
"Mas..." panggil Zee
"Hm.. apa sayang"
"Aku boleh nanya sesuatu ga?"
"Boleh, mau nanya apa emangnya"
"Aku sebenarnya sakit apa sih mas? Sejak aku masih di rumah sakit sampe sekarang mas Adam ga pernah memberi tahuku"
Adam diam tak menjawab, pandangannya tetap tertuju pada televisi di depannya.
"Mas..."
"Hm..."
"Mas Adam kenapa sih. Sejak aku pulang dari rumah sakit mas Adam jadi aneh"
"Aneh gimana sayang, masak memanjakan istri sendiri aneh" elak Adam
"Kalo soal itu aku ga masalah mas. Yang anehnya itu mas Adam ga bolehin aku pegang hp sama sekali, bahkan mas Adam juga ga ngebolehin aku untuk pergi ke rumah makan. Seberat apa sih penyakit ku hingga harus di sembunyikan dariku?"
"Sayang.... Aku itu cuma ga mau kamu kecapekan dan banyak pikiran, udah itu aja"
Jawaban Adam itu tak lantas membuat Zee tenang dan percaya begitu saja.
Selama menikah Adam tak pernah memberikan Zee batasan dari kemauannya selama itu hal positif.
__ADS_1
Apa lagi Adam sendiri tau Zee menggunakan hpnya hanya untuk menelpon Dita dan bermain game saja.
"Mau kemana?" tanya Adam pada Zee yang beranjak dari sofa
"Aku mau tidur mas, ngantuk"
"Oh... ya udah, ayo" Adam pun beranjak dari sofanya
Adam menemani Zee di kamar.
Tak lama Zee pun terlelap tidur, Adam mencium kening Zee lalu menyelimutinya.
ia duduk bersandar di sebelah Zee sambil memainkan hp nya.
Satu jam kemudian Zee terbangun dan melihat suaminya sedang khusuk dengan hp nya.
Zee lalu membalikkan badannya membelakangi Adam, menarik selimutnya hingga menutupi wajahnya.
Over thinking hingga membuatnya menangis.
Zee menangis tanpa suara, pikirannya mulai merangkak kemana-mana.
Bagaimana tidak, saat Zee membuka matanya Adam sedang tersenyum menatap hp nya.
Kejadian ini bukanlah pertama kalinya bagi Zee melihat tingkah suaminya itu, sudah berkali kali Zee memergoki Adam bermain hp diam diam darinya.
Saat Adam bersama Zee, dia tak pernah memainkan hp nya. Semakin hari semakin jelas kalau ia menyembunyikan sesuatu dari Zee.
__ADS_1
Tak lama Adam mematikan hp nya, menaruhnya di nakas lalu mendekat pada Zee.
Adam pun tidur sambil memeluk Zee dari belakang.
Karena Zee tidak mau Adam tahu dirinya menangis, Zee pergi ke kamar mandi.
"Loh sayang, kok bangun mau kemana?" tanya Adam
"Kebelet" jawabnya singkat
Adam tak menaruh curiga pada Zee meski mendengar suara Zee yang lain, Adam mengira itu karena dia baru bangun tidur.
Zee mencuci wajahnya dan berusaha berpikir positif lalu kembali ke tempat tidur.
Keesokan harinya Adam pergi bekerja, dan Zee seorang diri di rumah.
Ia ingin menangis dan bercerita, tapi pada siapa.
Ia sudah tidak kuat dengan pikirannya yang mulai aneh aneh tentang suaminya sendiri.
Satu-satunya teman dan keluarganya hanyalah Dita, tapi dia tak bisa menghubunginya karena hp nya yang di sita oleh Adam.
Semakin hari Zee merasa hidup di dunia yang berbeda, ia merasa sendiri meski ada Adam di sampingnya.
Sikap Adam yang sangat memanjakannya melebihi yang sebelum sebelumnya membuat Zee berpikir negatif.
"Apa mas Adam manjain aku karena mas Adam ada maksud lain? Apa benar mas Adam selingkuh? Apa sebenarnya maksud dari mas Adam begini sama aku? Mas Adam tidak seperti dulu, ya emang mas adam selalu memanjakan aku tapi tidak lebay seperti sekarang. Di tambah lagi dengan segala larangannya pada ku" batin Zee
__ADS_1
☀️☀️☀️☀️☀️