
Zee merasakan hembusan nafas di keningnya, ia lalu perlahan membuka matanya dan terkejut.
Zee bangun dengan perlahan agar tidak membangunkan Adam.
"Ya Allah, aku ketiduran di lengan mas Adam semalaman?" Batin Zee
Zee segera bangun dan pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya dan mengambil wudhu.
Setelah itu Zee segera membangunkan Adam.
"Mas... Mas Adam... Bangun mas, sudah subuh"
Adam membalikkan badannya dan begitu terasa berat di lengannya.
"Aduh...." Seru Adam
"Mas Adam kenapa? Apanya yang sakit?"
"Lengan ku kram, ga bisa di gerakin. Seperti mati rasa"
"Hah?! Benarkah?"
Zee mencubit lengan Adam "Sakit mas?"
"Tidak, tidak terasa apa-apa"
"Lah, terus gimana ini. Apa mas Adam lumpuh?" Tanya Zee khawatir
"Astaghfirullah.... Ya ngak lah, masak lumpuh"
"Trus itu lengannya kenapa?"
"Ini tuh karena kelewat kram, makanya jadi kayak mati rasa" Adam berusaha bangun dan di bantu oleh Zee
"Pasti gara-gara aku yang ketiduran di lengan mas Adam ya, makanya lengannya jadi sakit gini"
Adam tersenyum melihat ekspresi wajah istrinya yang merasa bersalah
"Ga usah manyun, pijit nih biar cepet sembuh"
Zee menuruti perintah Adam dengan memijat lengannya.
Dengan pelan dan hati-hati karena takut akan menyakiti Adam.
"Mas Adam ga mau ke masjid?"
"Hari ini aku mau sholat di rumah saja, kalo sekarang pergi ke masjid pasti semua jamaah sudah selesai. Aku mau berjamaah bersama istri ku saja" jawab Adam
__ADS_1
Zee tersipu malu mendengarnya, pipinya memerah dan bibirnya mulai tersenyum tipis.
Adam lalu pergi ke kamar mandi untuk berwudhu sementara Zee menyiapkan sajadah untuk sholat berjamaah.
Mereka pun sholat subuh berjamaah dengan khusuk.
Selepas sholat Adam memimpin doa dan Zee yang meng amini.
Setelah itu Zee mencium tangan Adam untuk kedua kalinya setelah menikah.
Pagi harinya Zee menunggu penjual sayur di depan rumahnya sambil menyirami tanaman.
"Kalian harus tumbuh dengan subur ya, meski bukan umi lagi yang merawat kalian in sya Allah aku akan merawat mu dengan baik"
Ucap Zee pada tanaman hias
Tak lama penjual sayur pun datang.
Zee segera mengambil dompetnya dan berbelanja keperluan dapur.
Satu persatu ibu-ibu mulai berdatangan juga.
Ibu-ibu itu saling sibuk berbicara tapi tidak ada satupun yang mengajak Zee berbicara.
Mereka melirik Zee dan saling berbisik satu sama lain.
"Pak daging ayamnya ada?" Tanya Zee
Bu Risma segera mendahului Zee mengambil daging ayam itu
"Ini buat saya, kamu cari yang lain aja" ketusnya
Ibu-ibu yang lain tertawa kecil bersama bu Risma.
Zee mengalah dan memilih mencari yang lain.
Begitu Zee akan mengambil daging, ibu-ibu yang lain kembali merebutnya.
Mereka dengan sengaja ingin mempermaikan Zee.
Penjual sayur itu merasa heran dengan tingkah ibu-ibu itu.
Ia merasa kasihan pada Zee, lalu mengambilkan sebungkus udang.
"Ayam sama dagingnya habis mbak, mau udang saja?"
Dengan senang hati Zee menerima udang itu, tapi bu Isma merampasnya
__ADS_1
"Loh, pak. Bapak lupa kalo saya pesan udang dari kemaren, berarti ini buat saya dong"
"Kan udangnya masih banyak bu, tinggal ambil yang lain biar itu buat mbak nya" sahut si penjual
"Lah terserah saya dong. Kenapa ga nyuruh dia aja ambil yang lain"
"Ga papa pak. Ambilkan saja saya yang lain" ucap Zee
Zee mengambil sop, udang, dan jagung lalu segera membayar nya.
Setelah itu Zee segera pulang.
"Sok sok an belanja, emangnya bisa masak?" Celetuk bu Risma
"Mana mungkin, dia kan artis biasa cuma nyuruh nyuruh. Palingan juga Adam yang masak"
"Kasihan ya, Adam yang hafidz Qur'an malah dapat istri artis DJ"
"Iya, benar. Kalo artis mah mana ngarti agama, bisanya cuma foya-foya dan bermaksiat. Kasihan ya umi Fatimah meninggal pasti karena banyak pikiran..."
"Kayaknya iya deh. Kasihan banget ya mereka"
Gunjingan mereka terdengar jelas di telinga Zee.
Zee segera menutup pintunya dan pergi ke dapur.
Meletakkan belanjaanya lalu duduk membungkuk di meja.
Adam menyusul Zee ke dapur berniat untuk membantunya memasak.
Tapi Adam malah mendapati Zee yang sedang menunduk dengan nafas yang sesenggukan.
"Hei... Kamu menangis? kenapa? Ada apa?" Tanya Adam dengan lembut
Zee hanya menggelengkan kepalanya tanpa bersuara.
"Apa yang terjadi? Kenapa kamu menangis se pagi ini, ada apa?"
"Aku rindu umi, mas..."
"Aku ga bisa memberi tahu yang sebenarnya sama mas Adam, maafin aku mas...." batin Zee
Adam memeluk Zee dan mencoba menenangkannya.
Zee berbohong pada Adam dengan mengatakan itu. Sebenarnya Zee menangis karena tidak bisa mendengar gunjingan bagi suami dan mertuanya.
Jika hanya dirinya yang di hina, Zee akan menerimanya.
__ADS_1
Tapi tidak dengan suami dan ibu mertuanya (umi Fatimah)
☀️☀️☀️☀️☀️