Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
75 Q-Time with Dita


__ADS_3

Keesokan harinya sebelum Adam pergi ke pabrik, ia terlebih dahulu mengantarkan kita istrinya ke rumah makannya.


Setelah sarapan mereka segera bersiap lalu berangkat.


Adam hanya mengantar Zee hingga di depan rumah makan saja, hari ini dia buru-buru karena akan kedatangan seseorang.


Zee bersalaman pada Adam dan Adam mencium keningnya.


Di rumah makan itu chef dan para karyawannya sudah mulai bekerja.


Meski Zee adalah pemiliknya, tapi ia tak sungkan untuk membantu.


Zee orangnya memang humble jadi karyawan nya merasa nyaman bekerja untuk nya.


Semua berjalan lancar, para pengunjung satu persatu mulai berdatangan.


Kesibukan pun mulai mereka rasakan karena semakin siang pengunjung semakin ramai.


Kini sudah masuk waktunya sholat dhuhur, karena pengunjung masih ramai Zee meminta para karyawannya untuk sholat secara bergantian.


Setelah sholat duhur Dita pun datang mengunjunginya.


Karena besok Dita akan pulang ke Bali, ia sengaja ingin menghabiskan harinya bersama Zee.


Zee mengajak Dita untuk berjalan-jalan di luar sekalian menghabiskan waktu, tapi Dita menolaknya.


Zee tetap memaksa nya hingga akhirnya Dita pun mau.


Sebelum itu Zee terlebih dahulu menelepon Adam untuk meminta ijin dan Adam pun memberikan ijinnya.


Mereka berdua menikmati hari dengan menelusuri jalanan, mampir untuk sekedar makan dan minum di pinggir jalan sambil terus bercerita.

__ADS_1


Hingga sore menjelang mereka mampir ke masjid untuk sholat ashar.


Selepas sholat mereka duduk santai di depan masjid sambil menikmati es krim.


"Besok kamu baliknya jam berapa?" tanya Zee


"Besok pagi jam 7"


"Yah... Cepet banget ya"


Dita tersenyum melihat sahabatnya


"Kenapa? masih kangen ya sama gue?"


"Iya lah. Udah lama hampir satu tahun ga ketemu, eh sekalinya ketemu cuma sebentar "


"Ya namanya juga jalan hidup. Di persatu kan karena persahabatan kemudian di pisahkan karena masa depan"


Dita lalu mengambil hp nya dan berfoto selfi.


"Coba lihat nih"


Dita menyodorkan hp nya memperlihatkan hasil foto selfi nya.


Zee tertawa karena melihat foto dirinya yang tengah mangap dengan mulutnya yang di penuhi es krim.


Bukannya marah Zee malah meminta Dita untuk foto selfi lagi.


Mereka pun bersua foto dengan berbagai pose, pose cantik bahkan foto dengan pose konyol.


Tak terasa waktu sudah hendak magrib.

__ADS_1


Waktu terasa berlalu begitu cepat, mereka sholat maghrib. Dita meminta Zee mengajarinya mengaji sekalian menunggu adzan isyak.


Setelah sholat isyak mereka kembali ke rumah makan, karena rumah makan Zee akan segera tutup.


Sesampainya di sana Adam sudah menunggunya.


Dan tepat jam 8 rumah makannya pun tutup.


Zee meminta Adam untuk mengantar Dita ke penginapan sebelum akhirnya pulang.


Keesokan harinya, pagi pagi sekali Zee meminta Adam untuk mengantarkan dirinya ke penginapan Dita.


Zee ingin mengantar nya ke bandara sebelum akhirnya benar-benar berpisah.


Sesampainya di penginapan, Zee sudah mendapati Dita yang sudah rapi dengan membawa kopernya.


"Dit..." panggil Zee


Dita yang sedang menutup pintunya segera menoleh ke arah suara yang memanggilnya.


"Hai Zee... Kok lo udah di sini, gue baru aja mau berangkat ke rumah lo"


"Aku sengaja cepet cepet ke sini karena mau ngasih kami sarapan"


Zee menyodorkan sebuah kotak yang berisikan roti bakar dengan selai kacang kesukaan Dita.


"Tau aja lo kalo gue belum sarapan, makasih ya


Sarapannya di mobil aja ya sekalian berangkat takutnya macet terus telat"


☀️☀️☀️☀️☀️

__ADS_1


__ADS_2