Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
127 Tendangan Pertama Si Kecil


__ADS_3

Mendengar jawaban bu Eka, bu Risma dan bu Seli makin gerah dan segera pergi tanpa mengucapkan salam.


"Omongan mereka tadi jangan di ambil hati ya neng, biasa orang kalo ga pernah di manja pasti ga suka ngelihat orang lain di manja"


"Iya bu, saya sudah mengerti dengan sifat mereka" jawab Zee


"Ya baguslah. Oh ya nanti pas acar syukuran nya mereka ga usah di undang aja neng, dari pada di undang cuma bikin telinga panas. Hahaha..."


Zee pun ikut tertawa karena bu Eka.


Tak lama Adam pun datang dan bu Eka langsung pun pamit pulang.


"Tadi itu bu Eka? Ngapain sayang, tumben kesini?" tanya Adam


"Tadi kebetulan lewat terus mampir, katanya habis pulang dari pengajian"


"Oo... Cuma sendiri?"


"Ngak mas, tadi bareng sama bu Risma dan bu Seli juga"


"Mereka ga ngomong yang nusuk ke hati kan? Mereka ada bikin kamu kesinggung ato apa?"


"Ya biasalah mas, namanya juga ibu ibu. Aku udah faham sama mereka dan ga mungkin aku sesak lagi mendengar perkataan mereka" jelas Zee


"Lain kali kalo mereka datang mending ga usah di ladenin aja, ntar kamu nya jadi kepikiran terus mengganggu juga ke calon anak kita"


"Ya ngak lah mas, telinga ku udah kebal sama omongan mereka, ya kan sayang" Zee mengusap perutnya seolah sedang berbicara dengan janin dalam kandungannya


Adam duduk dan mengusap perut istrinya yang kini buncit.


"Oh ya? Sayang, jagain umi kamu ya. Bantu dia jadi lebih kuat, abi udah ga sabar pengen cepet-cepet ketemu dan gendong kamu. Kamu sehat-sehat ya, kamu dan umi mu adalah segalanya buat abi"


"Umi? Abi?..." tanya Zee

__ADS_1


"Iya. Aku mau calon anak kita panggil kita umi dan abi, kamu ga setuju ya?"


"Setuju, mau manggil kita apapun terserah. Yang penting dia lahir ke dunia ini dengan sehat dan selamat tanpa kurang suatu apapun"


"Aamiin..."


"Aduh! mas... Perut ku"


Adam yang baru saja menyenderkan kepalanya langsung terkejut dan memegangi perut Zee.


"Kenapa sayang? Ada apa? Sakit ya, pasti ini karena kamu kecapekan lagi? Ngapain aja kamu seharian tadi, aku kan udah bilang jangan lakuin apa-apa, jadi sakit gini kan"


Adam terus saja nyerocos sambil memegangi perut Zee, karena ia khawatir terjadi seperti kemarin lagi.


Zee kemudian menutup mulut Adam dengan tangannya.


"Shuu...**! Pelan-pelan dong ngomongnya mas, perut ku ga sakit kok"


"Terus kalo ga sakit kenapa barusan gitu"


Adam tidak mengerti kenapa, sambil terus menatap istrinya ia bertanya


"Ada apa sih sayang, kenapa?"


Tuing...


Tendangan kecil dari perut Zee terasa di tangannya.


Seketika Adam melongo dan langsung tersenyum lebar.


"Ini... Ini... Dia udah bisa nendang??" tanya nya dengan tak percaya


Zee mengangguk

__ADS_1


"Iya mas, dia sudah bisa nendang"


Gerakan kecil dari perut istrinya itu langsung membuat Adam takjub dengan kuasa Allah.


Matanya yang membulat dan berair itu menunjukkan betapa bahagianya ia saat ini.


"Ya Allah, Alhamdulillah... sayang"


Adam lalu duduk di bawah Zee agar wajahnya sejajar dengan perut Zee.


Ia lalu mengusap dan mencium perut Zee berulang kali.


"Sayang nya abi udah kuat ya, udah bisa nendang-nendang umi. Pelan pelan ya nendang nya jangan kuat-kuat, nanti umi kesakitan lo.."


"Dia udah bisa merespon kota sekarang mas, semakin kamu sering mengajaknya berinteraksi semakin sering dia menendang"


"Oh ya? Sejak kapan dia bisa menendang?"


"Sejak tadi pagi mas, pas mas Adam baru berangkat kerja dia langsung menendang perutku"


"Kenapa ga bilang dari tadi sih sayang"


"Sengaja, karena aku mau lihat langsung bagaimana ekspresi dari kamu. Mas Adam senang?" tanya Zee pada Adam sambil memegang pipinya


Adam memegang tangan Zee lalu menciumnya


"Bukan hanya senang sayang, tapi rasa bahagia di hati ku ini tak bisa aku gambarkan dengan apapun. Terima kasih ya, berkat mu sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah. Makasih sayang, makasih..."


Mereka pun berpelukan.


Benar kata orang, kehadiran anak itu mampu membuat ikatan pernikahan menjadi lebih kuat.


Kasih sayang di antaranya pun semakin besar.

__ADS_1


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2