Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
92 Adam dan Zee Pulang


__ADS_3

"Wah wah... Ada yang lagi asyik bercerita nih. Cerita apaan sih kek nya seru banget" tanya Choki


Choki datang bersama istrinya, Dita.


Mereka lalu mendekat dan duduk bersama.


"Eh... ada pengantin baru rupanya, sini duduk di sebelah mama"


Bu Rahma menyuruh Dita untuk duduk di dekatnya.


Mereka berenam kembali menyambung cerita, semakin seru karena semakin banyak topik yang mereka bahas.


Tidak terasa adzan dhuhur sudah berkumandang. Berjam jam mereka asyik bercerita hingga tidak terasa sudah setengah hari sudah berlalu.


"Ga terasa udah dhuhur aja, ayo sholat dulu" ajak pak Beni


Mereka semua pun beranjak dan bersiap untuk sholat.


Setelah itu mereka pun makan siang bersama, papa mama Choki, dua kakak perempuannya bersama suaminya masing-masing, Choki - Dita dan juga Adam dan Zee. Sedangkan Alfan dengan istri dan anaknya sudah pulang ke rumahnya.


Makan siang itu sangat terasa kekeluargaannya, di sela-sela percakapan Zee menyela


"Kami akan pulang nanti sore tante, om" sela Zee


"Loh kok udah mau pulang?" tanya bu Rahma

__ADS_1


"Kalian tidak betah di sini?" sambung pak Beni


"Alhamdulillah om, tante, tak ada alasan bagi kami untuk tidak betah"


"Alhamdulillah kalo begitu. Tapi kenapa buru-buru sekali? Kenapa menginap beberapa hari lagi di sini?"


"Mama, mereka pasti sudah rindu dengan rumah mereka. Apa lagi mereka juga ada usaha di sana, masak iya harus di tinggal lama-lama" saut Anggi


"Iya juga ya, habisnya tante senang ada kalian di sini. Rumah jadi makin rame"


Kedua putrinya yaitu Anggun dan Anggi beserta suaminya masing-masing juga akan pulang malam ini, jadi di rumah besar itu hanya akan ada dua pasang pasutri yaitu pak Beni dan bu Rahma juga Choki dan Dita.


Sore harinya Adam dan Zee pun berpamitan untuk pulang.


"Gue bakal kangen banget sama lo Zee, kenapa ga lebih lama lagi sih di sini?" bisik Dita pada Zee


"Ya elah, ga bakal kesepian lagi kamu. Kan tiap malam udah ada guling hidupnya, hahhaaa"


Dita mencubit kecil pipi Zee "Dasar kamu ya"


"Auh..." seru Zee


"Kenapa?" tanya bu Rahma


"Eh ga papa tante. Terima kasih ya tante sudah memperlakukan aku sama mas Adam dengan sangat baik"

__ADS_1


"Iya nak, sama sama"


"Nitip Dita ya, jagain dia baik-baik. Kalo dia nakal cubit aja hidungnya" pesan Zee pada Choki


"Pasti, pasti aku jagain. Kalo nakal aku bakal kurung dia di kamar"


"Iya, tapi di kamarnya sama kamu, iya kan?" timpal bu Rahma


Semua pun sontak tertawa, sedangkan Dita malu-malu kucing mendengarnya.


Setelah berpamitan dan bersalaman, Adam dan Zee pun berangkat dengan di antar oleh Choki dan Dita.


Choki yang mengemudi dan Adam duduk di sampingnya, sedangkan Zee dan Dita duduk di bangku belakang.


"Kamu baik-baik ya di sini. Di tempat baru, keluarga baru, status baru dan pastinya kebiasaan yang baru" ucap Zee


"Iya iya umi Azizah. Pesan anda akan saya lakukan dengan baik"


Tak lama mereka pun sampai di bandara.


Choki membantu Adam menurunkan koper mereka dari bagasi dan turut mengantar mereka ke dalam.


Adam bersalaman pada Choki sebagai bentuk pamitan, sedangkan Dita dan Zee berpelukan seakan mereka akan berpisah dunia.


☀️☀️☀️☀️☀️

__ADS_1


__ADS_2