Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
39 Memulai Usaha


__ADS_3

Dua bulan berlalu.


Zee saat ini sudah menemukan ide untuk ia jadikan usaha.


Karena setelah di pikir-pikir tifak nyaman juga menganggur di rumah, Zee kembali akan membuka usaha.


Usahanya di Jakarta sudah lama ia jual dan ingin memulai usaha beru bersama suaminya, dan sebentar lagi akan terwujud.


Zee sudah lama mengantongi izin dari suaminya, dan setelah lama mencari ide kini Zee akan membuka usaha makanan korea.


Karena saat ini kaula muda banyak yang menggandrungi makanan makanan Korea.


Setelah lama berkeliling mencari lahan yang strategis, akhirnya kini Zee sudah menemukannya.


Pembangunannya pun segera di mulai.


Dan kini sudah hampir 70% bangunan itu berdiri, yang artinya sebentar lagi akan rampung.


Zee mengajak Adam mencari barang untuk mengisi tokonya itu.


Mulai dari meja, kursi, alat dapur hingga perintilan seperti hiasan dinding pun sudah Zee catat dengan lengkap.


Sedikit demi sedikit perlengkapannya sudah mulai terkumpul.


Karena lelah berkeliling seharian Zee mengajak Adam untuk menikmati makanan Korea di salah satu tempat yang itu menurut Zee rasanya sangat enak.


Zee mencoba satu demi satu rasa dari setiap penjual makanan Korea untuk memilih mana rasa yang paling enak menurut versinya dan akan ia terapkan di tokonya nanti.


Hari ini Zee memesan ramyeon untuk makan siangnya.


Saat tengah asyik menikmati makanan, Zee melihat Kirana bersama tunangannya (gus Faiz) yang baru saja turun dari mobilnya.

__ADS_1


Sepertinya Kirana juga akan makan di tempat Zee dan Adam makam sekarang.


Begitu masuk, Kirana terkejut karena melihat Adam yang sedang makan bersama istrinya.


Hingga membuat perasaannya kembali dag dig dug.


Adam tidak tahu akan kedatangan Kirana, hanya Zee yang melempar senyum ke arah Kirana.


Kirana membalas tipis senyuman Zee lalu kembali keluar tanpa memesan makanan.


"Loh... Kok keluar lagi?" Ucap Zee


"Apa sayang, kamu ngomong apa?" Tanya Adam


"E..ee itu mas, Kirana"


"Mana?"


Adam menoleh mencari di mana ada Kirana.


"Ngapain?"


"Ya aku juga ga tau mas, baru juga masuk terus keluar lagi"


"Sama siapa?"


"Sama tunangannya"


Adam mengangguk dan kembali menikmati makanan nya.


"Eh mas, aku boleh nanya ga?"

__ADS_1


"Tanya apa sayang..."


"Aku ga tau ini cuma perasaan ku aja atau gimana. Sialan setiap kali aku bertemu dengan Kirana, dia selalu menatap ku dengan lekat seakan-akan dia sedang mengatakan sesuatu"


"Maksudnya?" Tanya Adam bingung


"Iya mas. Pertama saat kita nikah dulu, Kirana memandang ku seperti tidak suka. Lalu pas kita honeymoon dulu saat dia video call, begitu melihat ku dia langsung mematikan teleponnya. Lah barusan aku senyumin dia malah keluar lagi" jelas Zee


Mendengar cerita istrinya itu, Adam kembali teringat tentang perjodohan nya dulu dengan Kirana.


"Mas... Kok bengong sih? Mas adamyga dengerin aku cerita ya?"


"Dengerin kok sayang... Aku cuma jadi kepikiran sesuatu"


"Apa?" Tanya Zee penasaran


"Habiskan dulu makanannya, nanti kalo sudah sampai di rumah aku ceritain"


"Ih kok gitu sih" Zee agak bete dengan Adam karena membuatnya penasaran.


Ia segera menghabiskan makanannya.


"Pelan-pelan makannya, takutnya nanti tersedak loh..." ucap Adam sambil mengelap bibir istrinya itu dengan tisu karena makannya yang belepotan


"Sengaja mas, biar cepet sampe rumah biar mas Adam bisa langsung cerita!"


Adam tersenyum melihat istrinya yang sepertinya mulai ngambek.


Ia mencubit pipi istrinya lalu lanjut menghabiskan makanannya.


Sedangkan gus Faiz yang bingung ada apa dengan tunangannya, Kirana.

__ADS_1


Saat di mobil Kirana baik-baik saja dan semangat untuk makan, pas sudah sampai dan belom juga duduk memesan makanan malah mengajaknya keluar.


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2