
Zee mengangkat sebelah alisnya dan menggelengkan kepalanya.
"Dasar, jokes bapak bapak itu emang garing ya"
"Garing? Emangnya gorengan. Sini sini, mendekat lah sayang..."
Adam merentangkan tangannya
"Ngak ah, aku laper mas"
"Laper? mau makan apa? Biar aku beliin"
"Ga usah beli, kan tadi mas udah masak. Tinggal ambil di dapur juga" Zee beranjak dan akan pergi ke dapur.
Adam bangun dan menarik tangannya
"Kamu mau ambil makanan di dapur?"
"Ya iyalah mas, masak di rumah tetangga"
"Kamu ga mau makan apa gitu, ngidam kek. Bakso, soto, mie ayam, lalapan, McD, rujak ato apalah, masak ngak?"
"Apa sih mas, aku laper bukannya ngidam. Kamu mau makan juga ngak?"
"Ngak, nanti aja"
"Ya udah, lepasin tangan ku mas aku mau ke dapur"
Begitu Zee keluar dari kamarnya, Adam menjadi kepikiran.
"Emang ada ya orang hamil yang ga ngidam? Biasanya kan orang hamil itu ruwet, mau inilah mau itulah, ini bini ku aman aman aja"
Adam kemudian menyusul Zee ke dapur dan menemaninya makan.
Zee tetap asyik makan tanpa menggubris Adam yang sedari tadi duduk dan hanya memperhatikan nya.
Selesai makan mereka duduk santai di depan TV.
Mungkin karena terlalu kekenyangan, Zee tertidur dengan kepalanya bersandar pada Adam.
Adam lalu membaringkan tubuhnya dengan memberinya bantal.
Jam 2 siang Zee terbangun dan tak mendapati Adam di sampingnya.
"Aku ketiduran di sini, mas Adam kemana ya?"
Zee kemudian masuk ke kamarnya berniat untuk mandi dan sholat dhuhur.
Tapi kakinya terhenti di depan pintu karena mendengar suara dari dapur.
Zee lalu berjalan ke dapur dan di sana ternyata ada Adam yang sedang sibuk membuka kantong belanjaan.
"Mas..."
"Iya sayang, udah bangun?"
"Ini apa mas, kamu habis belanja?"
"Hehe... iya"
"Belanja apaan mas banyak banget?"
Zee mengambil satu kantong kresek di di depannya lalu membukanya.
__ADS_1
"Susu hamil? mas Adam beli ini?"
"Iya sayang, kamu kan lagi hamil dan ibu hamil itu butuh banyak asupan nutrisi, jadi aku beli ini semua buat kamu"
"Sebanyak ini?"
"Ya kan hamil itu 9 bulan sayang, jadi belanjaanya ya banyak"
"Kapan mas Adam belinya?"
"Online sayang, ini baru dateng"
"Ya Allah mas mas, apa ga kebanyakan. Kan bisa sebulan sekali, ga harus sebanyak ini"
"Udah ga papa, sekarang mau minum susu? Mau yang rasa apa?"
Zee tidak menjawab dan hanya menggelengkan kepalanya.
Bagaimana tidak terkejut, Adam membeli susu ibu hamil 5 karton besar dengan masing-masing 3 varian rasa.
Aneka macam buah buahan dan sayuran, macam macam jus, dan juga snak camilan.
"Susunya mau yang rasa apa sayang, madu, vanilla atau coklat? yang mana?"
"Terserah mas Adam aja"
"Ya udah tunggu bentar ya aku bikinin dulu"
Sambil menunggu Adam bikin susu, Zee pergi ke kamarnya untuk sholat.
Adam sedari tadi sudah menunggunya dengan segelas susu yang sudah siap di atas meja.
"Sini sayang, ini susunya di minum dulu mumpung masih hangat"
Zee mendekat pada Adam, duduk di sampingnya dan langsung meminumnya.
"Sekarang mau apa? Mau makan lagi?"
"Ngak"
"Mau nyemil?"
"Ngak mas"
"Kok ngak, biasanya kan orang hamil itu suka makan, ini lah itu lah, kok kamu ngak?"
"Mas Adam sengaja ya beliin aku susu banyak banyak, nyuruh aku makan dan nyemil terus supaya aku gendut, iya kan?!" tanya nya dengan nada kesal
"Ih kok mikirnya gitu, ya ngak dong sayang"
"Ngak apanya. Baru 2 hari mas Adam tau aku hamil udah beli ini itu, pasti mas Adam mau bikin aku gendut, ayo ngaku!"
Adam tertawa dan menyentil kecil hidung Zee.
"Mau kamu seksi, kurus, gendut ato apapun itu aku tetap cinta dan sayang sama kamu. Aku beliin kamu semua itu karena aku sangat bahagia sayang, istriku tercinta saat ini sedang mengandung buah hati pertama ku. Dan aku berusaha sebisa mungkin menjaga mu dan calon buah hati kita agar asupan nutrisi kalian sempurna"
"Ah masak"
"Ah iya" Adam mencoba menirukan gaya bicaranya
"Kok ngikutin sih"
"Hahaha.... maaf maaf. Aku tuh makin sayang sama kamu. Setiap hari semakin bertambah dan tak pernah berkurang"
__ADS_1
Adam lalu memeluknya dan mencium hangat keningnya.
Drtttt.... ddrrttttt.......
Hp Zee bergetar karena adanya panggilan masuk.
Zee segera melepas tangan Adam dan hendak mengambil hp nya, tapi Adam enggan untuk melepasnya.
"Lepas dulu mas, ada yang nelpon tuh mau aku angkat dulu"
"Ya tinggal di angkat aja sayang, aku cuma mau peluk kamu kok ga bakalan ganggu"
"Astaghfirullah... mas mas. Dasar" Zee men toel kuping Adam lalu mengambil hp nya.
"Dita video call mas, lepasin dulu ini tangannya"
"Enggak mau!"
"Mas, malu tau"
Adam tetap tidak menggubris, ia malah semakin mendekap erat tubuh istrinya itu.
Terpaksa Zee menjawab telpon dari Dita dengan menutup kameranya.
"Hai Dit, assalamualaikum..."
"Wa'alaikum salam lama banget jawabnya, lagi ngapain sih!" tanya Dita dari seberang telponnya
"Ee ini ga kedengeran tadi bunyi hp ku, hehehe..."
"Kok gelap sih Zee, kamu ga keliatan loh"
"Oh iya Dit, anu... di sini mati lampu" Zee mencoba beralasan agar Dita tak curiga
"Mati lampu? emangnya lo ga punya 1 lilin pun apa, gelap gitu loh"
"A..ada kok ada, barusan aku lagi cari lilinnya eh kamu malah nelpon, ga jadi nyari deh"
Adam menahan tawanya di balik wajah Zee, ia terus memeluknya sambil mendengarkan percakapan dua sahabat itu.
Tak lama telpon pun berakhir, Adam tertawa lepas karena istrinya itu harus rela berbohong mati lampu dari pada telponan sambil di peluk olehnya.
Zee yang mulai kesal meletakkan hp nya dan mencubit lengan Adam dengan kuat.
Bukannya marah, Adam malah semakin keras tertawa.
"Dasar ngesselin" ujar Zee
"Hahaa... maaf sayang, lagian cuma di peluk dari belakang kok malu, kan suami sendiri"
"Ya malu lah mas, nanti Dita lihat"
"Lah Dita mah pasti gitu juga sama Choki, tuh buktinya udah ada Dimas"
"Tau ah, kamu mah makin ngesselin tau"
"Iya iya maaf, lain kali janji ga bakal ngulangin lagi, janji" Adam berjanji sambil memegang kedua telinganya.
Karena wajah Zee belum juga tersenyum dan masih saja cemberut, Adam lalu memeluknya lagi.
Ia kemudian menciumi Zee mulai dari kening, kedua pipinya dan bergeser ke arah bibirnya.
Adam melum*at mesra dan hangat hingga Zee juga ikut memejamkan matanya.
__ADS_1
Zee yang masih menggunakan mukena membuat tangan Adam dengan leluasa meraba tubuhnya.
☀️☀️☀️☀️☀️