
Tidak tahan dengan sikap istrinya yang tetap khusuk dengan pekerjaannya, Adam meraih tangan Zee memcucinya hingga bersih lalu mematukan kran airnya.
"Loh mas, kan belum selesai kok airnya di matiin sih?"
"Berhentilah berpura pura lupa sayang"
Adam langsung menggendong Zee membawanya ke kamar lalu mengunci pintunya.
Zee kini mulai mengerti arti dari kode suaminya yang barusan.
"Mas mas... Ga sabaran banget jadi orang" celetuknya
"Kurang sabar bagaimana lagi, aku menunggu waktu ini lebih dari 2 minggu. Bayangkan saja sayang bagaimana tersiksanya batinku" jawab Adam
Zee terkekeh mendengarnya.
"Eh tapi mas, aku belum mandi dan sholat dhuhur loh"
"Allahu akbar.... Masih di suruh menunggu lagi?"
Zee memghapiri Adam yang hampir murung dan memanyunkan bibirnya, ia melingkarkan tangannya di leher Adam.
"Sabar sayang... Setelah istri mu ini menunaikan kewajiban dari Allah, segera akan melakukan kewajiban sebagai istri mu"
Zee lalu mengecup bibir Adam.
Adam menarik nafasnya lalu membuang kasar.
"Cepatlah mandi, jangan senyum-senyum gitu. Ato ngak aku mangsa sekarang juga ya"
Zee melepas rangkulannya dan segera pergi ke kamar mandi.
"Jangan lama-lama..."
__ADS_1
"Oke bos" jawab Zee dari dalam kamar mandi
Setelah beberapa saat Zee pun keluar dengan hanya memakai selembar handuk yang di lilitkan di tubuhnya.
Berlenggak lenggok di depan Adam sambil mengeringkan rambutnya.
Zee lalu mengambil bra dan ****** ***** dari lemari.
"Itu buat apa?" Tanya Adam
"Buat apa? Ya buat di pake lah mas"
"Ngapain masih pake itu, nanti malah tambah lama. Pake daster aja ga usah daleman. Sholat kan pake mukena"
"Emang ya laki laki kalo udah ngebet banget jadi agak darting" Zee menaruh kembali bra nya di lemari.
Dengan hanya menggunakan daster saja terlihat jelas buah dadanya yang terayun kesana kemari.
Sambil menunggu istrinya selesai sholat, Adam berbaring sambil menutup matanya dengan kedua tangannya yang di letakkan di bawah kepalanya.
Begitu selesai sholat dan berdo'a Zee melepas mukenahnya, melipatnya dengan sajadahnya.
Pelan pelan ia melangkah mendekat pada Adam.
Zee lalu menggoda Adam dengan mengibaskan rambutnya yang setengah basah pada wajah Adam.
Adam terkejut dan langsung membuka matanya.
Bukannya marah ia malah tersenyum senang karena sudah tiba saatnya untuk bertempur.
Adam langsung meraih tangan Zee menariknya hingga Zee terjatuh di atas tubuhnya.
Mereka yang sedang di mabuk cinta saling melempar senyum dan memulai pertempurannya dengan ciuman hangat dan mesra.
__ADS_1
Dan pertempuran pun di mulai.
(Jangan tanya detail pertempurannya ya...)
*****
Keesokan harinya mereka kembali melakukan aktivitas seperti biasanya.
Setelah sarapan Adam pergi bekerja sedangkan Zee tetap di rumah.
Zee kembali di sibukkan dengan pekerjaan rumah.
Baru saja ia selesai dengan semua pekerjaannya, ia duduk di sofa ruang tamu untuk merebahkan tubuhnya yang terasa penat.
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.
Segera Zee beranjak dan pergi ke kamarnya yang mengambil hijabnya.
Begitu ia membuka pintunya, ternyata yang mengetuknya adalah Kirana.
"Assalamualaikum..." Ucap Kirana
"Wa'alaikum salam... Mari masuk" ajak Zee
Kirana mengangguk lalu mengikuti Zee masuk ke rumah.
Zee mempersilahkan Kirana duduk, ia lalu pergi ke dapur untuk mengambilkannya minuman.
"Tidak usah repot-repot mengambilkan minuman, duduk saja" ucap Kirana
Zee kemudian berbalik dan duduk bersama Kirana.
☀️☀️☀️☀️☀️
__ADS_1