Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
114 Curiga


__ADS_3

Pak Beni beranjak dari duduknya dan akan mengantar mereka ke bandara.


"Papa di sini aja, biar Dita yang anterin mereka ke bandara" ucap Dita


"Loh ya jangan kamu, Dimas gimana?"


"Ini Dimas nya mumpung lagi tidur. Ga papa kok pa"


"Ga usah om, Dita. Kami udah pesen taksi online kok, bentar lagi kek nya mau sampe deh" ujar Adam


"Udah ga papa, kalian batalin taksinya biar aku yang anterin" paksa Dita


"Ngak usah Dita. Ini nih taksinya udah ada di depan"


Karena taksi yang mereka pesan sudah datang, mereka pun bersalaman dan berpamitan.


"Aduh naik taksi jadinya kalian, jadi ga enak tante karena ga ada yang ngaterin kalian"


"Ga papa tante, kami pamit ya om tante" Mereka pun bersalaman


"Dita aku pulang ya, dan kamu malaikat kecil sehat sehat ya. Nanti kalo udah besar main main ke rumah onty Zee, oke" ucap Zee pada Dimas yang tertidur pulas


Mereka pun hanya bisa mengantar kepulangan Adam dan Zee sampai ke gerbang depan rumah.


Selama perjalanan pulang baik di pesawat maupun saat sudah di mobil, Zee terlihat aneh.


Ia tak seceria biasanya.


Zee lebih banyak diam dan tidur karena merasa tidak nyaman.


Sesampainya di rumah, saat baru turun dari mobil Zee langsung muntah muntah.


Adam segera turun dan menghampiri Zee.


Muntahannya yang cukup banyak hingga membuatnya lemas.

__ADS_1


"Ya Allah... kamu kenapa sayang, ga biasanya kamu gini? Ada apa?" tanya Adam panik sambil memijat leher belakang Zee


Zee hanya menggelengkan kepalanya sambil memegangi perutnya.


"Ayo masuk sayang, ayo"


Adam membantu Zee berjalan membawanya duduk di kursi.


"Bentar ya aku buka dulu pintunya"


Belum sempat Adam membuka kunci pintunya, Zee menepuk-nepuk pundaknya memintanya untuk lebih cepat.


Tangan kirinya memegang perutnya, dan tangan kanannya menutup mulutnya.


Zee sudah tak tahan akan memuntahkan isi perutnya.


Begitu pintu berhasil di buka, Zee segara berlari menuju kamar mandi.


Adam pun segera berlari mengejarnya.


Kini Zee benar benar lemas, isi perutnya sudah di kuras habis.


"Ini minum dulu sayang"


Setelah meminumnya Zee berbaring di paha Adam, dan Adam pun memijat pelan kepala hingga pundaknya.


"Perasaan selama menikah, meskipun kamu sakit kamu ga pernah muntah muntah apa lagi sampe parah gini. Kita ke dokter sekarang ya"


"Sekarang? Aduh ngak deh mas, aku jadi tambah mual kalo lama-lama duduk dan berdiri"


"Tapi kondisi kamu sekarang ga baik-baik aja sayang"


"Aku ga papa kok mas, paling aku cuma mabok perjalanan aja"


"Tapi sa-"

__ADS_1


"Mas... Jangan ajak aku ngomong terus. Aku mau istirahat" Zee memotong perkataan Adam yang belum selesai.


Dan Adam pun diam menurutinya.


Zee merasa saat mulutnya terbuka untuk berbicara seperti ia akan muntah kembali.


Adam lalu menggendongnya, membawanya ke kamar.


"Istirahat ya, aku mau mandi dulu" ucap Adam sambil memakaikan selimut padanya


Saat Zee memejamkan matanya dan berusaha tidur, ia teringat kembali dengan perkataan sahabatnya semalam.


"Apa benar kata Dita semalam kalo aku hamil? Terakhir aku mens bulan kemarin, ya meski ga teratur tapi tiap bulan aku selalu mens" batin Zee


Ia pun beranjak dan mengambil tasnya.


Ia mengambil hp nya dan mencari tahu do google apa saja tanda-tanda kehamilan.


"Telat mens, pusing, tiba-tiba menyukai atau tidak suka sesuatu, morning sickness. Eh tapi aku mual muntahnya malam malam dan barusan, bukan pagi-pagi" batinnya


Untuk membuktikan kebenarannya, Zee diam-diam membeli testpack secara online.


Ia berusaha berpikir positif bahwa dirinya saat ini sedang hamil.


Tapi Zee tidak mau memberi tahu Adam lebih dulu, ia masih ragu dan ingin membuktikan sendiri. Ia takutnya hasilnya akan negatif dan itu hanya akan membuat Adam kecewa.


"Loh kok ga tidur?" tanya Adam yang baru saja keluar dari kamar mandi


"Ga ngantuk mas, aku cuma mau rebahan aja"


Selesai berganti pakaian Adam keluar untuk mengambil koper nya yang masih ada di mobil.


Ia juga langsung membersihkan bekas muntahan dari istrinya.


"Bulan ini dia tidak mens, apa dia telat? Mungkinkah hamil? Eh tapikan emang sudah biasa telat. Tapi, melihat dia akhir-akhir ini seperti nya iya deh, istri ku sedang hamil"

__ADS_1


Adam bergumam dalam hatinya. Ia kini mulai curiga, dan langsung berinisiatif untuk membelikan alat tes kehamilan tanpa sepengetahuan istrinya.


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2