
Selesai menyiapkan air hangat, Adam membantu Zee berdiri dan berjalan ke kamar mandi.
Adam membantunya melepaskan pakaian, memandikannya seperti seorang ayah memandikan anaknya.
Membantu memandikannya mulai dari memberikan shampoo di rambut panjangnya hingga menggosok punggungnya.
Dengan pelan dan penuh kelembutan Adam memandikan istrinya.
Membersihkan di daerah luka bekas operasinya dengan perlahan agar Zee tidak merasa kesakitan.
Selesai mandi Adam kembali membantunya memakaikan baju.
Karena Zee belum sholat, ia kembali ke kamar mandi untuk berwudhu.
Adam membantunya dengan mengalirkan air dari shower untuk mempermudah dirinya.
Saat sudah bersiap untuk sholat, Zee merasa tiba-tiba ada yang aneh dengan area sensitifnya.
"Kok ga sholat?" Tanya Adam
"Sepertinya ada yang aneh mas"
"Aneh? Aneh apanya sayang"
Zee tidak menjawab ia malah pergi ke kamar mandi untuk mengecek, dan ternyata firasatnya benar.
Adam yang panik segera menyusul Zee dan mengetuk pintunya.
"Sayang... Kamu ngapain di kamar mandi? Ada apa sayang, kenapa?"
Zee keluar dari kamar mandi dan mendapati suaminya dengan raut wajah yang cemas.
__ADS_1
"Kamu kenapa? Ada apa?" tanya Adam
"Aku ga jadi sholat mas"
"Loh kenapa? Kan waktu dhuhur masih panjang"
"Aku lagi dapet mas"
Adam mengangkat alisnya mencerna perkataan istrinya itu.
"Dapet? Maksudnya, haid?"
Zee mengangguk dan memegang pipi Adam.
"Sabar ya sayang, nanti kalau haid nya sudah tuntas pasti lukanya juga udah sembuh total"
"Tuntas? Ini baru mulai sayang, kapan tuntasnya"
Zee tertawa melihat suaminya yang mulai manja.
Ia membuka mukenahnya dan menarik tangan Adam.
"Mulai deh kumat manjanya, udah ah yuk makan. Aku lapar"
"Astaghfirullah.... Ga jadi dapat hadiah nya deh" Seru Adam
*****
Malam harinya saat Adam dan Zee tengah asyik menonton TV tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.
"Tok tok tok. Assalamualaikum...."
__ADS_1
Adam segera bangkit untuk membuka pintu sedangkan Zee buru-buru pergi ke kamar untuk mengambil hijabnya.
"Wa'alaikum salam... Pak RT. Mari masuk, silahkan..."
Adam mempersilahkan pak RT masuk lalu mengambilkannya minuman.
"Tidak perlu repot-repot nak" ucap pak RT
"Ga repot kok pak, silahkan di minum"
Pak RT kemudian meminumnya. "Oh ya nak, bagaimana keadaan istri mu?"
"Alhamdulillah... Dia sekarang sudah mai membaik pak"
"Oh ya saya kesini mau memberi tahu kalau laporan tentang penyerangan yang di lakukan Rian kini sudah masuk ke tahap sidang. Besok lusa adalah sidang pertama, sebisa mungkin istri kamu harus hadir"
"Baiklah pak, insya Allah istri saya akan hadir di persidangan. Sebelumnya saya mau ngucapin terima kasih buat lak lurah sama warga yang lain, yang sudah bersedia membantu kasus ini. Terima kasih banyak"
"Sama-sama nak. Sebenarnya banyak warga yang ingin melaporkan Rian sejak dulu, tapi karena mereka kekurangan bukti, akhirnya ga jadi melapor. Dan akhirnya terjadian kejadian ini, dengan semangat warga akan membantu untuk bisa segera melaporkan dia." Jelas pak lurah
Sejak dulu banyak warga yang sudah resah dengan tingkah laku Rian.
Dia yang menjadi ketua dari balap liar, bandar judi dan suka main perempuan.
Sejak usianya menginjak 12 tahun, orang tuanya bercerai karena papa nya Rian selalu keluar malam dan menumpuk hutang akibat judi hingga miliaran.
Awalnya Rian ikut bersama mama nya, tapi karena mama nya mau menikah lagi, Rian lalu memilih tinggal bersama papa nya.
Sejak saat itulah hidupnya jadi kurang kasih sayang dan menjadi liar.
☀️☀️☀️☀️☀️
__ADS_1