Taubatnya Wanita Hina

Taubatnya Wanita Hina
132 Rumah Sakit


__ADS_3

"Mas, kenapa kamu diam aja. Mana hp kamu ayo coba telpon Choki, cepat mas"


Karena Adam tetap diam, Zee kemudian melepas pelukannya lalu beranjak mencari di mana Adam meletakkan hp nya.


"Di mana hp mu mas, aku mau nelpon Choki. Katakan mas di mana"


Adam semakin tidak tega melihat istrinya yang kebingungan.


"Tenang sayang, itu kamu cuma mimpi. Ga baik jika kamu panik begini"


Adam terus mencoba menenangkannya.


See lalu duduk di sofa dan tangannya mulai gemetar.


Adam lalu mengambilkan segelas air untuk ia minum, setelah itu Adam kembali memeluknya lagi.


"Tenang sayang, in sya Allah semua akan baik-baik saja. Pikirkan calon anak kita sayang..."


"Tapi aku khawatir mas. Aku ga pernah mimpi buruk gini, aku cuma mau dengar suara Dita dan tau kabarnya aja mas. Kamu ngerti kan gimana perasaan ku?"


"Iya iya, aku ngerti sayang, aku paham. Tapi cobalah untuk lebih tenang, jika sekarang Dita tidak bisa di hubungi nanti aku coba telpon Choki, ya"


"Kenapa harus nanti mas? Sekarang kan bisa" paksa Zee


"Iya oke, aku akan coba telpon Choki. Tapi kalo ga bisa kita coba lagi nanti ya"


Zee mengangguk setuju.


Adam lalu mencoba menelpon nomor Choki dan benar nomor nya sedang tidak aktif.


Berulang kali Adam coba menelpon namun tetap tidak bisa.


"Tetap ga aktif sayang, kita coba lagi nanti ya"


Meski hatinya sangat gelisah tapi Zee tak bisa berbuat apa-apa.


Ia memilih menuruti kata Adam untuk mencoba menelpon lagi nanti.


Zee menunduk sambil terus memainkan jemarinya.


"Sekarang kamu wudhu dulu ya, terus kita sholat dhuhur berjamaah" suruh Adam sambil membelai rambutnya

__ADS_1


Saat Zee pergi ke kamar mandi, Adam pergi keluar untuk menelpon seseorang.


Alfan, Adam mencoba menelponnya untuk mencari tau kabar Dita sekarang.


"Assalamualaikum bang" salam Adam


"Wa'alaikum salam. Ada apa Dam, istri kamu baik-baik aja kan?"


"Aku belum bilang sama dia bang. Aku takut dia akan stres dan itu sangat bahaya bagi kandungannya"


"Iya aku paham. Tapi mau sampai kapan kamu menyembunyikan tentang Dita darinya?"


"Aku ga tau bang, aku bingung"


Adam kemudian bercerita pada Alfan bagaiman reaksi istrinya saat terbangun dari tidur karena mimpi buruknya.


"Itu hanya mimpi bang, bagaimana jika dia tahu yang sebenarnya. Aku ga bisa bayangkan bagaimana hancurnya perasaannya nanti" jelas Adam


"Begitu tulus persahabatan mereka hingga apa yang terjadi pada Dita istri mu bisa merasakannya. Ini aku lagi perjalanan ke Bandung, sebentar lagi aku sampe di rumah sakit"


"Kalo udah sampe segera kabarin aku ya bang, semoga akan ada kabar baik setelah ini"


"Iya iya aamiin. Aku tutup dulu ya, nanti aku kabarin lagi. Assalamualaikum"


Begitu selesai menelpon Alfan, terdengar suara Zee yang memanggilnya dari dalam kamar.


Segera Adam menghampiri nya untuk sholat berjamaah.


Tak lupa Zee mendoakan Dita dan Choki selepas sholat nya.


Ia meminta pada Allah untuk menenangkan hatinya yang gelisah.


*****


Di Bandung, Alfan dan Airin kini sudah sampai di rumah sakit.


Segera mereka mencari ruangan Dita dan Choki.


Di sana pak Beni dan bu Rahma serta kedua anak dan menantunya ada di luar ruangan.


Terlihat raut wajah mereka yang begitu sedih juga dengan mata yang sembab.

__ADS_1


"Om, tante...." sapa Alfan dan Airin lalu bersalaman, begitupun dengan Anggun dan Anggi serta suami mereka


"Kapan kalian sampai?" tanya bu Rahma


"Baru tante, ini kami langsung kesini"


"Gimana keadaan mereka berdua tante, apa sudah ada perkembangan?" tanya Alfan


"Belum nak, Choki dan Dita tetap koma" bu Rahma kembali menangis dan bersandar pada suaminya.


"Bagaimana dengan pelakunya om, apa sudah di tangkap oleh polisi?"


"Iya, Alhamdulillah tadi pagi kami sudah dapat kabar kalo mereka sudah di amankan oleh polisi"


"Alhamdulillah kalo gitu. Yang sabar ya om, tante. Kalian juga kakak kakak Choki, yang sabar"


Anggun dan Anggi mengangguk.


"Oh ya bang, kamu udah kasih tau tentang Dita pada Zee?" tanya Anggi pada Alfan


"Aku udah kasih tau Adam tadi pagi, tapi Adam tidak memberi tahukan ini pada Zee"


"Kasihan kalo sampe Zee tahu ini, dia pasti akan merasa cemas dan itu bahaya bagi kandungannya"


"Jangan, jangan beri tau Zee, jangan. Kasihan dia, dia sedang hamil tua. Aku ga mau dia kenapa kenapa mendengar sahabatnya begini" sela bu Rahma


"Adam pikir juga gitu tante, tapi melihat Zee dia jadi bingung"


"Memangnya Zee kenapa Fan?"


Alfan lalu menceritakan apa yang Adam ceritakan tentang Zee padanya.


"Bagaimana pun Zee harus tau ini. Ga mungkin kita merahasiakan ini darinya, dia harus tau" ujar Anggun


"Apa kamu ga pikirin kandungannya? Itu bahaya" saut bu Rahma


"Tapi sampai kapan ma kita akan merahasiakan ini"


"Mama ga tau sampai kapan, setidaknya kita tunggu Choki dan Dita membaik baru kita beri tahu dia"


"Iya, papa setuju sama mama. Kasihan kalo sampe Zee kenapa-kenapa, mereka di sana hanya berdua. Kita tunggu adik kalian membaik saja, ya" sambung pak Beni

__ADS_1


Mereka pun akhirnya setuju untuk tetap merahasiakan ini dari Zee hingga Dita membaik.


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2