru setelah itu Adam mandi dan bersiap bekerja sedangkan Zee tetap di rumah.


Ia lalu mengambil hp nya dan mencari bagaimana caranya agar bisa cepat hamil.


Seharian Zee menghabiskan waktunya untuk Googling tentang kehamilan.


Tapi kini karena sudah sore dan sebentar lagi Adam akan pulang, ia buru-buru beranjak dari kasurnya dan mandi.


*****


Hari berlalu, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, tak terasa sudah tiga tahun ia menjalankan usahanya.


Usaha rumah makannya berjalan dengan baik dan lancar, bahkan omset perharinya meningkat pesat jauh dari ekspektasinya.

__ADS_1


Ia bahkan membeli tanah di samping rumah makannya untuk memperbesar tempat usahanya.


Dari yang dulunya hanya ada satu chef dengan tiga karyawan kini sudah mengalami perubahan.


Kini chef nya tiga orang dan karyawan nya kini sudah ada 15 orang.


Zee terbilang sangat sukses dalam usahanya.


Ia bahkan mampu menjadikan rumah makannya terkenal hingga di berbagai kota.


Begitupun dengan usaha Adam, Toserba nya yang semakin besar dan lengkap kini sudah memiliki tiga cabang.


Dan pabriknya juga mengalami kemajuan yang pesat dan mulai bekerja sama dengan perusahaan besar sebagai investor nya.


Pernikahan mereka kini sudah memasuki usia empat tahun lebih.


Keharmonisan dalam rumah tangga mereka semakin hari semakin terlihat jelas meski tanpa ada hadirnya buah hati di antara mereka.


Hari ini mereka berencana untuk liburan, karena kesibukan mereka masing-masing hingga membuat mereka butuh beberapa waktu untuk beristirahat.


Mereka memilih untuk liburan ke Jepang, karena saat ini bunga sakura tengah bermekaran di sana.


Mereka liburan selama 6 hari di sana, mengunjungi berbagai destinasi wisata dan tak lupa mereka selalu mengabadikannya.


Liburan sekaligus ikhtiar agar bisa mendapatkan keturunan.


Saat sedang asyik kulineran, Adam mendapat telpon dari Alfan kalo sepupunya ingin ta'aruf dengan Dita.


Kabar itu sangat menggembirakan bagi Zee, karena sahabatnya akan berta'aruf dengan orang yang sudah ia kenal baik.

__ADS_1


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2