
Sambil terus memandangi wajah istrinya, Adam terus melantunkan dzikir dan sholawat.
Mungkin tubuh Zee memang tidak sadar, tapi alam bawah sadarnya mengenal suara di telinganya.
"Sayang... Kamu yang kuat ya, sebentar lagi impian mu menjadi seorang ibu akan terwujud. Yang kuat ya, aku di sini untuk mu. Kita akan merawat dan membesarkan anak kita bersama" bisik Adam di telinganya
Mungkin benar memang raganya tak sadarkan diri, tapi tidak dengan jiwanya.
Dia masih busa mendengar dengan jelas apa yang di bisikkan di telinganya oleh orang terkasihnya.
Bulir air mata bening mulai jatuh dari bulu matanya yang lentik.
Seakan dia menjawab "Iya, aku kuat mas. Demi anak-anak kita dan kamu juga"
Sepanjang waktu berjalannya operasi, tak henti Adam berdzikir.
Mengelus lembut kening istrinya dan sesekali Adam menciumnya.
Hingga waktu yang di tunggu pun tiba, suara tangisan dari bayi yang baru di lahir kan menggema seisi ruangan.
Tepat saat adzan maghrib di kumandangkan bayi kembar mereka terlahir ke bumi.
Seketika bulu tubuhnya merinding di iringi dengan air mata yang mengalir.
Meski belum melihat wujudnya, mendengar suaranya saja sangat membuatnya bahagia hingga tak mampu berkata.
"Sayang... Ka kamu dengar itu kan... Itu itu suara bayi kita sayang... Dia sudah lahir ke dunia. Selamat sayang... selamat..."
__ADS_1
Ucap Adam dengan suara terbata-bata karena bibirnya bergetar saking bahagianya.
Air mata bahagianya tak henti mengalir.
Setelah dokter menyeka tubuh mungilnya, Adam pun di panggil untuk di persilahkan melihat kedua bayinya.
"Sebentar ya sayang, aku mau mengadzani kedua bayi kita"
Begitu melihat dua bayi yang sudah rapi dengan bedongnya itu rasanya ia ingin berteriak memberi tahu seluruh dunia, betapa bahagianya ia saat ini.
Dua bayi dengan matanya yang masih sipit dengan kulitnya yang masih merah mencoba mengemut jari mungilnya.
"Apa jenis kelamin mereka berdua sus?" tanya Adam
"Selamat pak, bapak mempunyai bayi kembar laki laki dan perempuan"
Penantiannya dan istrinya selama 10 tahun Allah berikan hadiah lengkap dengan hadirnya bayi kembar laki laki dan perempuan.
Adam lalu mengadzani mereka berdua.
"Apa saya boleh menggendongnya sus?"
"Maaf pak untuk saat ini tidak bisa. Kedua bayi bapak harus segera di letakkan di inkubator"
Jawab suster
"Inkubator? Kenapa sus?"
__ADS_1
"Untuk lebih jelasnya biar nanti dokter saja yang menjelaskan"
Adam mengangguk.
Mungkin karena kedua bayi kembarnya lahir belum pada waktunya, maka dari itu harus masuk inkubator dulu.
Adam bahkan masih seperti tidak percaya, bayi mungil itu adalah bayinya, tapi begitu melihat lengan dari keduanya yang bertuliskan namanya Adam percaya bahwa ini adalah mimpi nya yang menjadi nyata.
Operasi Caesar saat ini seharusnya suah selesai, tapi ada kendala.
Zee mengalami pendarahan hebat hingga dokter memerlukan darah untuk nya.
Dan Alhamdulillah, Allah membantunya dengan mempermudah keadaan.
Golongan darah yang di butuhkan Zee ternyata stok nya ada banyak di rumah sakit saat ini.
Keadaan pun bisa di atasi dengan cepat.
Kini Zee di pindahkan ke ruang rawat inap.
Adam meminta suster untuk menjaga Zee karena ia akan melaksanakan sholat maghrib.
Setelah sholat di musholla, sebelum Adam kembali ke ruangan Zee ia melewati ruangan bayinya yang saat ini sedang dalam inkubator.
Adam hanya bisa melihatnya dari jauh.
Ia kemudian memotretnya agar bisa ia lihat kembali saat sudah di ruangan Zee.
__ADS_1
☀️☀️☀️☀️☀️