
Hp Adam tiba-tiba bergetar karena ada notifikasi pesan
"Mas Adam sekarang ada di mana?"
Pesan dari nomer baru. Adam melihat foto profilnya ternyata itu adalah nomor hp Zee, istrinya.
Seketika Adam tersenyum lebar, perasaannya dag dig dug.
Adam ingin membalas chat nya namun dirinya tak tau mau membalas apa.
"Ya Allah kenapa dengan jantung ku ini? Kenapa rasanya tidak karuan seperti ini"
Adam mengelus dadanya dan mencoba membalasnya.
"Aku masih ada di toko, dek"
Begitu pesannya terkirim dan centang dua, Adam segera menaruh hp nya di meja.
Adam salting sendiri karena pesan yang ia kirim.
"Apa dia akan marah atau tidak suka jika aku panggil dia adek? Ah... Kenapa aku jadi salah tingkah gini? Lebih baik aku hapus aja pesan ku ini"
Adam mengambil hp nya hendak menghapus pesan yang ia balas pada Zee.
Namun Adam malah mendapat balasan lagi dari Zee.
"Aku mau ke toko sekarang mau nganterin sarapan buat mas Adam"
Jleb. Hati Adam semakin tak karuan. Zee tak bereaksi marah saat adam memanggilnya adek.
Padahal Adam tidak tau, di seberang sana Zee juga salah tingkah karena panggilan darinya.
Zee hanya mengirim pesan untuk Adam dan menaruh kembali hp nya di tas tanpa melihat pesan dari Dita.
Setelah berpamitan dengan mertuanya, Zee segera berangkat ke toko.
Adam yang sedari tadi menunggu, tiba-tiba Zee datang dan masuk ke ruangannya
Itu membuat Adam gugup seperti baru pertama kali bertemu.
Begitu pun Zee, hanya saja Zee lebih pandai menyembunyikannya.
"Assalamualaikum mas..."
Zee lalu meraih tangan Adam dan menyalaminya.
"Wa'alaikum salam..." Jawab Adam
Zee menyiapkan makanan yang ia bawa di meja untuk segera Adam makan.
Zee lalu menyuruh Adam sarapan selagi makanannya masih hangat.
__ADS_1
Selama Adam makan, Zee terus saja memperhatikannya.
"Ya Allah... Terimakasih Engkau telah memberikan hamba hidayah melalui suami dan ibu mertua hamba. Mudahkanlah hati hamba untuk bisa mencintainya dengan tulus. Memperlakukannya selayaknya suami dan semoga Engkau mempermudah...."
Batin Zee
"Kamu sudah sarapan?" Adam sengaja bertanya untuk mengalihkan pandangan Zee darinya.
Zee yang sedang berbicara dengan dirinya sendiri di kejutkan dengan pertanyaan dari Adam.
"E.. aku? Aku sudah sarapan tadi sama umi"
Tiba-tiba hp Zee bergetar di tasnya, dan ternyata panggilan dari Dita.
"Aku keluar dulu, mas. Ada telfon dari Dita"
Zee segera keluar dari ruangan Adam untuk menjawab teleponnya.
Adam membuang kasar nafasnya karena merasa sedikit lebih lega dan bisa membuang grogi nya.
"Ya Allah... Kenapa dengan diri ku? Kenapa aku merasa gugup di dekatnya? Haaa....."
Adam mengusap kasar wajahnya.
Setelah keluar Zee segera menjawab telpon Dita.
"Hai Dit..."
"Hehehee.... Iya maap, maap. Gue sibuk"
"Ha he ha he. Gue hampir mati di kejar wartawan gara-gara lo, tau gak!??"
"Udah si santai, itu kan udah dari dulu. Eh iya lo apa kabar?"
"Ga ada kabar baik, gue buruk sekarang"
"Lo kenapa sih Dit?"
"Gue butuh lo Zee. Lo dimana sekarang? Gue mau ketemu sama lo" Rengek Dita
"Ya udah, gimana kalau kita ketemuan sekarang"
"Serius lo? Oke share lok cepet, biar gue cepet sampe"
"Ok"
Zee menutup telponnya dan langsung mengirim lokasi untuk Dita.
Setelah itu Zee masuk ke ruangan Adam untuk meminta ijin.
"Mau pergi kemana?" Tanya Adam
__ADS_1
"Aku mau ketemuan sama Dita, mas"
"Di mana?"
"Di cafe ...... Boleh?"
"Boleh. Ayo"
Adam beranjak dari kursi nya dan mengambil kunci mobilnya
"Loh mas Adam mau kemana?"
"Mau nganterin kamu"
"Ga usah, mas Adam di sini aja selesaikan pekerjaannya. Biar aku pergi sendiri"
"Ga papa, ayo"
Adam merangkul pundak Zee membawanya keluar.
Kali ini parasaan Zee yang di buat tidak karuan.
Ia membuka matanya lebar-lebar dan tangannya mengepal kuat.
"Kenapa dengan jantungku? Rasanya seperti sedang naik rollercoaster. Aaaa...."
Zee membatin sambil sesekali melirik tangan Adam di pundaknya.
Sesampainya di cafe, Zee dan Adam menunggu kedatangan Dita sambik memesan minuman.
Hampir setengah jam Zee menunggu tapi Dita tak juga datang.
"Kok Dita lama banget ya" ucap Zee sambil melihat jam di tangannya.
"Coba hubungin dulu, siapa tau kena macet di jalan"
"Iya mas"
Zee mencoba menghubungi Dita, namun nomernya tidak bisa.
"Nomernya Dita ga aktif mas"
"Ya udah, tunggu aja dulu sebentar. Kalau ga dateng kita pulang"
Tak lama kemudian Dita akhirnya datang juga. Sambil terengah-engah Dita berlari ke tempat Zee dan Adam.
"Sorry gue telat" Dita duduk sambil mengatur nafasnya yang berantakan.
"Kemana aja Dit, lama banget. Kenapa sampe ngos-ngosan gitu?" Tanya Zee
☀️☀️☀️☀️☀️
__ADS_1