Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
131 Mimpi Buruk


__ADS_3

"Sepertinya kalo beby sitter ga perlu deh mas, kita tuh nantinya bakal lebih butuh art aja. Buat nyiapin makanan mu, mencuci pakaian, dan mengurus semua keperluan mu yang lainnya"


"Lah, aku ini suami mu, kenapa kamu mau aku di urus sama orang lain?"


"Ya kan nantinya aku pasti bakalan sibuk dengan kedua bayi kita mas"


"Ngak ngak, ini seperti nya mulai ga bener deh"


"Hahaha... apanya sih mas, bener kok"


Zee tertawa lalu berdiri dan melanjutkan jalan pagi nya


"Astaghfirullah sayang, kok kamu gitu sih"


Zee kembali melanjutkan aksi jahilnya hingga membuat pipi suaminya itu memerah seperti kepiting rebus.


Adam terus menggerutu di belakangnya, sedangkan Zee menahan tawa hingga pipinya pun juga memerah.


Dan pembahasan itu masih terus berlanjut hingga di rumah.


Sebelum Zee mengatakan mau mengurusnya lagi, Adam tetap merengek padanya.


Bahkan terlihat jelas dari raut wajahnya kalau Adam sampai ngambek di buatnya.


Karena sudah tidak kuat, Zee akhirnya menyerah dan tertawa dengan puas.


"Hahaha.... Mas... mas. Apa ih, muka kok sampe merah gitu? Aku cuma bercanda kok abi..."


Mendengar istrinya memanggilnya abi, ekspresi wajah Adam 180° berubah.


Senyumnya yang lebar langsung merekah.


Zee mendekat lalu mengalungkan lengannya di leher Adam.


"Udah mau punya anak loh, masa masih suka ngambekan?"


"Bukannya ngambek, cuma..."


Cup...


Zee mencium bibir Adam dan langsung membuat Adam terdiam.


"Kok cuma sebentar?" tanya Adam


"Terus maunya gimana?"


"Maunya yang lama"


"Enggak ah, aku gerah mau mandi"


Zee kemudian melepas tangannya lalu berpaling dari Adam


Tapi Adam mencegahnya dengan langsung melingkari tangannya pada tubuh istrinya. Ia lalu meletakkan dagunya di bahu Zee dengan pipi yang saling bersentuhan.


"Mau kemana kamu, hm..." tanyanya

__ADS_1


"Mau mandi mas"


"Enak aja kamu ya, tiba-tiba nyium aku dan sekarang main pergi aja"


"Emangnya kenapa kalo aku nyium kamu, ga boleh?"


"Bukan ga boleh, tapi kamu harus bertanggung jawab karena ciuman mu itu berhasil membangkitkan gairah ku"


Zee menarik menahan senyumnya lalu berbalik menghadap Adam


"Mas...." panggilnya dengan suara manja juga tangannya yang mulai bermain dari area wajah hingga turun ke dadanya


"Hm..."


"Aku mau bilang"


"Bilang apa sayang, katakan"


Zee berjinjit lalu berbisik di telinganya


"Aku..."


"Katakan sayang, suara nafas mu semakin menggoda ku"


"Aku engap tauk" ucap Zee dengan suara agak keras di telinganya


Adam langsung melepas pelukannya dan mengusap perut besar istrinya.


"Kenapa ga bilang dari tadi kalo kamu engap. Kasian ntar bayi kita juga engap"


"Tapi boong, hahaha....." Zee tertawa lalu meninggalkan Adam dan pergi ke kamar mandi.


Meski tubuh Zee tak lagi seksi seperti dulu, perutnya yang besar, pipi yang bulat, bahkan kini kakinya juga sudah bengkak tapi tetap mampu membuat Adam terpikat dan tak mau jauh sedikitpun darinya.


Setelah keluar dari kamar mandi Adam sudah tak ada di kamarnya.


Zee mencarinya keluar kamar dan ternyata Adam sedang menelpon seseorang di depan TV.


Zee lalu kembali ke kamarnya memakai baju lalu berbaring di kasurnya.


Ia lalu mengambil hp nya namun tetap tak ada balasan dari Dita.


Kini kekhawatiran nya mulai bertambah, tapi ia mehanan nya dan kembali mencoba berpikir positif.


Untuk menghindari pikiran kacaunya Zee memilih untuk tidur, siapa tahu nanti bangun tidur sudah ada balasan dari Dita.


Tepat sebelum adzan dhuhur berkumandang, Zee terbangun dari tidurnya.


Ia terbangun karena mimpi buruk yang ia alami hingga membuatnya berkeringat dan mengigau.


"Ya Allah.... Dita, Dit. Dita...." teriaknya


Adam yang duduk di sisinya segera menepuk pipinya untuk membangunkannya


"Sayang, sayang... hei ada apa, ayo bangun. Sayang ...."

__ADS_1


Zee pun membuka matanya dengan nafas yang memburu.


Adam membantunya duduk lalu bersandar.


" Ada apa sayang? Kamu mimpi apa sampe berkeringat gini?" tanya Adam sambil mengusap keringat di keningnya


"Ya Allah mas, aku... Aku mimpi buruk mas. Astaghfirullah..."


"Mimpi apa sayang?"


"Aku, aku mimpi Dita mas"


"Mimpi Dita kenapa?"


"Dita... Dia, dia aneh mas"


"Aneh? Coba minum dulu ya, tenangkan dirimu dulu setelah itu baru cerita"


Setelah meneguk air minumnya Zee kemudian mengatur nafasnya.


"Sudah tenang? Sekarang mau cerita?"


Zee mengangguk lalu mulai bercerita apa yang fi mimpinya barusan.


Ia bermimpi bahwa ia melihat Dita dengan gaun putih bak pengantin sedang duduk bercermin.


Wajahnya tampak begitu putih berseri meski tanpa polesan make up.


Yang bikin aneh menurut Zee, Dita meninggalkan Dimas yang dudu sendiri di stroller nya untuk pergi menghampiri Choki.


Meski Dimas menangis dengan kuat tak membuat Dita dan Choki datang untuk menggendong nya.


Di dalam mimpi itu Zee merasa geram pada Dita, ia memanggilnya berulang kali namun Dita dan Choki tak menggubrisnya.


Mereka malah saling tertawa bahagia dan terus melangkah menjauh.


Zee lalu berlari menghampiri Dimas dan menggendongnya, saat ia kembali menoleh ternyata Dita dan Choki sudah tak ada.


Melihat Dimas yang terus histeris menangis Zee pun ikut berteriak memanggil Dita hingga akhirnya Adam pun membangunkan nya.


Sambil bercerita Zee terus menangis, bahkan tubuhnya gemetar karena rasa takut yang ia rasakan.


Adam lalu memeluk dan mencoba menenangkannya.


"Tenang sayang, tenang. Itu cuma mimpi"


"Enggak mas. Sudah sejak kemarin aku mencoba hubungin Dita, tapi dia ga aktif. Sejak aku mengenalnya, Dita ga pernah matiin hpnya. Aku takut mas, aku khawatir"


Adam menarik nafasnya dalam-dalam dan tanpa sadar ia pun ikut menitikkan air matanya.


"Mas, hubungin Choki mas telpon dia. Tanyain di mana Dita sekarang dia baik-baik aja apa gimana. Tolong mas, hubungin Choki, hiks..."


Adam hanya diam tak menjawabnya.


Ia bingung apa yang harus ia lakukan, bagaimana caranya untuk memberi tahu yang sebenarnya pada Zee tentang Dita.

__ADS_1


Dalam keadaan nya yang sekarang tidak baik jika Zee merasa cemas, khawatir dan ketakutan yang berlebihan karena itu bisa beresiko pada kehamilannya.


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2