Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
60 Zee Cemburu


__ADS_3

Zee masih mengelak, karena ia tidak tahu harus memulai memberi tahu Adam dari mana.


"Jangan bohong, cerita kan semuanya. Kamu menyimpan apa sampai kamu jadi kepikiran begini, hm..."


"Tadi siang.... Kirana..."


"Kirana? Kamu bertemu dengan dia? Ngapain sayang?..."


Zee menggelengkan kepalanya, dengan tangannya yang terus memainkan nasi gorengnya dengan sendok.


"Dia tadi siang ke sini"


"Kesini? Ngapain?"


"Dia ke sini mau ngasih undangan sama mas Adam"


"Undangan? O... Dia udah mau nikah, Alhamdulillah. Terus yang jadi beban pikiran kamu apa sayang?"


"Masalahnya yang dia undang cuma kamu aja mas"


Adam tersenyum tipis, ia mengerti sepertinya istrinya itu saat ini sedang cemburu.


"Sayang, dia ngundang aku ya berarti sama kamu juga"


"Ngak mas, yang dia undang cuma kamu. Masak tadi dia bilang gini 'Tolong berikan ini pada mas Adam'" ucap Zee sambil menye menye


"Dia kan udah tau kalo mas Adam udah beristri. Kalo emang dia juga berniat ngundang aku, mestinya dia bilang gini. 'ini undangan pernikahan aku, datang ya...' gitu kek. Ini malah cuma mas Adam yang di harap banget kedatangannya" jelas Zee sambil mencabik-cabik telor di piringnya.


Adam tertawa mendengar cerita dari istrinya itu

__ADS_1


"Tuh kan mas Adam ketawa. Pasti kamu senang di undang sama dia, ya kan?!"


Zee kini wajahnya mulai kusut


"Sayang ku istri ku yang cantik dan sholeha, aku tertawa bukan karena senang dengan undangan itu. Aku tertawa karena kamu terlihat sangat lucu saat sedang cemburu"


Adam mencubit gemas pipi Zee yang mulai tembem belakangan ini.


Ia lalu menarik tangan Zee dan memintanya untuk duduk di pangkuannya.


Zee yang masih tetap dengan wajah murung nya duduk di pangkuan Adam tanpa kata-kata.


Adam melingkarkan tangannya di perut Zee dengan wajahnya yang ia sandarkan di dadanya.


"Benar ya kata pepatah. Orang yang lagi cemburu itu detak jantung nya tidak beraturan" ucap Adam


"Ah masak?"


Adam terus menggoda Zee agar bete nya hilang.


Adam mencoba meggelitiknya, memberikan ekspresi wajah yang konyol hingga Zee tak tahan dan akhirnya tersenyum.


"Nah senyum juga kan.... Kalo senyum gini jan jadi jauh lebih adem di lihatnya"


"Mas..."


"Hm... Apa sayang"


"Soal undangan Kirana-"

__ADS_1


"Sstt...." Adam meletakkan telunjuknya di bibir Zee


"Aku tidak mau menghadirinya jika istri ku tudak mengijinkannya"


"Tapi..."


"Udah, ga usah pikirin itu lagi. Buat aku, ga ada yang lebih penting dari pada istri ku. Meskipun aku ga datang, toh pernikahan itu akan tetap berjalan. Sudah ya sekarang lanjutin makannya habis itu aku ada tugas buat kamu"


"Tugas? Tugas apa mas"


"Ada deh, ayo habiskan dulu makanannya"


Karena kini mood nya sudah membaik, Zee kembali melahap nasi gorengnya dengan penih nikmat.


Selesai makan, Adam duduk di sofa sambil menonton TV.


Sedangkan Zee membersihkan meja makan lalu mencuci piring di dapur, baru setelah itu dia menyusul Adam menonton TV.


Begitu Zee duduk di sampingnya, Adam mengambil tangannya dan meletakkannya di bahunya.


"Mau ngapain mas"


"Ini tugas kamu" ucap Adam sambil menepuk bahunya.


Rupanya tugas yang di maksud Adam adalah ia ingin istrinya itu memijatnya, karena tubuhnya begitu terasa letih.


Dengan pelan dan penuh kelembutan Zee memijatnya hingga Adam memejamkan matanya saking menikmatinya.


☀️☀️☀️☀️☀️

__ADS_1


__ADS_2