Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
72 Sepupu Alfan


__ADS_3

Di dalam mobil itu juga ada teman nya Alfan, namanya Choki.


Choki yang mengemudi dan Alfan duduk di sebelahnya, sedangkan istri dan anaknya Alfan duduk di bangku belakang.


Choki adalah sepupu dari Alfan, usianya 33 tahun dan sudah menjadi dosen.


Choki sama seperti Alfan. Tampan, tinggi pintar hanya saja kulit nya lebih gelap dan menjadikannya terlihat manis dengan lesung pipi di sebelah kanan.


Selama perjalanan pulang tak ada topik apapun yang mereka bahas kecuali seputar rumah makan Zee tadi.


"Oh ya bang menurut aku itu bukan rumah makan deh bang, tapi udah lebih kayak restoran gitu" ucap Choki


"Eh iya tau pa, menurut ku juga gitu. Kalau hanya rumah makan itu biasanya tempatnya sederhana, tapi tadi tempatnya itu mewah lo, bener kata Choki udah kek restoran" timpal Airin, istrinya Alfan


Alfan tersenyum mendengar pendapat istri dan sepupunya itu.


"Nah tuh kan, kak Airin aja sependapat dengan ku. Apa lagi melihat menu makanannya, rasanya, beuh... itu jelas jelas ala restoran banget" timpal Alfan kembali


"Itu emang sengaja begitu. Istrinya Adam memang ingin membuat restoran tapi yang semua kalangan busa menikmatinya. Restoran kan terkenal dengan makanannya yang enak tapi mahal, ini istrinya Adam pingin buka restoran dengan harga yang merakyat" jawab Alfan


"Loh emang ga rugi ya pa, makanan dengan kualitas bagus di bandrol dengan harga murah?" tanya Airin

__ADS_1


"Kalo rugi sih ngak ma, tapi labanya lebih sedikit dari pada restoran"


"Sayang dong pa kalo gitu. Mana makannya enak enak, bahan-bahannya juga terjamin fresh"


"Prinsip nya Zee itu ingin bersedekah ma, tak apa laba sedikit yang penting rumah makannya laris"


"Wah wah... Ini baru pemikiran luar biasa. Eh tapi loh kak meski labanya sedikit kalau tiap hari penjualannya bertambah labanya jadi besar juga lo" saut Choki


"Wah iya juga ya, aku salut deh sama pemikirannya.


Adam juga mendukungnya, suka deh ngeliat mereka" kata Airin


"Iya betul kak. Tapi ada sesuatu yang lebih menarik pandangan ku tadi" ucap Choki yang membuat alfan dan Airin penasaran


"Seorang gadis yang cantik dengan bola matanya yang kecoklatan, semakin cantik dengan warna hijabnya yang terang"


Alfan dan Airin semakin penasaran, mereka kembali mengingat apakah ada gadis di rumah makan tadi


"Gadis? Siapa? Kamu melihatnya di mana?"


"Di rumah makan tadi, di duduk di teras depan. Senyum nya... Maasya Allah..." puji Choki

__ADS_1


"Emangnya ada gadis tadi pa?" tanya Airin pada Alfan


Setelah mengingat ingat, Alfan pun tau siapa gadis yang Choki maksud.


"Oh... maksud kamu Dita?" tanya Alfan


"Dita? oh... jadi namanya Dita, nama yang cantik secantik orangnya"


"Papa kok tau kalau gadis yang di maksud Choki itu Dita?"


"Ya karena tidak ada gadis lain yang duduk di teras kecuali Dita"


"Abang sepertinya tahu banyak tentang nya, cerita dong" pinta Choki


"Ga banyak, aku cuma taunya dia itu sahabatnya Zee. Dan kalo ga salah dia tuh tinggal di Bali"


"Hah? Bali?" tanya Airin tak percaya


"Iya ma, dia kesini cuma buat dateng untuk acara pembukaan rumah makan tadi"


"Terus bang, apa dia sudah punya pasangan?

__ADS_1


"Kalo itu sepertinya ngak deh. Emangnya kenapa kamu nanya-nanya gitu, kamu suka sama Dita?"


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2